Tag Archives: Memulai

Memulai Bisnis Ternak Ayam Aseel: Ciri, Jenis dan Modalnya

ternak ayam Aseel

Beternak ayam merupakan salah satu pilihan bisnis yang bisa dijalankan terutama bagi mereka yang baru memulai bisnis. Selain jenis ayam petelur dan ayam potong, Anda bisa memilih ayam aseel untuk diternakkan. Karena belum banyak peternak di Indonesia yang tertarik, ini ternak ayam Aseel berpeluang menghasilkan keuntungan yang tinggi. Bila Anda tertarik memulai bisnis ini, berikut penjelasan lengkapnya. 

Asal Usul Ayam Aseel 

Bagi sebagian masyarakat, mungkin masih belum familier dengan jenis ayam Aseel. Namun, bagi mereka yang sering mengikuti perkembangan kontes adu ayam, jenis yang satu ini tak asing lagi. Aseel adalah salah satu jenis ayam aduan paling kuat yang pernah ada. Bahkan ayam ini telah menyandang gelar sebagai ayam aduan paling tua di dunia. 

Karena kekuatannya, ayam ini dapat diadu selama dua jam tanpa diberikan jeda untuk istirahat. Stamina yang kuat dari ayam Aseel ternyata didukung oleh postur tubuhnya yang kuat dan besar serta struktur tulang yang tebal. 

Dalam perkembangannya, ayam Aseel tidak hanya diperuntukkan sebagai ayam aduan saja. Banyak penghobi ayam yang menjadikannya sebagai peliharaan di rumah. Namun saat ini, banyak yang masih mengimpor ayam Aseel dari luar negeri. Karena itu, ternak ayam Aseel bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan di Indonesia. 

Ciri Ayam Aseel

Karena merupakan ayam laga, jangan heran bila ayam Aseel sangat agresif ketika diperhadapkan dengan ayam lainnya. Ciri yang paling menonjol dari jenis ayam ini adalah postur tubuh ayam yang besar dan kokoh. Setiap ekor ayam Aseel jantan dewasa bisa memiliki bobot antara 3 hingga 7Kg. Sementara sang betina, memiliki bobot mulai dari 2 hingga 5Kg. 

Dari segi tampilan, ayam Aseel memiliki warna yang beragam. Ada ayam yang berwarna merah atau hitam keseluruhan, atau ada kombinasi dengan warna putih, warna emas, warna hijau kebiruan serta abu-abu. 

Ayam Aseel adalah ayam yang cukup langka lantaran ayam betinanya menghasilkan jumlah telur yang sangat minim yakni sekitar 6 butir telur setiap tahunnya. Namun, pada beberapa jenis variasi ayam aseel tertentu dapat memproduksi hingga 40 butir telur per tahun. 

Jenis Ayam Aseel

Bagi yang ingin menjalani usaha ternak ayam Aseel, berikut beberapa jenisnya yang bisa Anda pilih. 

Aseel Original

Sesuai namanya, ayam Aseel original merupakan ayam yang genetiknya belum diotak-atik atau masih asli.  Karena itu, tak heran ayam jenis ini memiliki harga yang paling mahal di pasaran.

Aseel Madras

Jenis selanjutnya adalah ayam Aseel Madras yang berasal dari India Selatan yakni. Salah satu ciri menonjol dari varian ini adalah memiliki ekor yang sangat panjang bahkan bisa mencapai 60 cm dengan maksimal tinggi 80 cm. Umumnya, jenis ini memiliki warna bulu biru, merah, hitam dan hijau.

Baca juga: Melihat Peluang Usaha Ternak Sebagai Pilihan Usaha!

Aseel Parrot

Keistimewaan dari ayam Aseel Parrot adalah memiliki ekor mekar dan panjang serta bentuk paruh layaknya burung beo. Di Asia Tenggara, Aseel Parrot telah menjadi hewan hias favorit. Warna bulu yang dimiliki cukup beragam yakni putih, gondang dan merah. Ayam jantan dewasanya memiliki bobot lebih dari 3Kg. 

Aseel Lassani 

Aseel Lassani merupakan varian ayam yang dikembangkan di Pakistan. Keunggulan ayam ini adalah memiliki akurasi pukulan yang keras dan akurat. Dari segi tampilan, Aseel Lassani didominasi oleh warna hitam. Namun, terdapat warna merah pada bagian leher serta pangkal ekornya. 

Aseel Mianwali 

Salah satu kelebihan ayam Aseel jenis Mainwali adalah memiliki mental yang pantang menyerah. Jadi ayam ini dipastikan tak akan kabur ketika berlaga. Dari segi fisik, ayam ini memiliki badan yang bulat serta paruh tebal dan berbentuk kurva.  Pada bagian bawah kepala, Anda bisa menemui sedikit gelambir. 

Modal Bisnis Ayam Aseel

Untuk memulai bisnis ternak ayam Aseel, pastikan Anda sudah memiliki modal yang cukup. Apalagi harga satu ekor ayam ini cukup tinggi di pasaran. Untuk ayam Aseel Madras misalnya, dibanderol dengan harga mulai Rp5 juta per ekornya. Sementara untuk Aseel yang sudah pernah memenangkan pertandingan, harganya bisa mencapai Rp15 juta. Secara perhitungan, Anda harus menyiapkan minimal Rp100 juta baik untuk membeli 3 hingga 4 ekor ayam, pembuatan kandang dan penyediaan pakan. 

Demikianlah seluk beluk bisnis ternak ayam Aseel. Pastikan Anda memilih ayam yang sesuai dengan modal yang dimiliki serta tujuan investasi di masa depan. Selamat mencoba!

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

BLOG100

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected].

Cara Memulai Bisnis Frozen Food: Modal, Keuntungan dan Kekurangannya

frozen food

Usaha frozen food atau makanan beku siap masak merupakan salah satu bisnis yang semakin menemukan momentum setelah pandemi. Anda bisa memulainya dari berbagai level, mulai dari rumah tangga hingga bisnis ukuran sedang. Tertarik ingin memulai? Mulailah dari panduan ini.

Mengapa Memilih Bisnis Frozen Food?

Bisnis frozen food memiliki banyak pelanggan bahkan sebelum pandemi. Makanan beku siap masak bersifat praktis, tahan lama, dan hemat karena bisa disimpan di lemari es untuk makan berkali-kali. Peminatnya antara lain pekerja kantoran, pasangan muda yang sama-sama sibuk, atau keluarga.

Makanan beku juga membuka kesempatan untuk berkreasi. Selain aneka bakso, sosis, dan nugget, Anda bisa menjual sayuran beku, kentang yang sudah dipotong-potong, dim sum, siomay, dan fish stick. Ada juga pilihan yang lebih “berat” seperti ayam ungkep serta kreasi unik seperti kepiting kupas beku untuk orang yang tidak suka mengupas kepiting. Anda juga bisa menjual makanan beku vegetarian atau buatan sendiri yang bergizi.

Tantangan Berbisnis Frozen Food

Walau frozen food banyak peminatnya, menjalankan bisnis ini cukup banyak tantangannya. Popularitasnya membuat Anda mendapat banyak pesaing sehingga marketingnya cukup menantang. Anda juga harus memiliki pemasok yang bisa diandalkan agar bisnis tetap berjalan, terutama jika Anda tidak membuatnya sendiri.

Bisnis makanan beku juga membutuhkan banyak persiapan. Lemari pembeku (freezer) berkapasitas besar serta asupan listrik yang tidak terputus adalah keharusan. Tergantung tempat tinggal Anda, memiliki generator adalah keharusan agar stok makanan tetap terjaga kualitasnya.

blog100

Modal Berbisnis Frozen Food

Sudah siap berbisnis frozen food? Pastikan Anda memperhitungkan unsur-unsur yang menjadi modal usahanya, yaitu sebagai berikut.

Peralatan Elektronik

Usaha makanan beku membutuhkan minimal satu lemari pembeku (chest freezer) ukuran 200 liter. Lemari pembeku ini lumayan memadai untuk bisnis makanan beku skala kecil. Harga rata-ratanya sekitar 2,7 hingga 3,3 juta Rupiah. 

Generator rumahan harganya beragam, mulai dari 1 hingga 5 jutaan Rupiah. Tentukan ukuran generator sesuai kebutuhan, mulai dari kapasitas listrik hingga frekuensi mati lampu di area Anda.

Jika Anda membutuhkan laptop untuk bisnis, mulailah dari yang murah. Banyak laptop dijual dengan harga 3 hingga 5 jutaan Rupiah, lengkap dengan fitur dasar yang sudah memadai untuk bisnis kecil. Pastikan memisahkan komputer ini dari yang biasa digunakan untuk keperluan pribadi.

Baca juga: 7 Cara Memulai Bisnis yang Efektif!

Mesin Sealer

Jika Anda membuat dan mengemas makanan beku sendiri, pastikan ada mesin sealer untuk mengepak makanan secara aman. Harga mesin ini rata-rata sekitar 500 ribuan hingga 2 jutaan Rupiah untuk bisnis rumahan, tergantung merek dan kapasitas. 

Pasokan Makanan Beku

Jika Anda memasok frozen food sendiri, cobalah mulai dari jenis terlaris serta jumlah yang tidak terlalu besar. Misalnya, beli chicken nugget, sosis, dan kentang goreng masing-masing sebanyak 20 kemasan dari pemasok. Untuk bakso seafood, ambil agak banyak karena mereka biasanya dijadikan sup atau sate bakso, misalnya 50 hingga 70 kemasan. Modal Anda mungkin sekitar 30 ribu hingga 50 ribu Rupiah per kemasan.

Misalnya, jika sebungkus makanan beku berharga 50 ribu Rupiah, modal untuk 20 bungkus nugget, bakso, sosis, dan kentang goreng adalah sekitar 2 juta Rupiah.

Sarana Promosi

Anda bisa memulai bisnis dari rumah dengan bantuan ponsel dan media sosial. Ada baiknya menandai rumah dengan identitas bisnis agar orang bisa mencari tahu sendiri tentang produk Anda, terutama jika sasarannya adalah pembeli lokal. Keluarkan modal untuk spanduk berwarna, plastik pembungkus, meja, kursi, dan alat tulis untuk kebutuhan bisnis.

Modal cetak spanduk sekitar 15 hingga 20 ribu Rupiah per meter, sedangkan alat kantor untuk kebutuhan bisnis bisa terdiri dari barang sederhana seperti buku catatan, pena, dan kalkulator sebagai modal awal.

Selain modal awal, pastikan Anda memperhitungkan biaya bulanan seperti listrik, air, internet, dan paket data untuk ponsel demi kebutuhan promosi serta bisnis. Perhitungan modal di atas akan lebih besar jika Anda memutuskan mengembangkan usaha.

Walau pesaingnya cukup banyak, bisnis frozen food tetap merupakan primadona usaha yang bisa Anda mulai dari rumah. Manfaatkan minat besar akan makanan beku dan mulailah mengembangkan usaha Anda sendiri!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Sebelum Memulai Mendanai, Ketahui Dahulu Tips Memilih P2P Lending

Tips Memilih P2P Lending

Di zaman yang semakin berkembang ini, semakin banyak cara untuk mendapatkan penghasilan dari luar ruang lingkup lingkungan kerja. Salah satu contohnya adalah dengan cara berinvestasi melalui P2P Lending. Anda sudah memutuskan untuk berinvestasi melalui P2P Lending? Ketahui dulu tips memilih P2P Lending di artikel ini.

8 Tips Memilih P2P Lending 

Sejak tren investasi semakin meroket beberapa tahun belakangan, Anda bisa menemukan perusahaan P2P Lending di mana-mana. Mereka inilah yang  bersedia membantu si pemberi pinjaman/investor atau sang peminjam. Nah, sebelum benar-benar memutuskan untuk berinvestasi, simak dulu tips berikut!

1. Cari Perusahaan dengan Track Record Baik

Kalau Anda bertanya mana yang terbaik di antara puluhan hingga ratusan perusahaan peer to peer Lending saat ini, pasti jawabannya cukup sulit bukan?

Anda harus mencarinya satu per satu dari banyaknya perusahaan tersebut, dan bisa jadi merasa bingung harus memulai dari mana memulainya. Biasanya menentukan pilihan itu akan terasa sulit. Karena itu beberapa orang biasanya akan memilih tidak hanya satu, namun beberapa pilihan terbaik di dalam pandangannya. 

Karena itu carilah beberapa perusahaan dengan track record yang baik. Pertimbangkan beberapa perusahaan tersebut hingga menjadi satu pilihan tempat terbaik untuk mempercayakan uang Anda.

2. Cari Feedback dan Kesan Baik dari Peminjam Dana dan Investor

Mencari tahu baik buruknya perusahaan tersebut lewat penilaian klien yang menggunakan jasa di perusahaan tersebut, akan cukup efektif bagi Anda.

Ditambah lagi, Anda dapat mencarinya cukup mudah, baik melalui website maupun di media sosial. Adanya testimoni, dapat membuat Anda tahu apa yang pelanggan rasakan. Apakah mereka ternyata puas dan senang bekerja sama dengan perusahaan tersebut, atau malah merugikan mereka.

3. Periksa Legalitas Perusahaan

Banyaknya Perusahaan fintech saat ini memang menandakan kalau bisnis ini cukup menguntungkan banyak pihak. Tak heran jika perkembangannya perusahaan finansial saat ini cukup pesat.

Cari tahu dulu apakah incaran Anda adalah perusahaan fintech legal atau ilegal. Ketika Anda sudah menentukan perusahaan mana yang ingin Anda pilih,  jangan lupa untuk memeriksakannya di situs resmi OJK. Jika namanya sudah terdaftar di sana, maka bisa dipastikan itu perusahaan yang sudah legal.

Perusahaan terdaftar di OJK tentunya legal dan Anda sebagai investor atau sebagai peminjam juga akan mendapat perlindungan melalui undang-undang yang berlaku di OJK. Selain, itu, dengan adanya OJK, para klien memiliki kesempatan untuk mengadu dan melaporkan pinjaman online yang ilegal.

4. Imbal Hasil yang Didapat

Tujuan investasi yang utama tentunya karena Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih banyak daripada modal.

Berbeda dengan Investasi saham yang cukup rumit dan hasilnya tergantung dari berbagai aspek. Sehingga tidak heran bisa saja persentase di hari ini naik dan besoknya bisa saja langsung turun drastis.

Dengan berinvestasi di peer to peer Lending, dana yang Anda taruh akan mendapatkan imbal hasil saat dana tersebut diinvestasikan kembali. Intinya, dana yang Anda masukan akan terus berputar. 

Tidak hanya itu, Anda juga dapat mendapatkan imbal hasil dari bunga yang dibayarkan dari sang peminjam dana.

blog100

5. Mencari Tahu Risiko P2P Lending

Hampir semua perusahaan fintech  melakukan penilaian sendiri pada sistem yang ada.

Biasanya penilaian tersebut diambil dari faktor kredit internal. Perusahaan juga akan melakukan penilaian pada calon borrower berupa jumlah pinjaman, penghasilan borrower, mencari tahu apakah borrower itu membuka usaha atau tidak.

Tidak hanya itu, baik peminjam maupun pemberi pinjaman harus memenuhi beberapa syarat yang ada supaya lebih terjamin dan terhindar dari risiko. Entah itu dokumen legalitas, laporan keuangan, dan jangka waktu pinjaman.

6. Platform Investasi

Apakah peer to peer Anda memiliki platform? Kalau ada, coba buka dan cek ke dalamnya, cari tahu ada apa saja di sana dan pelajari lebih mendalam lagi. 

Misalnya saja di dalam platform itu ada panduannya, maka Anda bisa membacanya lagi. Bisa juga mencari tahu apa saja persyaratan yang harus dilakukan untuk dapat memberi pinjaman ataupun meminjam di platform tersebut.

Lagipula, kalau suatu perusahaan fintech yang memiliki platform, pasti akan mempermudah aktivitas para pelanggannya.

Baca juga: Mengenal P2P Fintech Lending sebagai Alternatif Investasi

7. Pilih Platform Fintech yang Memiliki Pilihan Variatif di Dalamnya

Zaman kaya gini, kebanyakan orang maunya serba praktis, terutama para anak muda yang akan mementingkan kemudahan.

Dengan banyaknya akses pilihan di sebuah platform fintech maka hal tersebut tentu dapat mempermudah pelanggan. Pelanggan akan merasa nyaman karena tidak perlu mencari atau download ini dan itu. 

8. Cari Tahu Berapa Saldo Minimal untuk Berinvestasi

Baik itu peminjam atau pemberi, Anda wajib mencari tahu berapa saldo minimal untuk investasi. Mereka yang biasanya dalam keadaan benar-benar butuh memerlukan dana, tapi hanya memiliki  modal dan jaminan yang tak seberapa, pasti mencari bunga dan modal yang kecil.

Tapi bukan berarti semakin kecil modal awalnya itu akan semakin baik. Anda harus memperhatikan tujuan Anda berinvestasi terlebih dahulu. Kalau ingin berinvestasi untuk sebuah usaha, pastinya akan memerlukan modal awal yang besar. Namun, tentu keuntungannya juga akan lebih besar.

Nah, setelah mengetahui berbagai macam tips memilih P2P Lending mana yang terbaik. Anda hanya perlu menerapkannya dan mencari mana yang tepat untuk kebutuhan dan keperluan Anda.

Sebenarnya, alasan kenapa makin banyak orang yang memilih melakukan investasi ke platform peer to peer saat ini karena adanya masalah resesi ekonomi yang dikabarkan akan terjadi di tahun 2023 ini.

Ini disinyalir akan membuat banyak sekali orang kehilangan pekerjaan dan membuat ekonomi banyak negara jungkir balik menghadapinya.

Tips Menghadapi Resesi Ekonomi untuk Gen Z

Resesi ekonomi adalah berkurangnya kegiatan ekonomi seperti industri atau usaha dalam jangka waktu tertentu. Penyebab dari resesi sendiri bisa karena wabah yang menyerang, meningkatnya suku bunga, serta terjadinya gelembung aset atau kenaikan ekstem harga aset di masa depan, tanpa adanya dukungan fundamental ekonominya.

Ini tips bagi Anda untuk menghadapi ancaman resesi:

1. Mempersiapkan Dana Darurat

Sebisa mungkin sisihkan beberapa persen dari gaji dan pendapatan Anda yang nantinya akan digunakan sebagai dana darurat.

Dengan adanya dana darurat, maka Anda akan terbantu jika ada suatu keadaan yang tak terduga. Misalnya kehilangan pekerjaan, biaya rumah sakit dan sebagainya.

2. Siapkan Passive Income

Mencari penghasilan lain dari pekerjaan utama sudah menjadi bagian dari tren. Apalagi saat ini ada banyak sekali pekerjaan yang dapat di kerjakan di rumah dan tidak mengganggu waktu kerja utama.

3. Memperkecil Jumlah Pengeluaran

Anda perlu mulai mencari tahu mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Jangan mengeluarkan banyak uang untuk hal yang tidak terlalu dibutuhkan semata-mata untuk menaikkan gengsi saja.

4. Mulailah Investasi

Banyak sekali cara memulai investasi, salah satunya adalah menggunakan peer to peer lending.

Sebagai contohnya, Akseleran menjadi salah satu dari sekian banyak platform fintech yang bisa Anda coba dan gunakan. Baik sebagai investasi, maupun sebagai tempat bagi para usaha kecil yang ingin mengembangkan usaha mereka. 

Akseleran akan membantu menemukan investor dan peminjam yang tepat, serta membantu mereka mendapatkan hasil yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Kesimpulan

Dengan adanya Peer to peer Lending, ini dapat mempermudah kebutuhan dan keperluan masyarakat. Baik yang ingin memulai usaha maupun yang ingin berinvestasi saat ancaman resesi ekonomi yang digadang-gadang akan terjadi di tahun 2023 ini.Dan setelah mengetahui tips memilih P2P Lending, Anda akan terbantu untuk memilih mana sekiranya yang terbaik untuk tujuan dan kebutuhan Anda.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Usaha Baru Setelah Idul Fitri: Tips Memulai Bisnis dengan Modal Minim

Strategi mengatur anggaran setelah lebaran

Hari Raya Idul Fitri atau lebaran identik dengan pengeluaran yang membengkak sehingga Anda perlu strategi mengatur anggaran setelah lebaran untuk menstabilkan keuangan Anda kembali. Pasalnya, lebaran merupakan momen istimewa karena merupakan hari kemenangan bagi umat islam setelah sebulan berpuasa.

Momen lebaran juga istimewa karena adanya THR. Alhasil, masyarakat cenderung merayakan momen ini secara mewah karena merasa memiliki dana lebih dari THR tersebut. 

Tidak salah jika Anda merayakan momen ini secara maksimal, namun tetap harus mengatur anggaran keluarga dengan bijaksana. Pasalnya, jika tidak memiliki strategi mengatur anggaran setelah lebaran maka kemungkinan besar Anda akan mengalami masalah keuangan pasca lebaran.

Penting untuk memiliki cara mengatur uang THR yang baik agar finansial Anda tetap terkendali. Hindari gaya hidup boros karena lebaran dengan adanya dana lebih dari THR agar keuangan Anda tetap sehat. Sebaliknya, memanfaatkan dana lebih tersebut untuk sesuatu yang berguna, misalnya membuka usaha baru, berinvestasi dan sebagainya.

Simak bagaimana cara mengatur anggaran pasca lebaran berikut ini berikut  tips memulai usaha baru pasca lebaran agar dapat membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih baik.

Strategi Mengatur Anggaran Setelah Lebaran 

Berikut beberapa strategi mengatur anggaran setelah lebaran yang dapat Anda terapkan:

1. Periksa Keuangan Terkini dan Hitung Pengeluaran Selama Liburan

Memeriksa kondisi keuangan terkini Anda penting agar Anda menentukan Strategi mengatur anggaran pasca lebaran yang paling tepat untuk hasil terbaik. Menghitung pengeluaran selama liburan juga wajib Anda lakukan sehingga dapat mengetahui mengapa ada pengeluaran berlebihan. 

Jika Anda menggunakan uang tabungan atau dana darurat untuk pengeluaran tersebut, lakukan evaluasi agar dapat mengembalikan dana tersebut secara bertahap. Hasil pemeriksaan dan evaluasi tersebut dapat Anda jadikan acuan untuk pengeluaran lebaran Anda tahun depan agar finansial Anda tetap terkendali.

2. Buat Anggaran Bulan Berikutnya Menyesuaikan dengan Dana yang Ada

Setelah memeriksa keuangan terkini dan melakukan evaluasi, maka strategi mengatur anggaran setelah lebaran selanjutnya adalah membuat anggaran untuk bulan berikutnya. 

Pastikan Anda Menyusun anggaran sesuai dengan dana yang ada sehingga Anda tidak perlu berhutang. Konsisten dan disiplin dengan apa yang sudah Anda anggarkan agar keuangan pasca lebaran dapat kembali normal.

3. Buat Daftar Belanja Prioritas

Membuat daftar belanja prioritas merupakan langkah penting agar dapat mengatur anggaran setelah lebaran dengan bijak. Mulai dengan membuat daftar pengeluaran pokok misalnya sembako, uang sekolah anak, token listrik, cicilan bulanan, internet dan lainnya.

Berikut beberapa tips yang dapat terapkan:

  • Batasi pengeluaran harian agar dapat membantu menstabilkan kondisi keuangan
  • Hindari belanja impulsif karena dapat memperburuk kondisi keuangan pasca lebaran
  • Belanja hemat dengan memanfaatkan voucher, diskon, program gratis ongkir

4. Lunasi Hutang

Jika Anda berhutang untuk mengatasi biaya selama libur lebaran maka usahakan untuk melunasinya secepat mungkin. Namun, jika hutang tersebut berupa kartu kredit maka pastikan Anda melunasi tagihan di bulan berikutnya. 

Jika Anda berhutang dengan mengambil dana tabungan atau dana darurat, maka lunasi secara bertahap dengan menyisihkan dana setiap bulan. Pastikan lakukan ini secara disiplin dan konsisten agar kondisi finansial segera pulih. Alhasil, strategi mengatur keuangan pasca lebaran keluarga Anda terlaksana dengan baik.

5. Mulai Menabung Lagi

Strategi mengatur anggaran setelah lebaran berikutnya adalah mulai menabung lagi sehingga dapat mempercepat pemulihan finansial Anda. Menabung harus menjadi salah satu strategi mengatur anggaran keluarga agar keuangan keluarga terkendali. 

Usahakan untuk menyisihkan dana tabungan setelah menerima gaji sehingga dana tersebut selalu tersedia. Gunakan sisa dana untuk keperluan lain misalnya membayar hutang, belanja harian, uang transport dan kebutuhan pokok lainnya.

blog100

6. Menggunakan Aplikasi keuangan yang Sesuai untuk Anda

Memilih aplikasi keuangan penting karena dapat membantu memonitor pengeluaran dan membuat perencanaan anggaran secara lebih baik. Pelajari terlebih fitur yang ditawarkan sehingga dapat memaksimalkan usaha Anda dalam mengatur budget pasca lebaran online.

Tips Memulai Bisnis dengan Modal Minim

Ketika Anda menerima THR maka sebaiknya dana tersebut Anda gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat salah satunya dengan membuka usaha modal kecil.

Berikut beberapa tips penting ketika akan memulai sebuah bisnis modal kecil:

1. Tetapkan Jenis Usaha yang Paling Sesuai untuk Anda

Usahakan memilih usaha sesuai dengan kemampuan serta minat Anda sehingga dapat menjalankan usaha tanpa tekanan. Pasalnya, ketika melakukan sesuatu yang kita sukai maka kita tetap akan semangat walau harus menghadapi berbagai kesulitan dan masalah. 

Alhasil, kemampuan Anda semakin meningkat karena berhasil menemukan solusi masalah tersebut.

2. Kenali dan Pelajari Minat Pasar

Mengenali dan melakukan riset pasar penting karena membantu Anda mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Alhasil, Anda dapat menawarkan solusi untuk kebutuhan dan keinginan tersebut. 

Selain itu, riset pasar juga membantu Anda mengetahui pesaing Anda sehingga Anda dapat mengatur strategi antisipasi dan pemasaran terbaik untuk menjangkau pasar Anda.

Berikut beberapa rekomendasi usaha modal kecil yang dapat Anda pertimbangkan menjadi usaha Anda pasca lebaran:

  • Suplemen kesehatan dan penurun berat badan. Produk kesehatan dan penurun berat badan biasanya banyak dicari pasca lebaran karena masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan secara berlebih selama lebaran.
  • Produk perawatan tubuh dan wajah. Memilih usaha ini juga layak untuk Anda pertimbangkan karena pangsa pasarnya sangat besar baik pasca lebaran maupun pada kondisi biasa.
  • Penyedia kebutuhan idul adha. Usaha ini layak untuk Anda pertimbagkan karena masyarakat akan sibuk dengan perayaan Idul Adha sekitar dua atau tiga bulan pasca lebaran. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba usaha ini karena berpotensi menambah pundi-pundi keuangan Anda.
  • Mainan anak. Usaha yang satu ini tidak ada matinya karena sampai kapanpun tetap memiliki pasar tersendiri. Usaha ini dapat Anda jadikan pilihan karena umumnya anak-anak memiliki uang lebih ketika bersilaturahmi dengan saudara selama lebaran.

3. Rencanakan dan Alokasikan Modal dengan Tepat

Anda harus merencanakan modal usaha Anda dengan tepat agar usaha dapat berjalan lancar. Alokasi dana juga harus tepat misalnya untuk pembelian bahan baku, peralatan, biaya operasional dan sebagainya. 

Pastikan Anda membuat anggaran dengan baik agar langkah-langkah strategis pelaksanaan anggaran dapat terlaksana dengan maksimal.

4. Fokus pada Satu Usaha Dulu

Sebaiknya Anda fokus pada satu bisnis dulu agar dapat mengembangkannya secara maksimal. Setelahnya Anda dapat membuka cabang atau mencoba usaha lain agar dapat membantu menambah penghasilan.

5. Maksimalkan Sosial Media dan Marketplace

Di era digital ini kita harus pandai memaksimalkan sosial media dan market place yang ada sehingga dapat menjadi sarana pemasaran yang efektif. Selain itu, manfaatkan berbagai marketplace agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan untuk kelangsungan usaha Anda.

6. Lakukan Evaluasi Rutin

Evaluasi penting karena dapat membantu Anda menemukan akar masalah yang ada. Alhasil, Anda dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Kesimpulan

Menerapkan strategi mengatur keuangan pasca lebaran yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan finansial Anda pasca lebaran. Usahakan agar Anda mengerti cara Menyusun anggaran yang baik sehingga dapat menerapkannya dengan tepat.

Dengan dana yang Anda miliki, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk membuka usaha pasca lebaran karena dapat membantu memulihkan kondisi keuangan dan stabilitas keuangan di masa mendatang. 

Semoga informasi mengenai strategi mengatur anggaran setelah lebaran dan tips membuka usaha pasca lebaran di atas bermanfaat untuk Anda. Selamat mencoba!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Tips Memulai Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

Tips Memulai Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

Saat ini, semakin banyak ibu rumah tangga yang memilih untuk mengambil peran ganda sebagai pengusaha. Menjadi seorang ibu rumah tangga dan memulai bisnis rumahan bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan semangat dan keterampilan yang tepat, kamu dapat menjalankan bisnis yang sukses dari kenyamanan rumahmu sendiri.

Untuk membantumu memulai langkah ini, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk membangun bisnis rumahan yang sukses. Dengan mengikuti tips ini, kamu dapat mengoptimalkan waktu dan sumber daya yang ada, serta menggapai kesuksesan dalam dunia bisnis tanpa mengorbankan peran sebagai ibu dan manajer rumah tangga.

1. Cari tahu minat dan keahlian

Kenali minat dan keahlian khusus yang kamu miliki, seperti memasak, membuat kue, menjahit, atau keterampilan lain yang dapat kamu jadikan modal bisnis rumahan. Dengan menjalani bisnis sesuai dengan minat, kamu akan lebih termotivasi dan bersemangat dalam menjalankan usaha.

2. Lakukan riset pasar

Sebelum memulai usaha, kenali target pasar yang potensial. Identifikasi pesaingmu dan pahami tren dalam industri yang kamu pilih. Hal ini akan membantumu mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.

3. Buatlah business plan

Buatlah rencana bisnis terperinci yang mencakup visi, misi, tujuan, strategi pemasaran, dan perkiraan keuangan. Business plan akan menjadi panduanmu dalam mengelola usaha dan membantumu mengukur kemajuan yang telah kamu capai.

4. Manfaatkan teknologi

Buat akun bisnis di media sosial dan buat konten yang menarik untuk memperkenalkan produkmu. Manfaatkan kecanggihan teknologi dalam memasarkan usahamu kepada calon pelanggan.

5. Kelola keuangan dengan bijak

Buatlah catatan keuangan yang teratur dan akurat untuk memonitor pendapatan dan pengeluaran bisnismu. Penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis dengan membuka rekening bank terpisah. Patuhi prinsip-prinsip dasar akuntansi agar keuangan bisnismu tetap teratur.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut