Tag Archives: CiriCirinya

Mengenal Kepribadian Ambivert, Ciri-cirinya hingga Cara Mengembangkannya

Ambivert Adalah

Ambivert adalah satu dari tiga tipe kepribadian yang pertama kali diperkenalkan oleh psikiater dan psikoanalis Carl Jung pada 1900-an. Lantas, apa itu ambivert? Seperti apa ciri-ciri orang yang memiliki kepribadian ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Ambivert?

Ekstrovert, introvert, dan ambivert merupakan tiga spektrum kepribadian yang digagas oleh Carl Jung. Orang dengan kepribadian ekstrovert mendapat energi dari bersosialisasi. Sebaliknya, individu dengan kepribadian introvert perlu menyendiri untuk mengisi energinya kembali. Namun ada juga orang yang memerlukan keduanya.

Dengan kata lain, ambivert adalah jenis kepribadian yang berada di antara spektrum introvert dan ekstrovert. Sebab itu, orang dengan kepribadian ini memiliki sifat dari kedua kepribadian tersebut tergantung pada situasi yang dihadapi. 

Seorang ambivert bisa bersosialisasi dengan mudah layaknya individu dengan kepribadian ekstrovert. Mereka juga senang menghabiskan waktu untuk diri mereka sendiri layaknya seorang introvert. 

Ciri-Ciri Kepribadian Ambivert

Berikut ini adalah ciri-ciri yang umumnya ditunjukkan oleh individu dengan kepribadian ambivert.

1. Mampu menjadi pembicara dan pendengar yang baik

Umumnya, seorang ambivert mampu menjadi pendengar dan komunikator yang andal. Mereka bisa menjadi pendengar yang baik layaknya seorang introvert. Di sisi lain, mereka juga mampu mengutarakan pendapat seperti seorang ekstrovert bila situasi yang mereka hadapi mengharuskan demikian.    

2. Mempunyai rasa empati yang tinggi

Ciri lain dari kepribadian ambivert adalah memiliki empati yang tinggi. Mereka mampu memahami apa yang orang lain rasakan seolah-olah mereka sendiri yang mengalaminya. Sebab itu, mereka kerap menjadi tempat mencurahkan isi hati bagi orang-orang terdekat mereka.

3. Senang menyendiri dan bersosialisasi

Seorang ambivert adalah orang yang fleksibel. Mereka senang bersosialisasi dengan orang-orang di sekelilingnya layaknya ekstrovert. Mereka juga tidak masalah bila harus menghabiskan waktu dengan diri mereka sendiri.

blog100

Cara Mengembangkan Kepribadian Ambivert

Ambivert termasuk tipe kepribadian yang bisa dibangun. Nah, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mengembangkan kepribadian ambivert.

1. Fokus pada hal-hal yang kamu sukai

Orang dengan kepribadian ambivert cenderung menyukai hal-hal yang berbau sosial. Namun bukan berarti mereka harus melakukan semua aktivitas sosial. Perlu diingat bahwa seorang ambivert memiliki karakter introvert. Artinya, energi mereka akan terkuras bila terlalu banyak bersosialisasi.

Sebab itu, penting bagi seorang ambivert untuk fokus terhadap hal-hal yang membuat mereka merasa bahagia. Bukan malah melakukan aktivitas yang justru membuat mereka lelah secara emosional. 

2. Tetap bersikap fleksibel

Ambivert adalah jenis kepribadian yang mampu beradaptasi dengan segala situasi. Nah, karakter ambivert yang fleksibel ini perlu dipertahankan dan dikembangkan. Sebab, sifat tersebut mampu memberikan banyak keuntungan, terlebih lagi saat memasuki dunia kerja.

Sifat fleksibel seorang ambivert memungkinkan mereka untuk mudah diterima di semua situasi. Terlebih lagi di dunia kerja dimana mereka bisa menjalin hubungan yang positif dengan rekan kerja maupun klien.

Baca juga: Memahami Personal Branding dan Cara Membangunnya

3. Belajar untuk mengutarakan pikiran dan perasaan

Salah satu ciri kepribadian ambivert adalah komunikator yang baik. Nah, karakter ini juga bisa dikembangkan. Caranya adalah dengan belajar mengutarakan pikiran dan perasaan. Ingatlah bahwa manusia adalah makhluk sosial. Meskipun adakalanya butuh waktu untuk menyendiri, manusia tetap perlu berkomunikasi.

Mengutarakan isi pikiran juga perlu dilakukan saat sedang membutuhkan waktu untuk sendiri. Belajarlah untuk menolak ajakan teman untuk bertemu kalau memang sedang tidak mood untuk bersosialisasi. Jangan lupa juga untuk memberi mereka pengertian agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Demikianlah uraian mengenai kepribadian introvert. Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa ambivert adalah gabungan dari introvert dan ekstrovert. Seorang ambivert mampu menunjukkan karakter dari kedua kepribadian tersebut sesuai dengan situasi yang dihadapi. Selain itu, kepribadian ambivert juga bisa dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

9 Pilihan P2P Lending Aman yang Terdaftar OJK Serta Ciri-Cirinya

P2P Lending Aman

Saat ini P2P lending aman Akseleran sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Karena memiliki kelebihan meminjamkan uang tanpa kesulitan apapun. Sejak pandemi Covid-19, bisnis P2P lending menjadi solusi alternatif mendapatkan uang.

Kemudahan proses pengajuannya membuat banyak orang menyukai sistem P2P lending. Hal tersebut membuat P2P berkembang pesat di Indonesia. Namun sebaiknya calon peminjam tidak sembarangan memilih P2P lending.

Sebaiknya Anda memilih perusahaan P2P lending lolos OJK. Tujuannya untuk meminimalisir sesuatu kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun. Memahami penjelasan tentang P2P lending akan membuat Anda mengerti dan tidak salah pilih.

Mengenal Apa Itu P2P Lending

P2P lending merupakan sebuah sistem berbasis financial technology (fintech) yang berfungsi sebagai penghubung antara kreditur dan peminjam. Sebagai wadah keuangan yang terhitung baru, P2P lending sudah diterima baik oleh masyarakat.

Seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat layanan P2P lending. Dengan berbagai kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, atau memenuhi kebutuhan lainnya. Sistemnya melewati proses screening data, pemilihan tenor, dan lainnya.

Apalagi para pemilik UMKM yang membutuhkan modal dalam mengembangkan bisnis. P2P lending terbaik menyediakan layanan pinjaman tanpa campur tangan bank secara personal.

Ciri-ciri P2P lending aman pertama adalah terdaftar di OJK. Salah satu tanda layanan ini lolos OJK adalah dari logonya saat mengunduh aplikasi. Bila logo OJK tampil maka terbukti bahwa P2P lending tersebut aman digunakan.

Bila ingin mengetahui lebih lanjut, Anda bisa mengeceknya secara manual di sini. Selain OJK, Indonesia memiliki komunitas penyelenggara fintech bernama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

AFPI bekerja sama bersama OJK untuk mengatur sekaligus mengawasi kegiatan pendanaan dalam sektor keuangan. OJK sendiri merupakan lembaga resmi yang berada dalam payungan Kementerian Keuangan Indonesia

Selanjutnya, bila ingin mengenal apakah P2P lending tepercaya bisa dengan melihat pengelolanya. Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai pengelolanya melalui Google. Biasanya pengelola terpercaya akan memiliki website resmi.

Saat proses pengajuan, pihak kreditur akan meminta tanda tangan elektronik Anda. Untuk melakukan hal ini membutuhkan izin dari KOMINFO. Dengan begitu, bila Anda melakukan tanda tangan elektronik, maka perusahaan tersebut adalah legal.

P2P lending paling aman menyediakan fasilitas asuransi proteksi pinjaman. Apabila terjadi risiko gagal bayar maka akan asuransi kredit akan bergerak menggantikan pembayaran pada peminjam maupun pemberi dana.

Jadi sebaiknya Anda melakukan pinjaman kepada pihak yang bertanggung jawab. Kenali lebih dulu perusahaan yang akan Anda gunakan manfaatnya. Dalam hal ini P2P lending harus lolos OJK dan bergabung bersama AFPI.

Kenali Kelebihan P2P Lending

Secara singkat, fintech P2P lending mengandalkan kemudahan dalam cara kerjanya. Lender dan kreditur tidak perlu bertemu secara langsung, cukup mengunduh aplikasi sebagai wadah ‘pertemuan’ setelah mengisi ketentuan data, dana akan langsung cair.

Proses kemudahan ini membuat banyak peminjam percaya, bahwa sistem P2P lending bisa menjadi alternatif pinjaman paling mudah. Tidak berhenti disitu, kreditur juga menetapkan beberapa peraturan seperti nominal pinjaman dan suku bunga.

Keduanya saling bersinergi membentuk mekanisme keuangan abad millennium. Selain itu, ada juga kelebihan P2P lending lainnya yang akan dibahas berikut ini:

Serba Online

Proses peminjaman maupun informasi mengenai bunga per tahun sudah tersedia secara online. Meski semuanya serba digital, keamanan data sudah pasti aman karena perusahaan berada dalam pengawasan OJK. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi mengantri untuk mendapatkan pinjaman dana.

Suku Bunga Rendah

Tingkat suku bunga P2P lending berada di angka 11,75% – 16% per tahunnya. Bagi peminjam yang berpengalaman akan menganggap P2P lending sebagai akses kredit yang menyenangkan. Apalagi berbagai fitur melengkapi aplikasi sehingga mampu menguntungkan peminjam.

Baca juga: 2 Cara Mudah Menghitung Bunga Pinjaman

Memajukan Bisnis UMKM

Indonesia merupakan negara pemilik UMKM terbanyak. Sebagai pebisnis, hutang tidak digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Melainkan menjadi alat bayar bila ingin membuka cabang, atau menambah komponen di toko.

Sarana Investasi Menjanjikan

Melihat betapa pesatnya pertumbuhan perekonomian digital sistem P2P artinya para investor melihat fenomena ini sebagai instrumen investasi yang profit. Semakin banyak investor mengeluarkan pendanaan P2P lending artinya nilai instrumen menunjukkan profit nyata.

Terdapat Pinjaman Minimum

Beberapa P2P lending memberlakukan sistem pinjaman paling minimum Rp100.000 sampai belasan juta dengan suku bunga rendah per tahunnya. Namun untuk meminjam nominal berjumlah besar, biasanya menyesuaikan pendapatan lender.

Dari sejumlah kelebihan di atas, tidak heran jika P2P lending mampu membantu banyak orang. Bahkan pandemi Covid-19 kemarin roda perekonomian Indonesia tetap berjalan semestinya karena peran P2P lending sebagai fintech favorit.

blog100

9 Rekomendasi P2P Lending Lolos OJK

Rekomendasi P2P lending OJK di bawah ini bisa menjadi referensi bila Anda tertarik ingin memanfaatkan fasilitas P2P lending. Terutama bagi pebisnis yang membutuhkan pinjaman dana cepat.

1. Investree

Investree mampu menawarkan pinjaman dana sekaligus investasi bagi yang menginginkan. Instrumen investasinya berupa SBN ritel dan reksadana. Selain itu, Investree menyediakan pinjaman syariah terbaik di P2P lending.

2. Danamas

Danamas terbukti keamanannya sebab masih berada dalam naungan Sinarmas Group. Bila Anda merupakan salah satu pegiat UMKM, maka Danamas akan mendukung kegiatan bisnis Anda dengan berbagai layanan pilihan.

4. Amartha

Amartha mampu menghasilkan return mencapai angka 15% per tahunnya. Selain itu, P2P Amartha mampu memudahkan layanan pinjaman bagi masyarakat pedesaan.

5. Dompet Kilat

Dompet kilat memiliki tiga produk unggulan yaitu AgriKilat untuk memajukan pangan Indonesia, ModalKilat untuk pengusaha potensial, dan GajiKilat bagi para karyawan yang ingin cepat-cepat merasakan gaji.

6. Kredit Pintar

Kredit Pintar menyediakan layanan pengajuan dana kilat dengan akses mudah. Pinjaman bunganya terhitung rendah, dengan sistem pelayanan customer service online terbaik. Ada juga diskon cicilan, pulsa, dan lainnya.

7. Asetku

Asetku menawarkan asuransi kredit, sehingga lender mampu menghindari gagal bayar. Fitur Smart Money Manager memungkinkan pengguna mendapat keuntungan saat berinvestasi. Keunggulan lain yang dimiliki Asetku yaitu pemberian reward pada investor yang percaya produknya.  

8. Pinjam Yuk

Pinjam Yuk menawarkan nominal pencairan berapapun tanpa potongan. Pembayaran tagihan sudah tersedia melalui ATM Banking, transfer, atau Virtual Account. Keunggulan Pinjam Yuk dapat mencairkan dana dalam kurun waktu 30 menit saja.

9. Akseleran

Akseleran

Akseleran memberikan kebebasan pada lender pemilik bisnis UMKM maupun perusahaan. Berbagai produk pelayannya mempermudah proses lending dengan fitur Auto Lending. Keamanan dana terjamin karena Akseleran merupakan perusahaan resmi di sektor keuangan.Memanfaatkan P2P lending terdaftar di OJK, maka sudah dipastikan segala aktivitas perusahaan tersebut dipantau lembaga keuangan OJK. Dengan begitu, lender bisa mempercayakan P2P lending aman Akseleran pada beberapa perusahaan rekomendasi tersebut.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Waspada! Ini Daftar Fintech Ilegal Serta Ciri-Cirinya

Fintech Ilegal

Tidak bisa kita pungkiri bahwa fintech (Financial  Technology) bisa menjadi solusi keuangan bagi setiap orang, saat ini. Namun sayangnya, tidak semuanya terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Bahkan banyak fintech ilegal yang saat ini beredar di Indonesia.

Sebagai calon kreditur, Anda wajib tahu daftar fintech ilegal yang harus Anda hindari. Karena alih-alih menawarkan solusi, fintech yang illegal justru malah bisa menjadi masalah di kemudian hari. Namun jangan khawatir, kami di sini akan membantu Anda.

Ciri-Ciri Fintech yang Ilegal

Pertama-tama, Anda harus tahu terlebih dahulu ciri-ciri dari fintech yang belum terdaftar di OJK, alias ilegal. Tujuannya agar Anda bisa tahu mana yang boleh Anda pilih dan mana yang tidak boleh meskipun belum tahu daftarnya.

Ciri-cirinya sendiri tergolong mudah sekali untuk Anda bedakan. Berikut adalah ciri-ciri yang bisa Anda bedakan.

1. Tidak Memiliki Legalitas

Sederhananya, fintech yang ilegal merupakan perusahaan berbasis finansial yang belum mendapatkan legalitas. Lebih jelasnya yaitu izin resmi langsung dari OJK.

2. Suku Bunga & Denda Relatif Tinggi

Ciri-ciri yang lain yang tak kalah mudah untuk Anda bedakan yaitu bunga dan dendanya. Suku bunga fintech yang belum terdaftar umumnya tergolong besar jika Anda bandingkan dengan perusahaan yang sudah mendapatkan legalitas.

3. Penagihan Pinjaman Tidak Beretika

Anda mungkin sudah pernah mendengar cara penagihan dari perusahaan pinjol yang belum terdaftar bukan? Ya, kebanyakan dari perusahaan tersebut menagih dengan cara kasar dan mengancam.

4. Mengakses Data Sensitif Milik Konsumen

Banyak pakar yang menyarankan fintech ilegal tidak usah bayar. Hal ini karena mereka banyak melakukan pelanggaran, salah satunya mengakses data sensitif milik konsumen. Contohnya adalah kontak, kamera, mikrofon dan lainnya.

5. Tidak Memiliki Layanan Pengaduan

Perusahaan besar dan resmi berbasis fintech, rata-rata memiliki layanan pengaduan. Layanan ini pada dasarnya sangat penting untuk mengadukan ketidaknyamanan nasabah.

6. Lokasi Perusahaan Tidak Diketahui

Ciri lain yang sangat mudah untuk Anda bedakan yaitu dari lokasi perusahaan terkait. Umumnya perusahaan yang ilegal tidak mencantumkan alamat kantor yang jelas, baik kantor pusat maupun cabang.

Selain itu, Anda juga harus tetap hati-hati dengan perusahaan fintech yang berlogo OJK. Karena ada banyak fintech yang belum terdaftar menggunakan label OJK palsu.

Daftar Fintech Ilegal 2023

Banyaknya perusahaan fintech atau pinjol ilegal yang menggunakan label OJK palsu, menjadi alasan kenapa Anda juga harus tahu daftar perusahaan yang belum resmi. Terlebih saat ini masih terdapat banyak kasus fintech ilegal yang masih terjadi.

OJK sendiri saat ini rutin memberi informasi terkait perusahaan fintech yang ilegal demi kenyamanan dan keamanan para nasabah. 

Namun, menurut informasi di berbagai media, saat ini banyak perusahaan ilegal yang juga sudah mulai mendapatkan legalitas. Hal ini berkat bantuan OJK yang aktif memberi informasi kepada calon kreditur.

Berikut ini ada sejumlah daftar yang masih belum mendapatkan izin legalitas di awal tahun 2023:

  • Pinjaman Uang Kapan Saja
  • Banyak Duit
  • CashKredit
  • Kredit Easy
  • Super Cash
  • Tunai Cair – Pinjaman Online Cepat Cair
  • Dana Easy – Aman dan Dana Cepat Cair
  • Kredit Hope
  • Tunai Cair – Pinjaman Online Cepat Cair
  • Pinjaman Teman
  • Dan lain-lain

Informasi terkait daftar dari pinjaman online, atau fintech yang belum mendapatkan legalitas, bisa Anda cek di situs OJK. Hingga saat ini, OJK masih tetap aktif memberi informasi terkait legalitas suatu perusahaan fintech.

blog100

Tips Terhindar dari Fintech Ilegal

Fintech bisa menjadi salah satu, atau mungkin satu-satunya solusi keuangan Anda di tengah ekonomi yang sulit. Maka wajar saja jika banyak orang membutuhkan layanannya. 

Tapi sebelum Anda memilihnya, pastikan Anda mengikuti tips berikut ini agar terhindar dari perusahaan ilegal.

1. Pastikan Sudah Terdaftar di OJK

Hal pertama yang harus Anda perhatikan sebelum memilih yaitu mengecek keterdaftaran di OJK. Karena aplikasi yang sudah terdaftar, sudah bisa kami pastikan aman. Dengan begitu, pinjaman yang Anda ajukan bisa menjadi solusi tanpa masalah.

Cek perusahaan yang sudah terdaftar langsung di laman resmi OJK. Karena seperti yang kami jelaskan, di situs OJK Anda bisa menemukan informasi terkait keterdaftaran fintech yang ada di Indonesia, dan daftar yang masih belum mendapatkan legalitas.

Perusahaan yang sudah mendapatkan legalitas, maka akan mendapatkan pengawasan langsung dari OJK. Selain itu juga akan mengikuti prosedur dan juga tata cara yang berlaku.

2. Memperhatikan Persyaratan

Berikutnya, Anda cek terlebih dahulu persyaratan dari aplikasi fintech terkait. Pahami persyaratan yang mereka minta. Umumnya persyaratan dari penyedia pinjaman yaitu seperti KTP, KK, slip gaji, buku tabungan dan NPWP.

Jika ada aplikasi tertentu yang meminta surat-surat rahasia di luar dokumen yang kami paparkan sebelumnya, sebaiknya Anda waspadai. 

Contoh dokumen lain yang bersifat rahasia yaitu seperti meminta surat tanah, dan sejenisnya. Sebaiknya Anda tinggalkan langsung aplikasi tersebut.

3. Mempunyai Sistem yang Transparan

Informasi seputar pinjaman harus bisa nasabah dapatkan langsung. Sederhananya, semua informasi harus jelas dan detail melalui aplikasi. 

Contohnya seperti informasi suku bunga, biaya admin, dan biaya tambahan lainnya. Semua harus tercantum secara transparan pada proses pengajuan.

Begitu juga dengan sistem lainnya, seperti jatuh tempo. Pasalnya, ada banyak perusahaan ilegal yang tidak mencantumkan informasi yang kurang jelas atau tidak transparan.

Baca juga: 10 Rekomendasi P2P Lending yang Terbaik

4. Pengecekkan Status Pinjaman yang Mudah

Setiap aplikasi fintech yang legal umumnya menyediakan informasi status pinjaman yang jelas dan mudah untuk Anda akses. 

Dengan begitu, proses pengecekkan status uang pinjaman juga menjadi lebih mudah untuk Anda dapatkan.

Selain status pinjaman yang berjalan maupun yang sudah Anda bayar, juga termasuk informasi bunga, jatuh tempo, dan informasi lainnya. Hal ini wajib tersedia pada aplikasi fintech agar kreditur  tidak dibohongi.

5. Layanan Customer Service Mudah Dihubungi

Layanan CS atau customer service merupakan salah satu layanan yang sangat penting sekali. 

Melalui layanan CS, para kreditur bisa mendapatkan jawaban terkait permasalahan tertentu. Contohnya seperti aplikasi yang mengalami error, pembayaran yang sedang terjadi gangguan, dan lainnya.

Layanan CS fintech wajib mudah sekali saat dihubungi. Bahkan fintech yang legal memiliki layanan CS yang siap melayani 24/7. 

Meskipun layanan fintech tersebut berbasis online, CS harus tetap aktif agar kreditur mudah untuk menghubunginya.

Bahkan, layanan CS juga menjadi salah satu persyaratan atau ketentuan dari OJK. Artinya setiap fintech yang sudah memiliki legalitas, wajib menyediakan layanan tersebut untuk menyelesaikan komplain dari para nasabah.

6. Melihat Review dari Sumber Kredibel

Saat ini ada kemudahan lain yang bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengetahui kredibilitas perusahaan fintech

Cara yang kami maksud yaitu melalui review dari para pengguna yang sudah mengajukan pinjaman di perusahaan fintech terkait.

Salah satu contohnya bisa melalui Google Playstore maupun AppStore. Cek komentar yang bagus dan rate bintang yang tinggi.Kesimpulan dari penjelasan di atas yaitu, pastikan fintech yang Anda pilih sudah terdaftar di OJK dan cek daftar fintech illegal terlebih dahulu. Bagi yang masih bingung, Anda bisa memercayakannya saja pada fintech yang sudah memiliki legalitas, yaitu Akseleran. Kunjungi webiste kami di sini dan lakukan pendaftaran.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].