Mengenal Istilah dari Prenuptial Agreement

By | Januari 7, 2024


Prenuptial Agreement Adalah

Bagi banyak pasangan yang hendak menikah, persiapan secara mental dan finansial merupakan prioritas utama. Beberapa pasangan lainnya lebih mementingkan prosesi pernikahan yang mewah dan sakral karena dianggap sebuah momen sekali seumur hidup. Itu semua pilihan yang sah saja. Namun, membuat surat perjanjian pranikah atau prenuptial agreement adalah suatu pilihan lain yang juga perlu dipertimbangkan. 

Prenuptial agreement atau istilah lainnya premarital agreement adalah sebuah surat perjanjian pranikah yang mengatur hak-hak serta kewajiban pasangan suami istri selama masa pernikahan mereka. Isi perjanjian yang umumnya telah disepakati kedua belah pihak (suami dan istri) ini kurang-lebih juga telah tertuang dalam UU Pernikahan, Bab V, Pasal 29, No. 1/Tahun 1974. Perjanjian yang bersifat mengikat ini dapat diubah sesuai dengan kesepakatan bersama.

Di luar negeri, prenuptial agreement adalah hal yang umum tetapi di Indonesia surat perjanjian ini masih belum familiar di telinga masyarakat. Bahkan, sebagian orang menganggapnya tabu. Namun, setelah banyak pasangan selebritis yang membuat prenuptial agreement, mulai populer lah surat ini. Contohnya, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, Denny Sumargo dan Dita Soedarjo, Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie, serta Pablo Benua dan Rey Utami.

Pembahasan dalam Prenuptial Agreement

Perjanjian pranikah biasanya membahas beberapa hal seperti hak dan kewajiban pasangan suami-istri dalam berumah tangga, pembagian harta, serta hak asuh anak. Namun, alasan utama banyak pasangan membuat prenuptial agreement adalah soal pembagian harta. Nah, inilah yang dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat. Mereka menganggap harta sepasang suami dan istri seharusnya menjadi harta bersama selama mereka masih berstatus menikah.  

Seiring  waktu berjalan, kini bermunculan kasus-kasus terkait keuangan yang membuat banyak pasangan menyadari pentingnya perjanjian pranikah. Faktanya, perjanjian ini memang dapat menjadi penyelamat keluarga ketika ditimpa suatu masalah ekonomi. Contohnya, saat bisnis pihak suami gulung tikar karena terbelit utang, dengan perjanjian pranikah, aset sang istri tidak akan ikut disita pihak yang mengutangkan dan perekonomian keluarga pun selamat. 

Demikian pula, ketika pihak suami atau istri tiba-tiba meninggal dan dalam kondisi berutang, perjanjian pranikah ini akan menyelamatkan harta pasangan dari kewajiban melunasi utang-utang tersebut. 

Prosedur Pembuatan Prenuptial Agreement

Jika Anda berminat membuat surat perjanjian pranikah, hubungi seorang notaris profesional dan tepercaya. Perlu diingat pula, dalam pembuatan perjanjian ini, baik pihak suami maupun istri tidak boleh merasa terpaksa menandatanganinya. Setelah ditandatangani dan dilegalisasi oleh sang notaris, seluruh isi prenuptial agreement adalah tanggung jawab dan kesepakatan kedua belah pihak setelah menikah kelak.

Langkah selanjutnya, segera laporkan surat tersebut ke Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Catatan Sipil. Sebagai informasi, dalam sebuah prenuptial agreement, isi perjanjian dapat ditentukan oleh pihak calon istri dan suami karena Undang-Undang memang tidak mengatur isi dari perjanjian tersebut. 

Untuk tarif jasa notaris, perlu diingat bahwa biaya pembuatan perjanjian ini biasanya sekitar Rp1.000.000,00 hingga Rp5.000.000,00. Untuk format yang lebih terperinci, pembuatan surat ini membutuhkan dana Rp8.000.000,00 – Rp25.000.000,00. Selain itu, Anda juga dapat membuat surat perjanjian tersebut pasca pernikahan meskipun namanya berubah menjadi postnuptial agreement. Perubahan peraturan ini telah ditetapkan oleh MK (Mahkamah Konstitusi) pada 2016 yang lalu. 

Baca juga: 5 Hal Untuk Persiapan Nikah Dengan Waktu Yang Singkat

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, prenuptial agreement adalah suatu surat perjanjian pranikah yang pada umumnya membahas kepemilikan harta pasangan istri dan suami. Dalam hal ini, mereka biasanya menginginkan harta atau aset beserta laporan pajaknya dihitung secara terpisah. Kebanyakan pasangan yang telah menerapkan perjanjian pranikah adalah pasangan selebritis, pejabat negara, dan pengusaha yang ingin melindungi hartanya.

Manfaat surat perjanjian ini dapat dirasakan ketika salah satu dari pasangan suami-istri meninggal atau mengalami kebangkrutan. Harta pasangan lainnya tidak akan diganggu gugat oleh kedua masalah tersebut. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat tersebut dan bahkan menganggapnya tabu. Padahal, surat ini dapat melindungi pihak suami/istri serta anak-anak ketika hal-hal yang tak diinginkan terjadi di masa depan. 

Sejatinya, prenuptial agreement adalah semacam “investasi” di masa kini yang dapat dinikmati kelak di kemudian hari. Bila perlu, berinvestasilah dalam arti yang sebenarnya selagi mampu sejak sekarang untuk berjaga-jaga ketika pernikahan tidak berjalan lancar atau perekonomian keluarga sedang tidak stabil. Jadi, penting kah prenuptial agreement di mata Anda? Pilihan ada di tangan Anda.

Sebelum Menikah Pastikan Untuk Selalu Menyisihkan Sebagian Dananya Untuk Dikembangkan di Akseleran!

Bagi kamu yang memiliki rencana untuk menikah dalam beberapa tahun ke depan persiapkan dananya untuk dikembangkan melalui Akseleran. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *