Tag Archives: Menentukan

Cara Cuan Menentukan Harga Jual

Cara Cuan Menentukan Harga Jual

Apakah kamu berencana untuk menjalankan suatu usaha atau sedang merintis usaha? Jika ya, penting untuk mengetahui cara menentukan harga jual suatu produk agar usaha yang dijalankan bisa menghasilkan keuntungan. Berikut ini ada beberapa metode menentukan harga yang bisa kamu gunakan menyesuaikan dengan bisnismu.

Metode Cost-Plus Pricing

Ini adalah metode menentukan harga jual produk dengan cara menjumlahkan seluruh biaya modal (bahan baku dan biaya operasional) terlebih dahulu, kemudian baru ditambah untuk menghasilkan keuntungan.

Rumus sederhananya adalah harga jual = modal + persentase

Metode Mark-up Pricing

Cara yang kedua ini mirip dengan metode cost-plus pricing, akan tetapi perhitungan mark-up pricing tergolong lebih mudah. Pasalnya, penjual hanya perlu menambahkan modal dengan keuntungan yang ingin diperoleh.

Rumus sederhananya adalah: harga jual = modal + mark up

Metode Break-even Pricing

Metode ini adalah penentuan harga berdasarkan permintaan. Jika permintaan naik, maka harga produk naik. Tapi, ketika permintaan menurun, maka harga produk ikut turun. Metode ini menekankan pada biaya produksi, di samping permintaan pasar dalam menentukan harga. Apabila penjualan masih berada di bawah batas break even, itu berarti bisnis masih rugi. Sebaliknya, apabila penjualan kamu lebih tinggi dari batas break even, itu artinya bisnis and sudah menghasilkan keuntungan.

Metode Keystone Pricing

Selanjutnya adalah metode keystone pricing yang tergolong mudah, yaitu sebuah produk bisa dijual dengan harga dua kali lipat dari total modal yang dibutuhkan untuk produksi. Meski begitu, metode ini tak bisa diterapkan sembarangan sebab kualitas produk juga harus disesuaikan. Makin bagus kualitas produk yang dijual, maka harga jualnya pun akan semakin tinggi.

Manufacturer Suggested Retail Price

Penentuan harga dengan metode ini juga sangat mudah, sebab penjual menggunakan nominal harga yang sudah ditetapkan oleh pihak pabrik. Umumnya, perusahaan yang memakai metode Manufacturer Suggested Retail Price adalah perusahaan yang menjual kendaraan bermotor, elektronik, hingga obat-obatan. Meski demikian, harga ini bisa berubah sewaktu-waktu, apabila pihak penjual ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar atau sebaliknya.

Value-based Pricing

Metode penentuan harga satu ini cukup unik, sebab konsumen lah yang menentukannya. Hal ini bisa terjadi karena value-based pricing akan disesuaikan dengan besarnya nilai barang tersebut bagi pembeli. Metode ini cukup sulit untuk diterapkan karena tak ada patokan angkanya. Jadi penjual harus melakukan survei untuk menemukan rata-ratanya. Perlu diketahui bahwa metode value-based pricing kerap dijumpai dalam transaksi jual beli barang antik atau benda koleksi lainnya.

Harga Berdasarkan Pasar

Cara menentukan harga jual yang terakhir adalah berdasarkan pasar. Metode ini memakai modal sebagai acuan menentukan harga. Modal yang ada pun berasal dari harga pasar, sehingga besar kecilnya keuntungan ditentukan dari sana. Untuk memenangkan persaingan pasar, penjual harus meningkatkan kualitas produk yang akan dijual.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut

Tips Menentukan Uang Saku Anak Sekolah

Tips Menentukan Uang Saku Anak Sekolah

Tahun ajaran baru sudah tiba. Selain mempersiapkan uang pangkal dan juga uang sekolah bulanan, para orang tua juga harus menyisihkan anggaran untuk memberi uang saku anak setiap harinya. Memberi uang saku kepada anak adalah salah satu cara pengembangan diri dan perkenalan literasi keuangan pada anak karena dari situ anak bisa belajar untuk berhitung, menentukan skala prioritas, hingga melatih pengendalian diri. Lalu bagaimana menentukan uang saku untuk anak sekolah?

1. Pertimbangkan Umur Anak

Hal yang menjadi pertimbangan pertama adalah usia anak. Tentu orang tua tidak bisa memberikan jumlah uang saku yang sama untuk anak di bangku SMA dengan anak yang masih di bangku SD. Ini karena kebutuhan mereka yang berlainan. Sebenarnya, anak sudah bisa diberikan uang saku ketika mereka sudah paham konsep uang dan berhitung, biasanya saat duduk di bangku kelas 2 atau 3 SD.

2. Perhitungkan Kebutuhan Anak

Untuk menentukan jumlah uang saku yang tepat, orang tua harus memperhitungkan apa saja kebutuhan si anak, misalnya untuk jajan di kantin, transportasi, pulsa, kuota internet, dan kebutuhan yang berhubungan dengan pelajaran sekolah.

3. Diskusikan dengan Anak

Karena berkaitan dengan kebutuhannya, tak ada salahnya kalau orang tua mengajak sang anak untuk berdiskusi dalam menentukan jumlah uang saku yang pas untuknya. Umumnya kebutuhan pengeluaran uang saku mencakup membeli makanan di kantin, transportasi, menabung, dana sosial, dan kebutuhan gaya hidup seperti pulsa dan kuota.

4. Ajarkan Menabung

Salah satu kelebihan memberikan uang saku adalah menjadi sarana anak belajar menabung. Orang tua bisa mengajarkan mereka menabung untuk membeli barang yang diinginkan.

5. Hindari Memberikan Uang Tambahan

Kalau jatah mingguan atau bulanan si anak sudah habis, sebaiknya orang tua tidak memberikan uang tambahan. Ini bertujuan untuk mengajari mereka cara menghemat dan sekaligus bertanggung jawab atas keuangannya.

6. Berikan Sesuai Kemampuan

Meski tidak ada pedoman pasti besaran uang saku yang harus diberikan untuk anak, setiap anak pasti punya kebutuhan berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan orang tua juga. Untuk anak di bangku SD, kisaran jumlah uang saku mereka per hari adalah Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Sedangkan rata-rata uang saku anak SMP dan SMA adalah mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 150.000 per minggu.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut