Cerita Runtuhnya Silicon Valley Bank

By | November 12, 2023


Cerita Runtuhnya Silicon Valley Bank

Baru-baru ini, dunia dikejutkan dengan kabar bangkrutnya salah satu bank besar di Amerika Serikat (AS), yaitu Silicon Valley Bank (SVB). Bank yang melayani banyak startup teknologi dan perusahaan yang didukung pemodal ventura di Silicon Valley California, AS ini memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$43,11 miliar atau sekitar Rp662,68 triliun hampir setara dengan kapitalisasi pasar Bank BRI. Namun, bank ini terpaksa ditutup oleh otoritas keuangan AS karena kekurangan dana.

Sebelum bangkrut, saham SVB Bank sempat terjun bebas hingga 66 persen lebih dalam waktu 2×24 jam. Hal ini disebabkan oleh masalah keuangan yang dihadapi oleh bank tersebut. Pada 2021, di saat ekosistem startup teknologi sedang berkembang pesat dan suku bunga rendah, nilai deposit yang disimpan oleh SVB bertumbuh pesat dari US$61,76 miliar pada 2019 menjadi US$189,2 miliar pada akhir 2021. Saking kebanyakan duitnya, SVB pun cukup kebingungan bagaimana cara agar deposit tersebut dapat menguntungkan mereka.

Alhasil, SVB mulai membeli aset yang dinilai cukup berisiko pada kenaikan tingkat suku bunga yaitu Mortgage Backed Securities (MBS) dalam jumlah besar. Aset MBS yang dimiliki SVB berjangka waktu 10 tahun dengan bunga rata-rata senilai 1,56%. Pada 2022, The Federal Reserve mulai menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini membuat nilai aset MBS yang dimiliki SVB anjlok. SVB terpaksa menjual rugi aset-aset yang sedang mereka pegang tersebut dan mengalami kerugian yang besar.

Saat sedang mengalami kerugian besar, SVB tiba-tiba mengumumkan ingin menjual aset treasury dan obligasi miliknya sebesar US$21 miliar. Tak hanya itu, SVB juga berniat menjual saham baru senilai US$2,25 miliar untuk memperkuat modal. Aksi tersebut membuat investor panik dan menilai bank SVB tengah dalam masalah hingga membuat mereka mulai menjual saham bank tersebut. Para deposan atau pihak yang menyimpan uang mereka tersebut akhirnya berbondong-bondong ikut menarik uang mereka dari bank tersebut.

SVB tak mampu menahan tekanan pengambilan uang yang dilakukan para deposan dan berujung pada kebangkrutan. Pada Jumat (10/03), SVB bank terpaksa ditutup oleh otoritas berwenang di California Amerika Serikat. Meski begitu, sampai saat ini pemerintah AS melalui Federal Deposit Insurance Corporation menjamin dana nasabah yang ada di SVB Bank.

Kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi semua pihak, terutama bagi perusahaan dan lembaga keuangan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan memperkuat modal agar terhindar dari kebangkrutan. Kita juga perlu selalu memperhatikan dan mempelajari perkembangan pasar.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *