Tag Archives: Dasar

10 Tips Belajar Investasi Dasar untuk Pemula

Belajar Investasi

Banyak orang tertarik untuk berinvestasi karena membayangkan keuntungan yang akan diperoleh. Faktanya, meraup cuan dari investasi bukan hal yang mudah dan tidak lepas dari risiko. Seorang investor harus bisa menganalisis situasi ekonomi sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.

Nah, terutama untuk pemula, ada sejumlah tips belajar investasi untuk pemula dari dasar yang bisa dilakukan. Berikut ulasannya.

Periksa Kondisi Keuangan 

Sebelum memulai belajar investasi untuk pemula, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi keuangan. Seberapa besar dari pendapatan yang bisa disisihkan untuk modal investasi? 

Usahakan untuk tidak menggunakan anggaran sehari-hari karena bisa mengganggu kestabilan keuangan. Apabila Anda belum siap secara finansial, jangan memaksakan diri untuk berinvestasi.

Tentukan Tujuan Investasi

Selanjutnya, tentukan tujuan investasi yang ingin dilakukan. Berdasarkan jangka waktunya, ada tiga jenis tujuan investasi, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. 

Tujuan investasi jangka pendek misalnya untuk tabungan liburan, membeli benda tertentu, atau mempersiapkan biaya pernikahan. Tujuan investasi jangka menengah misalnya untuk biaya melanjutkan pendidikan. Sementara itu, tujuan investasi jangka panjang misalnya untuk tabungan pensiun.

Tentukan Jangka Waktu dan Target Dana

Dalam berinvestasi, menentukan jangka waktu yang ingin dicapai sangat penting. Dengan cara ini, Anda bisa menentukan instrumen investasi yang tepat dan bisa menghasilkan keuntungan sesuai yang diharapkan.

Tentukan juga target dana yang ingin dikumpulkan selama jangka waktu investasi. Adanya nilai tersebut akan memacu Anda untuk lebih rutin berinvestasi dan menentukan strategi yang efektif untuk mengelolanya.

Konsisten Mengalokasikan Dana

Sebagai pemula, Anda bisa jadi pernah mengalami kegagalan saat berinvestasi. Namun, jangan sampai faktor kegagalan tersebut menghilangkan semangat Anda untuk rutin berinvestasi.

Anda harus konsisten mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan investasi. Sisihkan dana tersebut dari pendapatan tanpa mengganggu kestabilan finansial pribadi atau keluarga. 

Modal investasi harus berasal dari uang sendiri, bukan pinjaman atau utang. Hal ini karena hasil investasi tidak bersifat pasti dan tidak selalu menguntungkan. Jika investasi dalam kondisi rugi, Anda tetap harus mengembalikan uang pinjaman tersebut. 

Kenali Profil Risiko

Dalam investasi, ada yang disebut profil risiko. Profil risiko adalah kemampuan investor untuk menolerir risiko investasi. Dengan memilih instrumen investasi sesuai profil risikonya, kegiatan investasi akan berjalan dengan baik.

Umumnya, ada 3 jenis profil risiko yang dikenal dalam dunia investasi, yaitu agresif, moderat, dan konservatif. Perbedaannya terletak pada jangka waktu investasi yang dipilih, jenis instrumen investasi, serta kebiasaan yang dilakukan saat terjadi penurunan nilai. 

Baca juga: 6 Strategi Mengukur Risiko Investasi

Pilih Platform Sekuritas Tepercaya

Ada banyak platform investasi yang kini bisa diakses dengan mudah. Namun, Anda perlu berhati-hati memilih platform yang telah memiliki rekam jejak yang tepercaya. Salah satu cirinya adalah telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kesalahan dalam memilih platform sekuritas akan berdampak pada kerugian.

Tentukan Instrumen Investasi

Ada berbagai jenis instrumen investasi yang umum dikenal, yaitu emas, properti, saham, P2P lending, dan sebagainya. Bagi Anda yang sedang belajar investasi, sebaiknya tentukan instrumen investasi yang akan dipilih berdasarkan karakteristiknya dan profil risiko.

Beli Saham Unggulan

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh investor pemula adalah mengamati dan membeli saham-saham unggulan. Saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang besar, likuiditas tinggi, serta berasal dari perusahaan yang stabil.

Lakukan Diversifikasi

Nasihat klasik yang selalu disampaikan kepada investor adalah jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Sebaiknya, pisahkan telur-telur tersebut dalam keranjang yang berbeda sehingga risikonya lebih kecil. Demikian pula saat berinvestasi, pilih beberapa instrumen yang dinilai paling potensial.

Menambah Wawasan Seputar Investasi

Dalam rangka belajar investasi untuk pemula, bekali diri dengan informasi lengkap dari berbagai sumber. Tambah wawasan dengan mengikuti kelas belajar atau berdiskusi dengan para ahli yang mendalami investasi. Tujuannya adalah agar Anda bisa mengambil keputusan terkait investasi berdasarkan analisis yang akurat. 

Inilah beberapa tips yang bisa diterapkan agar kegiatan investasi yang dijalankan lebih maksimal dan menguntungkan. Jangan tunda untuk belajar investasi sejak dini apabila ada modal yang tersedia. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Mengetahui Dasar Prinsip-Prinsip dalam Asuransi

Prinsip Prinsip Asuransi

Meski asuransi sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, nyatanya masih banyak yang belum paham tentang hal ini. Untuk Anda yang ingin atau sedang menyiapkan asuransi, entah kesehatan, pendidikan, atau hari tua, pahami dulu prinsip-prinsip asuransi. 

Lembaga yang mengatur tentang asuransi, yakni Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum asing dengan asuransi. Padahal dengan memahami prinsip tersebut, Anda bisa mengetahui prosedur serta mekanisme asuransi tersebut berjalan.

Oleh sebab itu, sebagai masyarakat Indonesia yang cerdas, sudah seharusnya memahami apa itu prinsip-prinsip asuransi, selain cara kerjanya. Ini penting untuk Anda pertimbangkan, terutama jika Anda hendak mengambil salah satu atau beberapa produk asuransi tertentu. Yuk, simak!

Pengertian Asuransi

Asuransi pada dasarnya adalah pertanggungan. Sedangkan menurut KBBIU, asuransi diartikan sebagai perjanjian antara dua kubu, yaitu penanggung (perusahaan asuransi) dengan tertanggung (nasabah).

Prosedurnya, nasabah akan membayar premi asuransi atau iuran. Lalu pihak penanggung mengumpulkan uang iuran tersebut bersama dengan uang iuran dari nasabah lainnya. Kemudian uang tersebut dikelola oleh penanggung.     

Selanjutnya, penanggung memberikan jaminan kepada nasabah jika terjadi hal-hal yang merugikan nasabah, sesuai yang ada dalam surat perjanjian atau polis. Oleh karena itu, asuransi merupakan pertanggungan yang penanggung berikan kepada nasabah yang membayar premi asuransi.

Adapun definisi asuransi ini juga tertuang dalam UU Nomor 2 Tahun 1992 Bab I Pasal 1 Ayat 1, berikut ini bunyinya:

“Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung, karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”.    

Pentingnya Memahami Prinsip Dasar Asuransi

https://images.pexels.com/photos/7735621/pexels-photo-7735621.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&w=1260&h=750&dpr=1

Asuransi memiliki banyak jenis, seperti halnya asuransi jiwa, asuransi kesehatan, maupun asuransi properti. Semua asuransi tersebut tujuan utamanya adalah melindungi dari segala risiko. 

Oleh karena banyaknya jenis asuransi ini, banyak masyarakat yang bingung untuk mengerti tentang asuransi. Di sinilah letak pentingnya memahami prinsip asuransi secara benar. 

Ketika Anda memahami prinsip asuransi, maka Anda bisa terhindar dari risiko kesalahan dalam mendaftar asuransi yang tidak sesuai dengan harapan.

Prinsip-Prinsip Dasar Asuransi

https://images.unsplash.com/photo-1637763723578-79a4ca9225f7?ixlib=rb-4.0.3&ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&auto=format&fit=crop&w=871&q=80

Terdapat enam prinsip dasar asuransi, yaitu insurable interest, utmost good faith, indemnity, subrogation, contribution, dan proximate cause. Simak masing-masing penjelasannya berikut ini.

1. Insurable Interest

Prinsip asuransi yang pertama ini adalah adanya hak asuransi untuk seseorang yang masih memiliki hubungan keluarga maupun ekonomi dengan orang tersebut. Biasanya, hak asuransi ini muncul setelah dibuat surat perjanjian asuransi atau biasa disebut polis. 

Misalnya, Anda memiliki hubungan keluarga seperti halnya ayah, istri, ibu, atau anak. Maka, Anda bisa mengasuransikan mereka atas dasar hubungan keluarga. Selain itu, Anda juga dapat mengasuransikan diri Anda sendiri.

Anda pun bisa memberikan asuransi terhadap perusahaan Anda atau yang ada hubungannya dengan perusahaan Anda, misalnya karyawan. Sebagai seorang pengusaha, Anda boleh mengasuransikan karyawan dengan dasar hubungan ekonomi.

Baca juga: Insurable Interest, Prinsip Penting dalam Dunia Asuransi

2. Utmost Good Faith

Arti dari good faith adalah i’tikad yang baik. Maka sesuai dengan namanya, prinsip kedua ini adalah asuransi yang mengedepankan kejujuran di antara pihak nasabah maupun perusahaan asuransi. 

Dalam proses pembelian produk asuransinya, kedua belah pihak tersebut harus memberikan informasi yang valid, jujur, dan sangat rinci. Contohnya adalah nasabah diharuskan terbuka dan jujur ketika menjawab pertanyaan screening risiko sebelum kesepakatan dibuat. 

Hal-hal yang tidak boleh disembunyikan seperti penyakit bawaan, pengalaman opname di rumah sakit, merokok, dan lainnya. Keterbukaan dan kejujuran ini juga berlaku terhadap pihak penanggung atau perusahaan asuransi. 

Di sini, penanggung diwajibkan menyampaikan sedetail mungkin produk asuransi yang disediakan. Selain itu juga tidak memberikan informasi yang samar kepada nasabah.

3. Indemnity

Prinsip asuransi yang ketiga ini sering disebut juga dengan prinsip asuransi ganti rugi. Maksudnya adalah penanggung/perusahaan asuransi wajib mengganti kerugian nasabah sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam surat perjanjian/polis. 

Lalu, nilai tanggungan harus sama dengan nilai klaim tanpa adanya pengurangan maupun penambahan nilai. Hal ini agar terjadi keadilan baik bagi perusahaan asuransi maupun nasabah.

blog100

4. Subrogation

Subrogation merupakan prinsip asuransi yang berhubungan dengan situasi kerugian yang terjadi pada diri nasabah, yang mana penyebab kerugian tersebut adalah pihak ketiga.  Menurut pasal 1365 KUHPerdata, yang berkewajiban mengganti kerugian adalah pihak ketiga. 

Namun dalam prinsip subrogasi ini, memberikan pilihan kepada nasabah untuk memilih pengganti rugi. Boleh memilih perusahaan asuransi sebagai sumber ganti rugi maupun pihak ketiga. 

Walaupun nasabah memiliki kebebasan memilih, namun hanya diperbolehkan memiliki satu sumber ganti rugi, tidak  boleh memilih keduanya sekaligus. Hal ini karena jika keduanya mengganti rugi, yang terjadi adalah kelebihan nilai yang diterima nasabah tidak sebagaimana mestinya.

Namun jika nasabah hanya mendapat ganti rugi dari pihak ketiga yang tidak penuh atau beberapa persen saja, maka nasabah boleh meminta sisa kerugian yang belum terpenuhi tersebut kepada perusahaan asuransi. 

5. Contribution

Contribution merupakan prinsip asuransi dengan sistem menanggung bersama. Di sini, pihak asuransi mempunyai hak menggandeng perusahaan asuransi lainnya untuk memberikan ganti rugi nasabah.

Mungkin Anda pernah mendengar tetangga atau kerabat yang opname di rumah sakit, di mana biaya rumah sakit tersebut ditanggung oleh 2 asuransi yang berlainan. Ini adalah salah satu contoh fenomena asuransi dengan prinsip contribution.

Untuk memudahkan pemahaman Anda, mari buat contoh yang lain. Ada seorang pria bernama Pak Andi, yang sedang sakit dan opname di rumah sakit selama 9 hari. Biaya rumah sakitnya mencapai 250 juta. 

Kemudian biaya tersebut diasuransikan bapak Andi ke penanggung asuransi FDK sebesar 100 juta. Maka, Asuransi KLG hanya perlu membayar biaya sisanya sebesar 150 juta.

6. Proximate Cause

Prinsip asuransi yang keenam ini menggunakan prinsip kausa proksimal. Di sini, semua kerugian yang terjadi tidak akan mungkin jika tanpa sebab, karena pasti ada penyebab kerugiannya. 

Oleh karena itu, berdasarkan prinsip tersebut, perusahaan asuransi hanya memberikan ganti rugi kepada nasabah jika kerugian tersebut disebabkan oleh hal-hal yang tertulis di polis.     

Dari keenam prinsip asuransi tersebut, dapat Anda lihat bahwa semua prinsip tersebut mengarah kepada pemenuhan hak-hak kedua belah pihak. Setelah mengetahui enam prinsip tersebut, seharusnya masyarakat Indonesia tidak lagi takut untuk berasuransi.

Ini mengingat betapa pentingnya asuransi saat ini, di mana dalam menjalani hidup, Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Asuransi inilah yang akan berperan sebagai salah satu pembantu Anda bangkit dari jatuh tersebut.   Demikianlah ulasan tentang prinsip-prinsip asuransi. Kita warga Indonesia sebagai masyarakat yang cerdas seharusnya tidak lagi tabu dan asing dengan asuransi. Karena sejatinya asuransi adalah proteksi atau perlindungan dari risiko kerugian.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Pajak Penghasilan Adalah: Dasar Hukum hingga Besaran Pajak dan Persentasenya

Pajak Penghasilan Adalah

Pajak adalah salah satu hal yang wajib untuk Anda bayarkan secara situasional, tergantung dari apa jenis pajaknya. Pajak sendiri memang terdiri atas berbagai jenis dengan tujuan yang berbeda serta besaran persentasenya sendiri, termasuk pajak penghasilan. Yang mana pajak penghasilan adalah hal wajib ketika sudah bekerja.

Tentunya, sebagai warga negara yang baik, Anda harus membayar pajak sebagai kontribusi untuk pembangunan dan keperluan bersama. Dalam penghitungan keuangan dan kehidupan sehari-hari, memikirkan seberapa besar pajak yang terpotong untuk perencanaan keuangan juga jadi salah satu pertimbangan penting.

Pada artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi mengenai apa itu pajak penghasilan, bagaimana dasar hukum dari pajak penghasilan, serta bagaimana penghitungan persentase pajak untuk besaran pajak yang hendak dibayarkan.

Pengertian Pajak Penghasilan

Sebelum membahas lebih jauh soal bagaimana penghitungan dari pajak penghasilan, ada baiknya untuk Anda mengetahui apa itu pengertian dari pajak penghasilan. Hal ini tentunya jadi dasar untuk Anda memahami lebih jauh soal pajak penghasilan.

Pajak penghasilan ini biasa juga dikenal dengan sebutan PPh. Sebagaimana bersumber dari undang-undang, pajak penghasilan ini bisa Anda definisikan sebagai sebuah pajak yang harus subjek pajak bayarkan, terkait dengan penghasilan yang diterima pada tahun pajak.

Mengacu dari satu aturan terkait dengan pajak penghasilan, yaitu UU No 36 Tahun 2008, di situ tercantum kalau pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atau lembaga maupun badan tertentu.

Besaran pajaknya didasarkan dari seberapa besar nominal pendapatan yang diterima dalam jangka waktu satu tahun. Dari sini, Anda sudah bisa memahami sekilas pengertian soal apa itu pajak penghasilan dan bagaimana rentang waktu atau jangka waktu pembayarannya yang bersumber dari penghasilan selama satu tahun.

Objek Pajak Penghasilan

Kalau memang pajak penghasilan ini adalah sebuah kewajiban yang harus Anda bayarkan, lantas apa yang menjadi objek dari pajak penghasilan itu sendiri? Sebab, sebagai salah satu jenis pajak, pastinya ada ketentuan terkait dengan objek pajak secara spesifik yang membuat seseorang bisa terkena suatu jenis pajak.

Terkait dengan hal tersebut sebagaimana tertulis dalam dalam situs Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, terdapat dua poin terkait dengan objek pajak dari pajak penghasilan.

1. Pendapatan Teratur

Pertama adalah terkait dengan pendapatan teratur dan tetap dalam satu bulan yang pegawai terima, entah itu tunjangan maupun gaji.

2. Penghasilan Tak Teratur

Sementara untuk poin kedua adalah terkait dengan penghasilan tak teratur atau penghasilan yang sifatnya tidak tetap. Baik itu penerimanya adalah pegawai maupun yang tidak termasuk sebagai pegawai. Hal ini juga berlaku bagi peserta kegiatan tertentu.  

Contoh pendapatan yang juga bisa terkena pajak penghasilan (PPh) ini adalah penghasilan yang berupa honor, entah itu honor narasumber maupun honor kegiatan, atau jenis penghasilan yang lainnya.

Terkait dengan hal ini juga telah tercantum dalam aturan terkait dengan PPh. Yang mana PPh ini merupakan sebuah pemotongan mengenai uang hasil penghasilan yang orang pribadi dapatkan terkait dengan pekerjaan, jasa, kegiatan, atau jabatan.

Nah, sekarang Anda sudah semakin memahami terkait dengan apa itu pajak penghasilan serta bagaimana ketentuan terkait dengan objek pajak sehingga Anda harus membayarkan pajak tersebut.

Secara sederhana, pajak penghasilan adalah sebuah pajak yang harus Anda bayarkan ketika mendapatkan penghasilan tertentu dalam jangka waktu seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Sekarang, mari kita. beralih ke pembahasan berikutnya.

Baca juga:

Dasar Hukum Pajak Penghasilan

Selanjutnya adalah terkait dengan bagaimana dasar hukum dari pajak penghasilan. Sebagai sebuah aturan dari pemerintah terkait dengan keuangan, tentunya dasar hukum menjadi sebuah landasan yang penting terkait dengan bagaimana pelaksanaan aturan tersebut di masyarakat.

Lantas, apa saja dasar hukum terkait dengan pajak penghasilan ini? 

Sebenarnya ada banyak sekali aturan yang menjadi landasan dari penerapan Pajak Penghasilan (PPh). Aturan yang pertama kali mengatur terkait dengan pajak penghasilan atau PPh ini  adalah  dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1983.

UU tersebut menjadi acuan awal terkait dengan pemberlakuan pajak penghasilan di Indonesia.

Tetapi, akhirnya UU tersebut mengalami perubahan sebagai aturan dasar, sehingga menjadi aturan baru yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 mengenai perubahaan keempat terkait Undang-undang Nomor 7 mengenai Pajak Penghasilan.

Lebih lanjut, UU No. 7 Tahun 2021 membahas tentang bagaimana harmonisasi dari segala peraturan perpajakan. Tak cuma dari undang-undang saja, aturan terkait penerapan pajak penghasilan (PPh) juga tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri Keuangan, serta Peraturan Direktur Jenderal Pajak.

Misalnya untuk Peraturan Pemerintah (PP), hal ini diatur dalam PP Nomor 68 Tahun 2009 terkait dengan bagaimana tarif dari pajak penghasilan (PPh) atas berbagai jenis penghasilan seperti uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, uang pesangon, serta jaminan untuk hari tua yang pembayarannya diberikan sekaligus.

Baca juga: Ini Selengkapnya Cara Perhitungan Pajak dari Akseleran!

Daftar Aturan Pajak Penghasilan

Memang ada banyak sekali dasar hukum terkait dengan jenis pajak ini yang akan terlalu panjang bila kita jabarkan satu-satu. Berikut adalah daftar dari aturan tersebut :

UU dan PP

  • Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 yang diubah dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008
  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021
  • PP Nomor 68 Tahun 2009
  • PP Nomor 41 Tahun 2016

Peraturan Menteri Keuangan

  • 252/PMK.03/2008
  • 16/PMK.03/2010
  • 262/PMK.03/2010
  • 101/PMK.010/2016
  • 102/PMK.010/2016
  • 40/PMK.03/2017
  • 231/PMK.03/2019
  • 59/PMK.03/2022

Peraturan Direktur Jenderal Pajak 

  • PER-22/PJ/2009
  • PER-26/PJ/2009
  • PER-16/PJ/2016

Besaran Pajak Penghasilan dan Persentase Pajak Penghasilan 

Besaran dari pajak penghasilan sesuai lapisan penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut :

  • Bila memiliki total jumlah penghasilan selama satu tahun di angka hingga Rp60.000.000, maka pajak yang harus Anda bayarkan adalah 5%.
  • Bila memiliki total jumlah penghasilan selama satu tahun di atas Rp60.000.000 sampai dengan Rp250.000.000, maka pajak yang harus Anda bayarkan adalah 15%.
  • Untuk total jumlah penghasilan selama satu tahun di atas Rp250.000.000 sampai dengan Rp500.000.000,  pajak yang harus Anda bayarkan adalah 25%.
  • Untuk total jumlah penghasilan selama satu tahun di atas Rp500.000.000 sampai dengan Rp5.000.000.000,  pajak yang harus Anda bayarkan adalah 30%.
  • Bila total penghasilan melebihi Rp5.000.000.000 maka yang harus dibayarkan adalah 35%.

KesimpulanPajak penghasilan adalah hal yang harus Anda bayarkan bila memang sudah memiliki penghasilan. Dasar hukum terkait pajak penghasilan tersebut juga bisa jadi acuan untuk Anda memahami pajak jenis ini. Jadi, apakah Anda sudah memahami terkait dengan bagaimana penjelasan dari pajak penghasilan?

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Prinsip-prinsip Dasar Manajemen untuk Keberhasilan Bisnis

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah pilar bagi sebuah organisasi atau perusahaan. Tanpa manajemen yang baik, mustahil tujuan suatu organisasi atau perusahaan bisa tercapai.

Pada dasarnya, manajemen adalah proses pengelolaan terhadap sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Penerapan manajemen perlu dilakukan baik untuk kebutuhan pribadi maupun organisasi atau bisnis. Karena itu, untuk tahu lebih lengkap tentang manajemen, cek informasi berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Manajemen?

Manajemen memiliki arti yang cukup luas. Bisa mencakup mengenai pengelolaan waktu, sumber daya hingga suatu kegiatan. Dalam lingkupnya, ada 6 unsur manajemen yang perlu Anda tahu, yaitu manusia, uang, material, mesin, metode, pasar. 

Secara umum, arti manajemen adalah proses yang dilakukan oleh seseorang dalam mengatur suatu kegiatan, baik yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok untuk tujuan tertentu.

Jika mengacu pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), manajemen memiliki 2 arti, yaitu:

  • Penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasara. 
  • Pemimpin yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. 

Dalam bisnis, manajemen adalah bagaimana bisnis mengatur serta mengarahkan alur kerja, operasi dan karyawan dengan tujuan untuk memenuhi suatu tujuan perusahaan.

Tujuan dan Fungsi Manajemen

Dalam manajemen, ada tujuan dan fungsi. Tujuan itu sendiri berbeda-beda. Pada umumnya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya sesuai perencanaan. 

Sedangkan untuk fungsinya, mencakup perencanaan hingga pengawasan dan evaluasi. 

Tujuan Penerapan Manajemen

Apa tujuan utama dari manajemen? Pada dasarnya, tujuan dari manajemen adalah mencapai proses dengan perencanaan yang sudah ditentukan. 

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan hasil maksimal dengan menggunakan sumber daya yang ada. Jika dijabarkan, ada beberapa tujuan dari manajemen, yaitu:

  • Menjalankan serta menilai strategi perencanaan agar sesuai arahan.
  • Peninjauan terhadap pelaksanaan fungsi manajemen. 
  • Melakukan pembaharuan fungsi manajemen terutama di bagian strategi pelaksanaan agar target tercapai. 
  • Meninjau dan menganalisis kekuatan, kelemahan organisasi hingga ancaman yang mungkin terjadi. 
  • Membuat terobosan baru atau inovasi untuk meningkatkan kerja agar bisa mencapai target. 

Fungsi Penerapan Manajemen

Ada 4 fungsi dari penerapan manajemen atau 4 langkah manajemen yang perlu Anda tahu, yaitu:

1. Perencanaan (Planning)

Mengatur atau managing berfungsi untuk penyusunan rencana atau perencanaan. Dalam hal ini, perencanaan bisa berkaitan dengan strategi yang akan Anda terapkan untuk mencapai tujuan. Karena hal tersebut, dalam perencanaan ada unsur 5W dan 1H (what, when, why, where, who, dan how).

2. Pengorganisasian (Organizing)

Kedua adalah pembagian tugas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki atau organizing. Fungsi dari manajemen ini membantu setiap anggota tim atau pihak yang terlibat mampu bekerja sama sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 

Misalnya dalam suatu perusahaan, setiap orang, mulai dari anggota, staf, manajer, direktur hingga CEO, memiliki tugasnya sendiri-sendiri. Dengan begitu, tujuan bisa tercapai dengan baik. 

3. Pengarahan (Actuating)

Fungsi dari manajemen yang lain adalah pengarahan. Artinya, setelah tugas dibagi sesuai dengan kemampuan masing-masing pihak, maka selanjutnya adalah pengarahan. Action dan melakukan tugasnya sesuai dengan rencana yang telah Anda susun sebelumnya. 

Pengarahan ini perlu Anda lakukan dengan baik agar risiko terjadinya hambatan bisa Anda minimalkan sehingga lebih mudah untuk mencapai tujuan. 

4. Pengawasan dan Evaluasi (Controlling)

Fungsi dari manajemen juga mencakup tentang evaluasi dari hasil kerja yang Anda lakukan. Dengan adanya kontrol, Anda bisa tahu apakah rencana sudah berjalan dengan baik atau perlu adanya perubahan dan perbaikan. 

Di sisi lain, adanya pengawasan membantu agar pekerjaan tersebut bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang Anda tentukan. Dengan kata lain, pengawasan meminimalisir terjadinya penyimpangan yang bisa menghambat tercapainya suatu tujuan manajemen. 

Baca juga: Pengertian Evaluasi : Tujuan, Prinsip, Fungsi hingga Proses Penerapannya

Tipe Manajemen yang Perlu Anda Tahu

Manajemen memiliki cakupan yang luas. Namun, ada beberapa tipe manajemen yang perlu Anda tahu, yaitu:

Manajemen Produksi

Jenis atau tipe manajemen produksi adalah sistem penataan yang berkaitan dengan aktivitas produksi. Mulai dari memilih dan menyiapkan bahan baku hingga penyelesaian produksi dan produk siap untuk dipasarkan ke konsumen. 

Ada beberapa tujuan manajemen produksi, yaitu:

  • Mengelola SDM secara maksimal untuk menghasilkan produk yang optimal. 
  • Mengatur tenaga kerja sesuai keahliannya. 
  • Mengelola alat produksi, mulai pembelian hingga perawatan sehingga meminimalisasi terjadinya kerusakan. 
blog100

Manajemen Pemasaran

Jenis manajemen pemasaran adalah aktivitas manajemen untuk mengidentifikasi apa yang konsumen butuhkan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut. 

Tujuannya adalah untuk:

  • Menciptakan atau meningkatkan permintaan (demand) dan keuntungan.
  • Menarik dan menciptakan pelanggan baru.
  • Memuaskan pelanggan. 
  • Menciptakan produk dan image yang baik di publik. 

Karena hal tersebut, fungsi dari manajemen pemasaran, di antaranya:

  • Melakukan analisis pasar. 
  • Mencari dan menentukan segmentasi pasar.
  • Menetapkan target atau pasar sasaran. 
  • Penempatan pasar. 
  • Perencanaan pemasaran. 

Manajemen Sumber Daya Manusia

Jenis manajemen yang kerap disebut juga sebagai manajemen tenaga kerja atau personalia ini mengatur tentang orang yang berkaitan di dalamnya. Dalam hal ini adalah seluruh pegawai. 

Perusahaan yang memiliki sistem kompleks, membutuhkan manajer SDM agar bisa merekrut, menyeleksi serta menempatkan pegawai dengan keahlian dan posisi yang tepat. 

Ada 4 tujuan dari manajemen personalia, yaitu:

  • Sosial: tanggung jawab perusahaan secara sosial dan etis atas keutuhan dan tantangan masyarakat agar dapat meminimalkan dampak negatif. 
  • Organisasional: memiliki organisasi yang mampu untuk mencapai tujuan perusahaan. 
  • Fungsional: mempertahankan kontribusi departemen SDM sesuai kebutuhan organisasi. 
  • Individual: tujuan pribadi setiap organisasi untuk mencapai tujuan dalam organisasi. 

Manajemen Keuangan

Sesuai namanya, jenis manajemen ini mengatur mengenai keuangan. Bisa berkaitan dengan modal hingga pengeluaran biaya. Jadi, seorang manajer keuangan memiliki tugas utama untuk mengatur arus lalu lintas keuangan perusahaan. 

Tujuan dari manajemen keuangan, yaitu:

  • Meningkatkan profitabilitas, likuiditas dan nilai perusahaan. 
  • Meminimalisir risiko keuangan. 
  • Menjaga hubungan baik antar pemangku kepentingan, terutama investor. 

Manajemen Perkantoran

Tipe manajemen ini menitikberatkan pada cara mengelola atau mengatur kantor. Ruang lingkup jenis manajemen ini adalah aktivitas kantor dan sarana prasarana perkantoran. 

Dengan begitu, suatu organisasi seperti perusahaan memiliki kelancaran kegiatan administrasi yang baik. 

Contoh Manajemen yang Baik dan Efisien

Banyak teori yang menjabarkan tentang manajemen. Namun, bagaimana manajemen yang baik dan efisien?

Anda bisa mengambil contoh perrusahaan Google. Perusahaan dari Amerika Serikat ini memiliki salah satu sistem manajemen HR yang terbaik.  Perusahaan dengan karyawan yang mencapai lebih dari 70 ribu orang ini memiliki budaya perusahaan yang baik. 

Google selalu melakukan inovasi dalam proses manajemennya. Termasuk dalam perekrutan pekerjanya. Karena hal tersebut, perusahaan yang berpusat di Mountain View, California ini selalu bisa beradaptasi dengan perubahan zaman. 

Tidak hanya itu, Google juga menyediakan tempat kerja dan jam kerja yang membuat para pekerjanya nyaman. Misalnya menyediakan sport center

Hal tersebut karena Google memiliki filosofi, jika menggunakan alat yang tepat, Anda bisa menarik talent terbaik, membangun/membentuk kebahagiaan sehingga membuat produktivitas pekerja meningkat.Jadi, manajemen adalah aktivitas yang mengatur suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan proses manajemen yang baik, Anda bisa mencapai tujuan dan meminimalisir risiko kerugian yang tak Anda inginkan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].