Tag Archives: Memilihnya

Instrumen Investasi : Pengertian, Jenis hingga Tips Memilihnya!

Instrumen Investasi Adalah

Investasi menjadi kebutuhan yang harus Anda pertimbangkan sejak awal. Apalagi, dengan banyaknya instrumen investasi yang bisa Anda pilih untuk mencari yang terbaik. 

Tidak ada satu pun investasi yang benar-benar terbaik, karena tergantung peruntukan, pengetahuan, dan juga kondisi kesehatan finansial seseorang.

Pengertian Instrumen Investasi 

Instrumen investasi adalah berbagai jenis aset/alat finansial yang bisa Anda beli atau perdagangan dengan arah mendapatkan keuntungan. Hal ini bisa berguna untuk mengalokasikan dana secara efektif dan dapat mencakup berbagai bentuk. Misalnya saja investasi properti, saham, obligasi, reksa dana, mata uang, derivatif, komoditas, dan lain sebagainya.

Perlu Anda pahami bahwa setiap instrumen punya karakteristik, risiko, potensi pengembalian, dan metode pengelolaan yang berbeda. Pemilihan instrumen yang tepat bergantung pada tujuannya, toleransi risiko, dan kebutuhan individu atau lembaga. Sehingga tidak bisa sama rata untuk jadi yang terbaik untuk setiap individu.

Jenis Instrumen Investasi di Pasar Modal

Ketika Anda memikirkan jenis-jenis investasi yang bisa Anda pilih, maka di pasar modal ada beberapa macam instrumen ada. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Saham

Saham adalah instrumen yang mewakili kepemilikan sebagian dalam perusahaan. Saham ada di bursa efek dan memberikan pemegang saham hak atas dividen (bagian dari laba perusahaan) dan hak suara dalam rapat pemegang saham.

2. Obligasi

Instrumen ini merupakan surat utang yang pemerintah, perusahaan, dan lembaga tertentu terbitkan, dengan arah meminjam dana dari investor. Dengan demikian, obligasi memberikan pembayaran bunga tetap kepada pemegang obligasi selama jangka waktu tertentu dan pengembalian pokok pada tanggal jatuh tempo.

3. Reksa Dana

Ini merupakan wadah investasi yang menghimpun dana dari berbagai investor untuk diinvestasikan dalam portofolio yang manajer investasi profesional kelola. Selain itu, reksadana dapat berinvestasi dalam saham, obligasi, pasar uang, atau gabungan dari instrumen lainnya.

4. Exchange Traded Fund atau ETF

ETF adalah dana yang orang perdagangkan di bursa efek dan mencerminkan kinerja suatu indeks atau kelas aset tertentu. Jadi. ETF dapat berinvestasi dalam saham, obligasi, komoditas, atau indeks pasar saham. Di sini investor dapat membeli atau menjual saham.

5. Real Estate Investment Trust atau REIT

REIT ini merupakan salah satu bentuk investasi yang memungkinkan investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan properti komersial atau real estate. REIT menghimpun dana dari investor dan mengelolanya.

6. Derivatif

Derivatif adalah instrumen finansial yang nilainya terkait dengan aset dasar seperti saham, obligasi, indeks, atau komoditas. Contoh derivatif yang pada di pasar modal meliputi opsi atau options, future (futures), exchange, dan kontrak berjangka (forwards).

Selain instrumen di atas, pasar modal juga menawarkan instrumen lainnya seperti waran (clearances), rights, dan berbagai produk structured. Instrumen tersebut punya karakteristik yang berbeda dan memberikan peluang investasi yang unik.

Misalnya saja Waran atau clearances, yang merupakan instrumen finansial yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham suatu perusahaan pada harga dan periode waktu tertentu. Biasanya, waran perusahaan terbitkan sebagai bagian dari penawaran saham baru atau sebagai tambahan pada obligasi.

Baca juga: Apa Itu Pasar Modal? Berikut Pengertiannya

Mengenal Instrumen Investasi Syariah

Instrumen secara syariah pada dasarnya mirip dengan yang biasa. Namun, di sini ada beberapa prinsip-prinsip syariah dalam agama Islam yang berlaku. 

Adapun prinsip dasar dalam bentuk investasi ini adalah meliputi larangan terhadap beberapa hal, yaitu:

  • riba (bunga)
  • maysir (perjudian)
  • gharar (ketidakpastian yang berlebihan)
  • haram (aktivitas yang haram dalam Islam).

Dengan demikian, instrumen syariah berdasarkan pada prinsip keadilan, transparansi, pembagian risiko, dan penghindaran aktivitas yang bertentangan dengan ajaran Islam. Contoh bentuk investasi secara syariah antara lain adalah sebagai berikut.

1. Saham Syariah

Untuk terdaftar dalam indeks saham syariah, perusahaan-perusahaan harus memenuhi kriteria dan prinsip syariah. Misalnya, harus terhindar dari bisnis yang haram seperti perjudian, alkohol, atau industri perbankan konvensional.

2. Obligasi Syariah

Obligasi yang terbit sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, di mana penghasilan investor berasal dari keuntungan bisnis yang halal. Juga, tanpa adanya pembayaran bunga (riba) yang terlibat.

3. Reksa Dana

Syariah Reksa Dana mengumpulkan dana dari investor untuk investasikan dalam instrumen finansial syariah. Portofolio reksa dana syariah terdiri dari saham syariah, obligasi syariah, atau instrumen lain sesuai prinsip syariah.

blog100

4. Sukuk

Ini merupakan instrumen utang syariah yang mirip dengan obligasi. Di sini,  investor menerima pembayaran berdasarkan kepemilikan sukuk atas proyek atau aset yang sesuai dengan prinsip syariah.

5. Wakalah

Instrumen ini merupakan kontrak yang memungkinkan investor menyerahkan dana kepada manajer investasi syariah untuk investasikan sesuai prinsip syariah. Manajer investasi bertindak sebagai wakil investor dan bertanggung jawab mengelola dana dengan memperoleh kompensasi yang tersepakati.

Tips Memilih Instrumen Investasi yang Paling Menguntungkan

Untuk bisa menentukan bentuk investasi yang terbaik, memang agak tricky. Sebab, saat ini ada banyak instrumen dengan segala kelemahan dan kelebihannya. Nah, agar cepat mendapatkan yang terbaik dan sesuai, berikut ini beberapa tips yang perlu jadi pertimbangan Anda:

  • Tentukan apa yang ingin Anda capai melalui investasi, seperti pertumbuhan nilai jangka panjang, pendapatan pasif, atau lindung nilai terhadap inflasi.
  • Setiap instrumen punya tingkat risiko yang berbeda, dan penting untuk memilih instrumen yang sesuai dengan tingkat kenyamanan Anda.
  • Pahami bagaimana instrumen tersebut bekerja, karakteristiknya, kinerja historis, dan risiko yang terkait.
  • Diversifikasi dengan membagi investasi Anda ke dalam saham, obligasi, reksa dana, dan instrumen lain yang sesuai dengan profil risiko dan arah Anda.
  • Perhatikan biaya terkait dengan instrumen, seperti biaya transaksi, biaya pengelolaan, dan selisih harga.
  •  Sesuaikan instrumen dengan rencana waktu Anda.
  • Jika Anda berinvestasi dalam saham, obligasi, atau reksadana, periksa kualitas dan reputasi perusahaan atau manajer investasi terkait.

Pentingnya Diversifikasi Investasi untuk Portofolio

Diversifikasi portofolio investasi merupakan strategi alokasi dana investasi ke berbagai aset atau instrumen yang berbeda untuk mengurangi risiko semua portofolio. Prinsip dasarnya adalah untuk menghindarkan Anda dari ketergantungan pada satu jenis aset atau instrumen tertentu. 

Selain itu, manfaat lainnya ialah:

  • Dengan punya beragam aset, risiko semua portofolio dapat dikurangi. Jika salah satu aset mengalami penurunan nilai, aset lain yang tumbuh dengan baik dapat menyeimbanginya.
  • Diversifikasi memungkinkan investor mendapatkan peluang keuntungan dari berbagai sektor atau instrumen Jika satu sektor sedang mengalami penurunan, sektor lain yang sedang tumbuh dapat memberikan keuntungan.
  • Portofolio yang terdiversifikasi memberikan perlindungan terhadap fluktuasi ekstrem di pasar. Jika satu pasar mengalami penurunan yang signifikan, investor punya aset lain yang bisa bertahan dengan baik.

Kesimpulan

Penting untuk Anda catat bahwa diversifikasi tidak menjamin keuntungan atau memberikan perlindungan penuh dari risiko investasi. Namun, hal tersebut dapat membantu mengurangi risiko semua portofolio dan meningkatkan potensi keuntungan jangka panjang. 

Dengan demikian, untuk melakukan diversifikasi yang efektif. Penting untuk mempertimbangkan arah investasi, toleransi risiko, dan ketersediaan investasi yang sesuai. 

Apakah Anda tertarik untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana Anda? Akseleran menawarkan beragam solusi pengembangan dana yang bisa membantu Anda mencapai arah capaian finansial Anda. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang instrumen investasi yang menguntungkan dan jangan lewatkan kesempatan untuk mengembangkan dana Anda bersama Akselera. Silakan hubungi tim Akseleran untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai jenis investasi apa saja yang bisa Anda pilih dan panduan terkait.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Berbisnis atau Berinvestasi? Ini Cara Memilihnya

Akseleran_Article_Featured_Image_1366x768_2020_Berbisnis_Berinvestasi

Ketika seseorang memiliki dana lebih dan memiliki keinginan untuk mengembangkan dana tersebut, biasanya ada dua cara untuk mencapainya: berbisnis atau berinvestasi.

Dilema yang bisa dialami adalah bagaimana memilih di antara keduanya apalagi jika dana lebih tersebut jumlahnya enggak besar-besar banget. Tentunya perlu ada panduan atau indikator agar seseorang dapat memutuskan apakah harus berbisnis atau berinvestasi.

Salah satu indikator yang bisa dilihat adalah dari sisi potensi keuntungan yang bisa didapat. Dalam hal ini kita bisa menggunakan metric Tingkat Keuntungan atau Rate of Return.

Sebelum melanjutkan lebih jauh, saya ingin memberikan disclaimer bahwa saya bukanlah perencana keuangan, dan menulis artikel ini berdasarkan pengetahuan yang saya miliki saat ini.

Menggunakan IRR dalam memutuskan Berbisnis atau Berinvestasi

Dalam kasus memilih berbisnis atau berinvestasi ini, saya menganalogikan berbisnis sebagai sebuah project. Dalam sebuah project tentunya ada tujuan yang ingin dicapai dan juga batas waktu maksimal sampai kita bisa mengatakan project sukses atau selesai.

Dalam berbisnis kita juga bisa set ekspektasi kapan kita mau mulai mendapatkan keuntungan dan juga Rate of Returnnya. Di sebuah project kita mengenal indikator return dengan nama Internal Rate of Return (IRR).

Semakin tinggi IRR berarti semakin bagus projectnya untuk dijalankan. Akan tetapi bagaimana kita bisa tahu sebuah IRR terhitung tinggi atau rendah? Kita perlu membandingkannya dengan angka acuan Minimum Attractive Rate of Return atau MARR.

MARR sebagai evaluator dari IRR

Dalam sebuah project MARR bisa berupa Hurdle Rate atau Cost of Capital, yaitu kombinasi dari biaya modal (cost of equity) dan biaya hutang (cost of debt).

Karena dalam artikel ini kita ingin mengambil keputusan apakah lebih baik berbisnis atau berinvestasi, maka MARR yang kita pakai bisa berupa Rate of Return di sebuah instrumen investasi.

Dalam hal ini kita bisa ambil MARR di angka 13% per tahun, dengan mengacu kepada rata-rata return tahunan IHSG di pasar modal dari 1997 sampai 2019 (berdasarkan data IDX yang diolah situs BolaSalju).

Jika IRR dari bisnis kita lebih kecil dari 13% per tahun, dan kita ingin dapat return ini dalam 12 bulan ke depan, maka kita lebih baik memakai dana kita di instrumen investasi.

Ilustrasi Perhitungan IRR sebelum berbisnis

Sebagai ilustrasi sederhana, kita ambil contoh Andi ingin memulai bisnis Coffee Shop sederhana. Untuk memulai bisnis ini, diperkirakan Andi membutuhkan modal atau dana awal Rp. 250,000,000.

Dalam menjual segelas kopi, Andi bisa menjual dengan harga Rp. 20,000 dan margin 100%, sehingga profit per gelas kopi yang didapatkan adalah Rp. 10,000. Dalam sebulan, Andi mampu menjual 1000 gelas kopi, sehingga profit per bulannya adalah Rp. 10,000,000 (dengan asumsi sudah dikurangi semua biaya yang ada).

Apakah IRR yang didapatkan bisa lebih baik dari tingkat MARR sebesar 13% per tahun? Mari kita lihat perhitungan di bawah ini.

Harga Jual / Cup20,000
Margin100%
Profit / Cup10,000
Rata-rata Penjualan/Bulan (dalam Cup)1,000
Rata-rata Profit / Bulan10,000,000
Modal Awal-250,000,000
Pendapatan Bulan 110,000,000
Pendapatan Bulan 210,000,000
Pendapatan Bulan 310,000,000
Pendapatan Bulan 410,000,000
Pendapatan Bulan 510,000,000
Pendapatan Bulan 610,000,000
Pendapatan Bulan 710,000,000
Pendapatan Bulan 810,000,000
Pendapatan Bulan 910,000,000
Pendapatan Bulan 1010,000,000
Pendapatan Bulan 1110,000,000
Pendapatan Bulan 1210,000,000
IRR-9.81%

Setelah dihitung, ternyata pendapatan Rp. 10,000,000 per bulan tidak mampu memberikan IRR lebih besar dari 13% per tahun, dan malah memberikan hasil negatif.

Apabila Andi ingin mendapatkan Rate of Return 13% per tahun dalam waktu 12 bulan, maka Andi lebih baik menginvestasikan dananya di sebuah instrumen investasi, contohnya di pasar modal.

Akan tetapi Andi juga perlu mempelajari instrumen investasi yang ingin dimasuki, agar dapat mengetahui risiko yang menyertai setiap instrumen investasi.

Disclaimer: Ilustrasi di atas merupakan contoh yang sudah disederhanakan untuk memberikan gambaran dalam pengambilan keputusan dalam memulai usaha vs. berinvestasi dengan melihat IRR. Dalam kondisi sebenarnya banyak faktor maupun perhitungan yang mungkin tidak tercakup di ilustrasi di atas. Dalam berbisnis pun return bisa lebih besar daripada berinvestasi di pasar modal akan tetapi perlu mencapai titik Break Even Point (BEP) dan memiliki payback period yang berbeda-beda untuk setiap usaha.

Faktor Lain Dalam Memilih Untuk Berbisnis

IRR vs. MARR di atas hanyalah salah satu pertimbangan dalam memutuskan untuk berbisnis / membuka usaha. Dalam kenyataannya banyak faktor lain yang bisa juga masuk ke dalam pertimbangan seperti:

  • Passion di bidang tertentu
  • Keinginan membuka lapangan pekerjaan lebih luas
  • Adanya peluang pasar yang belum terjamah
  • Sudah memiliki competitive advantage bahkan sebelum memulai usaha
  • Dan lain-lain

Pendanaan P2P Lending Sebagai Alternatif dari Berbisnis dan Berinvestasi

Selain berbisnis atau berinvestasi, sebenarnya saat ini ada satu pilihan lagi yaitu Pendanaan P2P Lending. Di platform P2P Lending ini kita berperan sebagai pemberi pinjaman (lender) yang memberikan dana pinjaman ke Usaha Kecil Menengah (UKM) yang butuh dana untuk mengembangkan usahanya.

Sebagai disclaimer, industri fintech lending di Indonesia tidak menyebut P2P Lending sebagai “investasi”, karena bentuknya pemberian pinjaman, maka kami menyebutnya “Pendanaan” atau “Pemberian Pinjaman”, atau “Pengembangan Dana”.

Sebagai Lender, kita akan mendapatkan bunga dari pemberian pinjaman ini. Besarnya bunga ini bermacam-macam untuk setiap platform, akan tetapi rata-rata di Akseleran bisa sekitar 9.5% – 12% per tahun.

Saat ini pendanaan P2P Lending di Akseleran juga ada proteksi asuransi yang dapat melindungi 99% pokok pinjaman tertunggak, selain dari adanya agunan Invoice/PO/SPK/Kontrak, sehingga menurunkan tingkat risiko bagi lender.

Karena bisa dimulai dari Rp. 100,000 saja, jadinya semua orang bisa memulai mengembangkan dananya di Akseleran.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Sekuritas Adalah: Definisi, Jenis, dan Tips Memilihnya

Sekuritas Adalah

Banyak orang mengatakan bahwa sekuritas adalah sumber kekayaan investor. Pada dasarnya, sekuritas merupakan objek utama yang dimanfaatkan oleh investor, perusahaan efek, maupun pengawasnya untuk menghasilkan keuntungan. Proses jual beli sekuritas biasanya terjadi di pasar sekuritas melalui atau tanpa perantara. Lantas, apa yang dimaksud dengan sekuritas? Apa saja jenisnya dan bagaimana cara memilih sekuritas terbaik? Yuk, simak uraian berikut!

Benarkah Sekuritas Adalah Instrumen Keuangan?

Sekuritas adalah instrumen keuangan yang mewakili kepemilikan seseorang atau badan usaha atas saham di perusahaan publik dengan nilai tertentu. Sekuritas harus menghasilkan keuntungan sesuai persentase kepemilikan. Lantaran bersifat mudah diperjualbelikan, sekuritas bisa Anda dapatkan melalui perusahaan efek atau pasar sekuritas. 

Terdapat banyak perusahaan sekuritas yang melayani jual beli secara online maupun offline. Namun, hanya ada satu pasar sekuritas di Indonesia, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlokasi di Jakarta. Anda tidak bisa membeli saham milik perusahaan publik di BEI secara langsung, harus melalui perantara perusahaan sekuritas. Tersedia dua jenis perusahaan sekuritas, yakni lokal dan asing. 

Kendati demikian, sebagian besar investor lebih memilih untuk mengikuti pergerakan dari perusahaan sekuritas asing daripada lokal. Selain terbiasa melakukan transaksi bernilai tinggi, investor ingin mendapatkan kesempatan untuk menggerakan nilai saham tertentu. Lagipula, perdagangan efek di perusahaan sekuritas asing lebih masif dibandingkan perusahaan sekuritas lokal.

Jenis Sekuritas

Adapun jenis sekuritas adalah sebagai berikut:

Sekuritas Utang

Jenis sekuritas ini berbentuk sertifikat atau surat berharga yang menjelaskan bahwa investor memiliki hak mendapatkan keuntungan dari perusahaan penerbit sekuritas kepemilikan utang. Sekuritas utang, meliputi sertifikat deposito, obligasi, sekuritas yang dijaminkan, dan obligasi pemerintah. Sekuritas utang bisa menjadi tambahan aktiva perusahaan yang dicatat di neraca sebagai investasi. Contoh sekuritas utang, yakni Saving Bond Ritel (SBR), Surat Utang Negara (SUN), atau sekuritas syariah.

Sekuritas Ekuitas (Saham)

Jenis sekuritas ini berbentuk surat berharga yang menunjukkan bukti kepemilikan saham pada entitas tertentu. Sebagai pemegang saham, Anda mendapatkan hak khusus untuk mengeluarkan pendapat, bersuara, dan mengendalikan perusahaan tersebut. Contoh sekuritas ekuitas, yakni reksadana, dividen, Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan sebagainya.

Tips Memilih Sekuritas

Setelah mengetahui sekuritas adalah investasi yang menguntungkan, Anda mungkin tertarik untuk memulainya. Agar tak salah pilih, berikut tips memilih sekuritas terbaik. 

Terdaftar OJK dan MKBD Tinggi

Pastikan bahwa perusahaan sekuritas tersebut kredibel dan legal. Pilih perusahaan yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) serta memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) tinggi. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan transaksi sekuritas dari risiko penipuan maupun kerugian yang disebabkan kinerja buruk perusahaan. 

Baca juga: Kenali Fintech Terdaftar di OJK dan yang Berizin Resmi!

Pelayanan Baik 

Mengingat hampir semua perusahaan sekuritas menerapkan sistem jual beli secara online, Anda bisa dengan mudah mencari informasi yang diperlukan. Namun, alangkah lebih baik apabila perusahaan sekuritas tersebut juga didukung dengan pelayanan ramah, pengelolaan efek yang menguntungkan, dan memudahkan Anda mendapatkan solusi atas masalah yang mungkin terjadi selama berinvestasi. Hal ini akan membuat Anda lebih nyaman dan merasa aman selama bertransaksi.

Riset Terkait Kondisi Pasar

Mayoritas perusahaan sekuritas secara rutin memberikan analisis mengenai kondisi pasar. Manfaatkan hal ini sebagai bahan riset untuk mempertimbangkan pembelian atau penjualan sesuai kebutuhan. Selain kondisi pasar, dianjurkan juga untuk melakukan analisis produk sekuritas yang hendak dibeli. Tujuannya untuk meminimalisasi risiko dan menghitung jumlah keuntungan yang didapatkan. 

Perhatikan Nilai Setoran dan Fee

Ketika mendaftar sekuritas, Anda diwajibkan membayar setoran awal pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) mulai dari Rp100 ribu. Selain setoran awal, setiap perusahaan sekuritas juga memiliki kebijakan dan ketentuan dalam mematok besaran tarif pelayanan. Fee transaksi adalah salah satu sumber pendapatan perusahaan sekuritas. Agar tidak salah memutuskan, alangkah bijak melakukan riset lebih dulu mengenai perusahaan sekuritas terbaik yang mematok biaya pelayanan terjangkau. 

Kesimpulan 

Perusahaan sekuritas merupakan perusahaan yang sudah mengantongi izin usaha OJK dan terdaftar di BEI sebagai perantara pedagang efek sekaligus penjamin emisi efek dan kegiatan lain yang masih berkaitan. Keberadaan perusahaan sekuritas memudahkan investor melakukan transaksi jual beli saham. Setelah mengetahui perusahaan sekuritas adalah salah satu pilihan terbaik untuk meraup keuntungan, jangan ragu memulai investasi saat ini juga. Yuk, wujudkan masa depan lebih baik dengan investasi!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].