7 Perusahaan Terbesar dan Paling Bernilai di Dunia

By | Desember 27, 2023


Perusahaan Terbesar di Dunia

Beberapa saat lalu, Fortune Global 500 sempat merilis daftar nama perusahaan yang dianggap memiliki total pendapatan tinggi. Meskipun akibat pandemi Covid-19 nilai kapitalisasi beberapa perusahaan menyusut, tapi mereka jauh lebih beruntung dibandingkan perusahaan yang ada di peringkat bawah.

Secara global, daftar perusahaan terbesar dan bernilai di dunia yang diumumkan Fortune berasal dari China dan Amerika Serikat. Penasaran perusahaan apa saja yang termasuk dalam daftar tersebut? Berikut ulasan tentang 7 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan Fortune 500.

Menjadi perusahaan retail merupakan salah satu keuntungan yang dimiliki Walmart. Bagaimana tidak, perusahaan ini masih tetap mendapat keuntungan meskipun terdampak pandemi karena barang yang dijual merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Apalagi untuk menyiasati kerugian, Walmart juga membuka jaringan penjualan online. Berkat strategi dan fokus bisnisnya, perusahaan asal Amerika Serikat ini tercatat memiliki pendapatan sekitar USD559,1 miliar untuk periode 2021. Hal ini membuat Walmart kembali menduduki peringkat pertama sebagai 7 perusahaan terbesar di dunia selama delapan tahun berturut-turut.

Menjadi salah satu perusahaan listrik terbesar di dunia bukan satu-satunya alasan mengapa State Grid Corporation of China (SGCC) menduduki peringkat kedua sebagai salah satu dari 7 perusahaan terbesar di dunia menurut Fortune 500. Tahun sebelumnya, SGCC berada di peringkat ketiga.

Perusahaan ini diketahui memiliki pendapatan sekitar USD386,6 miliar dari Januari sampai Juli tahun 2021. SGCC diketahui menjadi salah satu penyedia transmisi daya, jaringan listrik, dan manajemen sistem kelistrikan di hampir seluruh wilayah daratan China. 

Didukung oleh beberapa jaringan perusahaan yang dimiliki, tidak heran apabila nilai kapitalisasi SGCC cukup tinggi meskipun pandemi.

Seperti Walmart, Amazon termasuk salah satu perusahaan yang mengalami lonjakan pendapatan meskipun terdampak pandemi Covid-19. Sistem penjualan online yang digunakan dan terbatasnya aktivitas masyarakat akibat lockdown membuat Amazon menjadi tempat favorit untuk online shopping.

Meskipun peringkatnya turun dibandingkan tahun lalu, Amazon masih tercatat sebagai salah satu dari 7 perusahaan terbesar di dunia. Tahun ini, pendapatan Amazon sekitar USD386,06 miliar. 

Perusahaan minyak nasional asal Tiongkok ini tercatat memiliki pendapatan sebesar USD283,9 miliar sepanjang tahun 2021. Bagaimana tidak, di pasar global perusahaan ini merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar serta diketahui menjadi pemasok tetap di beberapa negara.

Ditambah strategi kemitraan mereka dengan Irak dan Qatar, wajar apabila China National Petroleum masuk ke dalam daftar perusahaan dengan nilai kapitalisasi tinggi menurut Fortune Global dan menduduki peringkat keempat. 

Lagi-lagi perusahaan asal China menduduki posisi teratas. Kali ini raksasa minyak dan kimia, Sinopec Group menduduki peringkat kelima dengan nilai pendapatan mencapai USD283,7 miliar. Berkat peran dan inovasinya, perusahaan ini juga diketahui menjadi salah satu pemasok bahan kimia di berbagai negara.

Di masa depan, Sinopec diketahui akan berinovasi untuk menciptakan bahan bakar nonkarbon. Target Sinopec adalah, pembangunan 1000 stasiun bahan bakar hidrogen di seluruh China pada tahun 2025.

Baca juga: 4 Perusahaan Fintech yang Berkembang di Indonesia

Ditinggalkan pendirinya akibat meninggal dunia bertahun-tahun silam tidak membuat Apple goyah. Perusahaan ini bahkan berhasil menduduki posisi keenam meskipun terdampak pandemi. Dengan pendapatan sekitar USD274,5 miliar hingga pertengahan tahun ini, wajar apabila di alam sana Steve Jobs akan bangga pada pencapaian perusahaannya. Apalagi ternyata, posisi saat ini merupakan posisi terbaik Apple selama menjadi salah satu perusahaan gadget terkemuka di dunia.

Menjadi salah satu perusahaan kesehatan membuat CVS Health duduk di peringkat terakhir daftar 7 perusahaan terbesar di dunia menurut Fortune Global 500. Keuntungan utama perusahaan ini berasal dari vaksin dan akuisisi dengan perusahaan asuransi Aetna. CVS Health sendiri mencatat keuntungan sekitar USD7,17 miliar dengan nilai pendapatan sebesar USD268,7 miliar pada kuartal pertama tahun 2021.

Membaca ulasan di atas menunjukkan pada kita bahwa pandemi tidak selamanya buruk. Dengan memanfaatkan peluang yang ada dan berkat faktor keberuntungan, menjadi perusahaan dengan pendapatan tertinggi di tengah kondisi ekonomi yang kacau balau bukan hal mustahil. 

Itulah 7 perusahaan terbesar di dunia menurut Fortune Global 500, semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *