Tag Archives: Mengelola

3 Skill Utama dalam Mengelola Uang

3 Skill Utama dalam Mengelola Uang

Kemampuan mengelola keuangan adalah hal penting agar kita bisa mencapai tujuan keuangan. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, kita cenderung bisa menghabiskan berapapun uang yang kita miliki ataupun mengalokasikan uang secara tidak optimal. Lalu apa saja skill utama dalam mengelola keuangan yang penting untuk kita miliki?

1. Menghasilkan Uang

Dalam mengelola keuangan, tentunya kamu membutuhkan skill menghasilkan uang terlebih dahulu. Menghasilkan uang bisa dengan bekerja, berwirausaha, freelance, ataupun profesi lainnya yang dapat menjadi pemasukan untukmu. Besarnya pemasukan dan pengeluaran bisa menjadi tolak ukur kesehatan keuangan kamu, termasuk menentukan porsi pengeluaran yang seimbang dengan pemasukan kamu.

Kamu bisa membuat laporan arus kas pribadi secara sederhana. Caranya adalah dengan rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Kamu bisa kurangkan pemasukanmu dengan pengeluaran yang dicatat secara rutin itu. Jika masih ada dana yang tersisa, uang tersebut bisa kamu alokasikan untuk kebutuhan lain. Jika pengeluaranmu lebih besar dari pemasukan, kamu bisa mulai menentukan skala prioritas pada pengeluaran. Tentukan mana yang penting dan mana yang bisa ditunda.

2. Punya Tujuan

Rencana keuangan butuh tujuan. Tujuan inilah yang memberikan jalan dan cara untuk kamu mencapainya. Dengan tujuan keuangan berbeda, maka perencanaan keuangannya juga bisa berbeda. Begitu pula dengan profil risiko dan portofolio investasinya. Nah, kamu juga bisa menentukan tujuan keuangan untuk jangka waktu yang lebih panjang. Misalnya kamu berencana menikah dengan pasangan. Kamu bisa tentukan jangka waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan itu semua. Dengan adanya tujuan tersebut, kamu akan terdorong untuk menyisihkan dan itu membuat kamu lebih disiplin dan mawas diri.

3. Berinvestasi

Menabung memang penting, namun tidak ada orang yang kaya hanya karena menabung. Menabung saja membuat uangmu tidur dan tidak produktif, bahkan terus berkurang nilainya karena inflasi. Hampir setiap orang yang mampu mengelola keuangan dan memiliki dana berlebih akan menginvestasikan uangnya agar uangnya itu menghasilkan uang lagi.

Perlu dicatat, setiap orang memiliki profil risiko investasi yang berbeda sehingga instrumennya juga akan berbeda. Ketahui profil risiko kamu sebelum berinvestasi. Kamu bisa lihat bahwa hasil investasi jauh lebih tinggi dibandingkan jika uangnya hanya kamu tabung.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut

3 Tips Mengelola Utang dalam Bisnis

3 Tips Mengelola Utang dalam Bisnis

Mengajukan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha adalah contoh utang yang bersifat produktif. Pinjaman produktif adalah kegiatan yang diajukan untuk menghasilkan sesuatu hal baru, baik berupa uang atau barang bernilai yang nantinya dapat dijadikan sebagai keuntungan. Hal ini tentu saja baik bagi keberlangsungan usaha mu. Namun ketika memutuskan untuk berutang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sibuk beberapa tips mengelola utang usaha berikut ini.

1. Melakukan Perencanaan Matang

Rencanakan sematang mungkin untuk mengetahui jumlah modal yang dibutuhkan, hal-hal apa saja yang akan menggunakan biaya dari utang, dan lain sebagainya. Pastikan pinjaman yang kamu ajukan sesuai dengan kebutuhan bisnismu saat ini, tidak kurang dan tidak lebih. Hitung juga kemampuan kalian dalam melunasi utang tersebut.

2. Buat Rencana Pelunasan Hutang

Demi mengembangkan bisnis, mungkin kamu harus berutang ke lebih dari satu pihak. Mulailah membuat rencana untuk melunasi utang dengan jumlah paling sedikit. Pertimbangkan jatuh tempo pelunasan utang yang telah disepakati. Tentukan juga apakah utang yang termasuk utang jangka pendek atau jangka panjang.

3. Perhatikan Rasio Keuangan

Lakukan pengecekan finansial secara rutin. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran dan kelola cash flow dengan baik. Dengan begitu, ketika catatan finansial menunjukkan adanya pembengkakan, kamu bisa segera mengambil tindakan.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut

35 Kata Kata Motivasi Finansial Agar Tepat dalam Mengelola Keuangan

Kata Motivasi

Kata kata motivasi seringkali menjadi pendongkrak suasana hati, baik itu untuk kehidupan pribadi, profesional, hingga finansial. Ya, benar, urusan keuangan pun juga membutuhkan petuah-petuah dari para tokoh populer dunia. 

Mereka lah sosok-sosok yang sudah paham betul soal uang yang masih kerap didewakan oleh sebagian besar orang. Kata kata motivasi yang mereka lontarkan umumnya terlahir dari pengalaman hidup mereka setelah menyaksikan bagaimana uang bisa mengubah ataupun menghancurkan hidup manusia. 

35 Kata Kata Motivasi Populer tentang Finansial

Banyak manusia yang telah diperbudak oleh uang. Bila kamu termasuk orang yang melakukan segalanya demi uang, berhati-hatilah. Sebab, kamu adalah tuan bagi kamu sendiri. Beberapa kata kata motivasi di bawah ini bisa menjadi bahan renungan bahwa uang bukanlah raja dunia. Yuk, simak! 

1. “Uang memang bukan satu-satunya jawaban atas semua masalah hidup, namun uang bisa menciptakan perbedaan.” oleh Barack Obama.

2. “Memperoleh uang ibarat menggali dengan jarum. Sedangkan menghabiskan uang ibarat air yang meresap ke pasir.” oleh Anonim.

3. “Tak ada hal yang benar-benar bisa membentuk kebiasaan selain uang.” oleh Don Marquis.

4. “Penghasilan itu seperti sepatu. Bila terlalu kecil, mereka akan menjepit. Bila terlalu besar, mereka bisa membuat kita tersandung.” oleh Charles Caleb Colton.

5. “Uang merupakan hamba yang baik, namun uang bukanlah tuan yang buruk.” oleh Francis Bacon.

6. “Uang tak pernah membodohi manusia, uang hanya menunjukkan siapa kita sebenarnya.” oleh Elbert Hubbard.

7. “Waktu jauh lebih berarti daripada uang. Kamu bisa memperoleh lebih banyak uang, namun tidak bisa memperoleh lebih banyak waktu.” oleh Jim Rohn.

8. “Bila kamu benar-benar bisa menghitung jumlah uangmu, berarti kamu bukan orang kaya.” oleh J. Paul Getty.

9. “Ide merupakan titik awal dari semua kekayaan.” oleh Napoleon Hill.

10. “Bukan soal seberapa banyak seseorang menghasilkan uang, namun untuk apa uang itu dipergunakan.” oleh John Ruskin.

11. “Hal terpenting yang harus kamu lakukan saat berada di dalam lubang adalah berhenti menggalinya.” oleh Warren Buffett.

12. “Hanya ada satu hal di dunia ini yang tak bisa dibeli oleh uang, yakni kemiskinan.” oleh Joe E. Lewis.

13. “Bila kamu memiliki uang, orang lain akan berpikir kamu adalah orang yang bijaksana, tampan, dan bisa bernyanyi seperti burung.” oleh Anonim.

14. “Jangan pernah membiarkan ekonomi saja yang menentukan karirmu atau bagaimana kamu menghabiskan sebagian besar waktumu.” oleh Denis Waitley.

15. “Uang tidak otomatis membuatmu bebas secara finansial. Hanya kamu yang bisa membuat dirimu sendiri bebas secara finansial.” oleh Suze Orman.

16. “Tujuan kita adalah menjadikan uang sebagai pelayan, bukan malah menjadikan uang sebagai tuan.” oleh Alistair Darling.

Baca juga: Penuh Makna, Inilah 27 Kata-Kata Bijak Tentang Kehidupan

17. “Ini adalah prinsip gift-giving saya: hargai setiap situasi keuanganmu sekarang.” oleh Suze Orman.

18. “Saya tidak menganggap bahwa sukses secara finansial adalah tolok ukur kesuksesan saya secara keseluruhan.” oleh Christie Hefner.

19. “Uang itu ibarat pupuk. Kamu harus menyebarnya atau ia akan menimbulkan bau.” oleh J. Paul Getty.

20. “Waspadalah terhadap setiap biaya kecil. Sebab, kebocoran kecil bisa menenggelamkan kapal yang besar.” oleh Benjamin Franklin.

21. “Bila kamu ingin menjadi orang kaya, kamu harus menciptakan pendapatan ganda.” oleh Bo Sanchez.

22. “Banyak orang menghabiskan uang yang mereka kumpulkan hanya untuk membeli barang yang tidak mereka inginkan dan hanya untuk membuat orang yang tidak mereka sukai terkesan.” oleh Will Rogers.

23. “Bila kamu ingin mengetahui nilai uang yang sesungguhnya, pergi dan cobalah untuk meminjam uang.” oleh Benjamin Franklin.

24. “Semua orang bisa menjadi kaya; namun itu hanyalah pertanyaan dari apa sebenarnya makna kaya bagimu.” oleh Ramit Sethi.

25. “Perencanaan keuangan memberitahumu kemana kamu akan menggunakan uangmu, bukan membuatmu penasaran kemana uangmu sudah kamu gunakan.” oleh Dave Ramsey.

26. “Berbelanja memang diperbolehkan, namun masa depan jauh lebih penting.” oleh Merry Riana.

27. “Banyak orang sering bertanya bisnis apa yang bagus. Jawabannya adalah bisnis yang dibuka, bukan bisnis yang ditanya terus.” oleh Bob Sadino.

28. “Saat berbicara soal uang, acuh bukanlah sikap yang bagus. Apa yang tidak kamu ketahui dapat menyakiti dirimu sendiri.” oleh Sandra S. Simmons.

29. “Tidak ada yang namanya jalan pintas bila kamu ingin keluar dari jerat utang.” oleh Dave Ramsey.

30. “Orang yang dapat mengendalikan arus kas adalah orang yang memiliki kekuatan” oleh Mark W. Boyer.

31. “Satu-satunya masalah yang bisa diselesaikan dengan uang adalah masalah keuangan.” oleh Mignon McLaughlin.

32. “Kekayaan bukan dilihat dari harta benda yang besar namun memiliki sedikit keinginan.” oleh Epictetus.

33. “Bukan dia yang punya banyak uang yang disebut kaya, namun dia yang memberi lebih banyak.” oleh Erich Fromm.

34. “Belanjakan uangmu untuk hal-hal yang bisa dibeli dengan uang. Nikmati waktumu untuk hal-hal yang tak bisa dibeli dengan uang.” oleh Haruki Murakami.

35. “Kekayaan bukan soal memiliki banyak uang, namun soal memiliki banyak pilihan.” oleh Chris Rock.

Itu tadi kata kata motivasi tentang keuangan yang bisa kamu gunakan sebagai bahan renungan. Berbicara soal keuangan, mungkin saat ini kamu sedang mencari layanan investasi yang terpercaya. Nah, layanan reksa dana Akseleran bisa jadi salah satu pilihan, lho. Dengan modal Rp100 ribu saja, kamu sudah bisa mulai berinvestasi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Customer Service Akseleran sekarang juga.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

7 Tipe Orang dalam Mengelola Keuangan

7 Tipe Orang dalam Mengelola Keuangan

Mengelola keuangan adalah salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Kemampuan mengelola keuangan sangat penting untuk menjaga kesehatan finansial dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengelola keuangan mereka. Berdasarkan kecenderungan perilaku dan cara pandang seseorang dalam mengelola keuangannya, terdapat beberapa tipe orang dalam mengelola keuangan.  Berikut adalah 7 tipe orang dalam mengelola keuangan.

1. The Spender

Tipe orang yang pertama adalah The Spender. Orang-orang dengan tipe ini cenderung menghabiskan uang mereka dengan cepat, terutama untuk barang-barang yang tidak diperlukan. Mereka cenderung tidak memiliki tabungan atau dana darurat, dan dapat merasa sulit untuk menabung karena kecenderungan mereka untuk membelanjakan uang dengan impuls.

2. The Saver

Tipe kedua adalah The Saver. Orang-orang dengan tipe ini cenderung sangat hati-hati dengan pengeluaran mereka dan selalu berusaha untuk menabung sebanyak mungkin. Mereka cenderung memiliki tabungan yang cukup besar dan dapat merasa sulit untuk mengeluarkan uang bahkan untuk hal-hal yang penting.

3. The Investor

Tipe ketiga adalah The Investor. Orang-orang dengan tipe ini cenderung memanfaatkan uang mereka dengan baik, dan selalu mencari cara untuk menghasilkan lebih banyak uang melalui investasi. Mereka cenderung memiliki pemahaman yang kuat tentang pasar keuangan dan memiliki portofolio investasi yang baik.

4. The Debtor

Tipe keempat adalah The Debtor. Orang-orang dengan tipe ini cenderung meminjam uang secara teratur, baik melalui kartu kredit, pinjaman pribadi, atau pinjaman lainnya. Mereka cenderung memiliki utang yang cukup besar dan dapat merasa kesulitan dalam mengelola pembayaran utang mereka.

5. The Budgeter

Tipe kelima adalah The Budgeter. Orang-orang dengan tipe ini cenderung memiliki anggaran yang baik dan selalu berusaha untuk mengikuti anggaran mereka. Mereka cenderung memiliki pemahaman yang baik tentang pengeluaran mereka dan selalu berusaha untuk membatasi pengeluaran mereka sesuai dengan anggaran mereka.

6. The Strategist

Tipe keenam adalah The Strategist. Orang-orang dengan tipe ini cenderung memiliki rencana yang matang untuk mengelola keuangan mereka. Mereka cenderung memiliki tujuan keuangan yang jelas dan selalu berusaha untuk mencapai tujuan tersebut melalui rencana yang matang dan pengelolaan keuangan yang hati-hati.

7. The Ignorer

Tipe terakhir adalah The Ignorer. Orang-orang dengan tipe ini cenderung mengabaikan masalah keuangan mereka dan cenderung tidak memperhatikan pengeluaran mereka. Mereka cenderung tidak memiliki rencana keuangan yang jelas dan dapat merasa kesulitan dalam mengelola keuangan mereka.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut

Bagaimana Cara Mengelola Risiko Investasi? Ini Tipsnya!

Cara Mengelola Risiko Investasi

Berinvestasi itu cara terbaik untuk membangun kekayaan. Itulah yang dicontohkan orang-orang kaya di dunia. Investopedia merilis bahwa 6 orang terkaya di dunia itu dari berinvestasi. Satu hal yang tersembunyi dari investasi, yaitu risiko. Untuk bisa kaya seperti mereka, Anda perlu belajar bagaimana cara mengelola risiko investasi yang tepat.

Segala bentuk investasi itu punya potensi risiko, namun risiko itu dapat ditekan sesuai dengan jenis investasinya. Potensi risiko itu meliputi; risiko sistematis dan risiko non sistematis. Keduanya tetap dapat diminimalisasi dengan tepat.

Tulisan ini berisi:

  • Definisi resiko investasi
  • Jenis-jenis risiko investasi
  • Cara meminimalisir risiko investasi
  • Strategi jitu untuk menjaga Keamanan Investasi

 Simak sampai tuntas.

Apa itu Risiko Investasi?

Risiko investasi adalah potensi kerugian yang bisa dialami seorang investor dalam aktivitas investasinya. Bisa saja hasil atau keuntungan investasi tidak sesuai ekspektasi karena banyak faktor.

Secara prinsip, hasil dan risiko investasi itu berbanding lurus, yaitu semakin besar nilai investasi, besar pula return yang akan diterima. Namun, ada kalanya berlaku sebaliknya.  Potensi keuntungannya kecil, maka nilai risikonya juga kecil.

Jenis-Jenis Risiko Investasi

Dalam bidang investasi terdapat 2 profil risiko investasi yang bisa terjadi, yaitu:

1. Risiko Sistematis/Systemic Risk

Risiko sistematis adalah jenis risiko investasi yang terpengaruh oleh pasar atau segmen pasarnya.  Jenis risiko ini termasuk contoh risiko investasi karena pengaruh dari luar yang tak dapat dikendalikan.

Risiko sistematis itu terdiri dari:

Risiko pasar yaitu risiko yang terjadi sebab penurunan nilai investasi karena perubahan sentimen pasar uang. Jenis risiko ini berpotensi dialami oleh hampir semua investor. 

Berubahnya tren saham berpengaruh pada investasi. Perubahan ini menjadi sebab terjadinya fluktuasi nilai aktiva bersih (NAB) dan portofolio investasi. Semisal, reksadana.

Contoh,  laporan finansial perusahaan yang hasil akhirnya menunjukkan angka buruk ketika rilis ke publik, maka mau tidak mau mempengaruhi nilai saham perusahaan itu. Risiko investasi saham itu terbilang tinggi bila dibanding risiko reksadana.

  • Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko nilai tukar mata uang yaitu risiko yang terjadi karena perubahan nilai tukar mata uang suatu negara. Nilai tukar mata uang negara itu bisa fluktuatif karena pengaruh nilai tukar mata uang negara lain.

Contoh, nilai tukar mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, maka bila pemerintah mengeluarkan banyak rupiah untuk membeli dolar, maka rupiah pasti melemah.

Risiko suku bunga yaitu, munculnya risiko saat terjadi suku bunga yang fluktuatif. Jenis investasi yang terpengaruh karena suku bunga adalah investasi pendapatan tetap. Contoh, suku bunga acuan (BI Rate) yang meningkat drastis pada periode tertentu.

Risiko itu muncul karena terjadi konflik sebuah negara. Konflik suatu negara itu bisa berpengaruh pada nilai investasi negara lain. Bukan hanya konflik, peraturan, politik, perundang-undangan juga mempengaruhi nilai investasi negara lain.

Contoh, Pemerintah membuat kebijakan, yaitu menaikkan suku bunga. Kebijakan ini memperkuat IHSG pada kuartal 4 tahun 2022.

2, Risiko Tidak Sistematis/Unsystemic Risk

Yaitu risiko yang muncul bukan karena pengaruh pasar atau segmen pasarnya. Jenis risiko ini dikenal dengan risiko perusahaan. Risiko jenis ini termasuk risiko yang dapat dikendalikan atau risiko yang terukur. Namun, risiko jenis ini tak begitu berdampak pada lembaga secara cepat.

Risiko tidak sistematis itu terdiri dari:

Risiko likuiditas yaitu risiko yang terjadi saat perusahaan tak mampu menyiapkan uang tunai untuk membayar kewajibannya. Akibat dari risiko ini, investor tak dapat menarik dana dari investasinya.

Risiko reinvestasi yaitu risiko karena seorang investor memindah portofolio investasinya ke tempat lain.  Akibatnya, nilai cash investasi menurun drastis.

Baca juga: 6 Strategi Mengukur Risiko Investasi

Cara Meminimalisir Risiko Investasi

Potensi risiko sering membuat Anda takut berinvestasi, namun Anda harus tetap optimis karena risiko bisa diatasi. Cara meminimalisir risiko investasi, antara lain:

  • Tetapkan Tujuan Dalam Berinvestasi

Tujuan utama berinvestasi itu untuk memperoleh return yang tinggi. Sehingga Anda berpotensi semakin kaya dari investasi. Namun, sebelum berinvestasi pastikan Anda menetapkan jangka waktu investasi yang Anda inginkan sesuai dengan potensi risikonya. 

Misalnya, Anda memutuskan berinvestasi jangka pendek, maka reksadana bisa jadi pilihannya. Berinvestasi pada reksadana itu aman bagi pemula.

  • Lakukan Diversifikasi Investasi

Salah satu cara mengelola risiko investasi itu dengan diversifikasi investasi. Semakin besar modal yang Anda investasikan, semakin besar pula potensi return yang akan Anda terima, namun Anda harus cerdas dalam berinvestasi.

Jangan meletakkan semua investasi Anda di satu tempat. Letakkan investasi Anda pada portofolio yang berbeda. Tentu saja, portofolio yang aman dan menjanjikan.

  • Gunakan Instrumen Investasi yang Sesuai

Untuk menghasilkan return yang tepat, maka Anda perlu berinvestasi pada instrumen yang sesuai dengan tujuan Anda berinvestasi. Bagi pemula, sebaiknya Anda berinvestasi pada portofolio yang terbilang aman, seperti reksadana, deposito, P2P lending dan emas.

Namun, bila ingin hasil maksimal, Anda bisa berinvestasi pada obligasi dan saham.

  • Lakukan Pengawasan Investasi

Berinvestasi itu bukan menaruh uang kemudian membiarkannya begitu saja. Namun, berinvestasi itu menggunakan uang sebagai daya ungkit (leverage) untuk menarik return yang tinggi. Maka kata kuncinya adalah melakukan pengawasan.

Arti dari pengawasan adalah memegang penuh kendali atas investasi yang Anda lakukan.  Lakukan monitor secara berkala atas pergerakan nilai investasi Anda.  Memahami naik turunnya trend investasi akan mampu meminimalisir risiko investasi itu.

  • Belajar dan Mendalami Ilmu Investasi

Berinvestasi itu ilmu menjadi orang kaya. Sediakan waktu terbaik untuk mempelajari investasi  agar investasi Anda berkembang dan menghasilkan return maksimal.

  • Hindari Sikap Panik Saat Menghadapi Risiko Investasi

Berinvestasi itu berpeluang menghasilkan return dan risiko. Maka saat terjadi potensi risiko,  Anda harus bersikap tenang. Kepanikan hanya akan membuat Anda semakin terpuruk dan mengambil keputusan yang kurang tepat. Keputusan yang salah berujung pada kerugian investasi yang lebih dalam lagi.

Strategi untuk Menjaga Keamanan Investasi

Berinvestasi itu ujungnya untuk meraih keuntungan. Di samping keuntungan, ada juga potensi risikonya. Berikut tips menekan potensi terjadinya risiko dari investasi, yaitu:

  • Temukan Portofolio Investasi yang Stabil

Anda sudah melakukan diversifikasi investasi, maka Anda tahu investasi mana yang memberikan return terbaik, itulah portofolio yang perlu Anda perkuat agar menghasilkan keuntungan maksimal.

  • Update Berita Perkembangan Pasar Keuangan

Anda bisa menajamkan insting investasi dengan update berita terkini. Perkembangan investasi sangat cepat. Berita digital menyajikan laporan perkembangan portofolio keuangan setiap detiknya. Jadi, Anda bisa mempelajari perkembangan pasar uang dari informasi digital.

Tulisan ini menjadi jawaban bagaimana cara mengelola risiko investasi dan mengubah investasi jadi ladang penghasil cuan untuk membangun kekayaan. Menerapkan strategi ini dengan tepat akan memudahkan Anda meraih return maksimal dan stabil dari investasi.  Pada akhirnya, menjadi kaya itu bukan sesuatu yang mustahil tetapi hanya menunggu waktu saja. Menetapkan goal yang tepat, melakukan diversifikasi, melakukan pengawasan dan belajar dari yang terbaik dalam bidang investasi akan mengantarkan Anda jadi ahli investasi dan kaya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Tips dan Strategi Efektif untuk Mengelola Keuangan Bisnis

Panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula

Memulai usaha sendiri menjadi banyak impian orang. Terlebih, dengan memiliki usaha sendiri, Anda bebas menjalankan ketentuan dan peraturan sendiri. Akan tetapi, bukan tidak mungkin sebuah bisnis akan mengalami kegagalan. Seseorang yang baru akan merintis usaha perlu belajar panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula.

Tidak sedikit yang merintis usaha hanya untuk berakhir gulung tikar. Padahal jika memiliki manajemen keuangan yang baik, sebuah usaha bisa tumbuh besar.

Mengelola keuangan menjadi salah satu pondasi penting agar bisnis bisa berjalan sukses dan juga bertahan lama.

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah kegiatan mengelola, mengatur dan merencanakan keuangan untuk keberlangsungan jangka panjang. Bagi sebuah perusahaan, manajemen keuangan dapat berupa pencatatan pengeluaran dan pemasukan, penentuan anggaran, dan juga pengawasan dalam penggunaan dana. 

Selain itu, manajemen keuangan tidak hanya bersifat membatasi pengeluaran agar modal selalu kembali, namun juga mengelola modal agar menghasilkan lebih banyak profit.

Mengapa Manajemen Keuangan Penting Bagi Pengusaha Pemula?

Sebuah panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula menjadi sangat penting karena pengelolaan dana yang baik menjadi kunci keberlangsungan usaha tersebut. Tidak hanya mengatur pengeluaran, manajemen keuangan memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Mengontrol Keuangan: Memastikan setiap departemen pada perusahaan Anda memiliki anggaran dan juga pengarahan dana yang tepat dan efisien sehingga tidak ada pemborosan.
  • Mengambil Keputusan: dengan sistem kontrol yang baik, pengusaha bisa menjadikan manajemen keuangan sebagai pengambil keputusan dalam langkah bisnis berikutnya.
  • Menyusun Strategi: Pengelolaan keuangan dapat menjadi kunci untuk menyusun strategi berikutnya. Strategi dapat berupa anggaran bulanan dan tahunan, dan strategi marketing.

Menentukan Tujuan Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Pengelolaan keuangan bagi pemula dapat dimulai dengan menentukan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan keuangan jangka pendek biasanya memiliki rentang maksimal 3 tahun, sedangkan keuangan jangka panjang memiliki rentang 7-10 tahun.

Tentukan Tujuan Keuangan Jangka Pendek

Menentukan tujuan keuangan jangka pendek bisa menjadi langkah pertama untuk mulai mengatur strategi keuangan. Dalam menentukan tujuan keuangan jangka pendek, Anda bisa mengikuti cara berikut:

  • Mencatat pengeluaran dan pemasukan tiap bulan
  • Menentukan prioritas pengeluaran
  • Membuat laporan keuangan tertulis 
  • Membuat proyeksi perencanaan keuangan per bulan dan per tahun untuk 3 tahun 

Dengan memulai langkah-langkah tersebut, Anda sudah bisa melihat gambaran besar keuangan perusahaan dan keadaan yang paling nyata. Untuk bisa menentukan rencana jangka pendek, seorang pengusaha minimal mempunyai ilmu administrasi, atau menyewa pekerja yang bisa dalam ilmu administrasi.

Setelah semua administrasi tertata, minimal Anda bisa memiliki data yang kemudian bisa memunculkan proyeksi untuk pertumbuhan perusahaan untuk bulan berikutnya.

blog100

Tentukan Tujuan Jangka Panjang

Setelah mencoba membuat rencana jangka pendek, seorang pengusaha juga perlu untuk memproyeksikan rencana jangka panjang. Untuk rencana jangka panjang mulai dari 7-10 tahun.

Untuk bisa membuat rencana jangka panjang, bisa dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Mengumpulkan laporan tiap tahun
  • Membuat profiling perkembangan tiap tahun
  • Mendata semua aset perusahaan
  • Menghitung likuiditas aset
  • Membuat rencana anggaran tahunan berdasarkan data performa

Dengan mengikuti cara tersebut, Anda menjadi punya proyeksi untuk mengetahui pertumbuhan perusahaan. Angka pertumbuhan ini yang kemudian menjadi patokan untuk membesarkan perusahaan dalam skala besar melalui rencana jangka panjang.

Tips dan Strategi Mengelola Keuangan Bisnis dengan Efektif dan Efisien

Aspek keuangan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah bisnis bisa bertahan lama atau tidak. Akan tetapi, modal besar saja tidak cukup, melainkan bagaimana cara mengelolanya yang jauh lebih penting.

Berikut panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula agar keuangan lebih efektif.

Buat Rencana Keuangan dan Anggaran yang Realistis

Hal pertama yang diperlukan untuk mengatur keuangan adalah adanya dokumentasi laporan keuangan. Dokumentasi ini kemudian menjadi bahan pembuatan rencana keuangan selanjutnya.

Rencana keuangan dan juga anggaran perlu realistis. Realistis berarti tidak ada pengandaian dan tidak ada kebutuhan yang tidak diperlukan yang masuk ke anggaran.

Proyeksi anggaran nantinya harus memenuhi kebutuhan dasar perusahaan seperti modal, bahan baku, dan juga pengeluaran dasar. Untuk pengeluaran yang masih mudah Anda kontrol seperti perawatan, biaya marketing, dan lain-lain bisa Anda atur dengan bujet minimal.

Hindari Hutang atau Kelola Hutang dengan Bijak

Hutang bisa menjadi solusi memulai usaha tanpa modal besar. Akan tetapi, hutang juga bisa menjadi beban perusahaan nantinya apabila tidak ada mitigasi pelunasannya.

Bagi pengusaha bisnis pemula, akan lebih baik jika Anda tidak terjerat dengan hutang terlebih dahulu. Lebih baik untuk mengumpulkan modal nyata tanpa perlu harus berhutang. Bunga yang tinggi bisa menjadi liabilitas kedepannya. Belum jika usaha kemudian menghadapi kesulitan, maka Anda bisa semakin terjerat hutang.

Namun apabila Anda tidak bisa menghindari hutang, pastikan saat mengambil hutang, Anda sudah punya dana untuk melunasinya.

Sebagai contoh, jika Anda meminjam Rp10 juta sebagai tambahan modal, pastikan Anda memiliki Rp10 juta juga sebagai simpanan.

Selain itu, pinjam dari pinjaman dengan bunga terendah dan tidak menerapkan bunga floating yang berubah-ubah tergantung inflasi. Dengan begitu, hutang akan jadi lebih terkendali dan tidak memberatkan pembayaran kedepannya.

Baca juga: Sudah Tahu Perbedaan Bunga Floating atau Fixed? Selengkapnya!

Tidak Mengambil Resiko Finansial yang Tidak Perlu

Ketika memulai usaha, terkadang pengusaha terlalu bersemangat dan membeli terlalu banyak aset. Selain itu, banyak pengusaha yang mengambil investasi terlalu cepat.

Melengkapi aset dan juga berinvestasi bukan langkah yang salah, akan tetapi jika Anda gegabah dan mengambil langkah terlalu banyak di awal, maka Anda akan kehilangan banyak kesempatan dan bahkan kehabisan dana.

Dalam 2 tahun pertama, pastikan Anda tidak mengambil resiko finansial yang terlalu besar kecuali perusahaan sudah tumbuh minimal 1 kali omset setiap tahun.

Pertimbangkan Investasi yang Cocok untuk Bisnis Anda

Jika Anda memutuskan untuk berinvestasi, pastikan Anda memilih investasi yang cocok untuk proses bisnis Anda sesuai dengan panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula. Memilih jenis investasi bisa mulai dengan jenis instrumen keuangan yang berbeda.

Beberapa jenis investasi perusahaan ada reksadana, obligasi, dan saham. Urutan resiko terbesar mulai dari reksadana dengan resiko terkecil dan saham dengan resiko terbesar. 

Sedangkan untuk keuntungan ada saham dengan peluang terbesar dan reksadana dengan dividen terkecil. Untuk bisa naik ke saham, Anda perlu mempelajari resikonya terlebih dahulu.

Perbarui dan Tinjau Rencana Keuangan secara Berkala 

Setelah membuat rencana keuangan perusahaan, perusahaan tetap perlu meninjaunya secara berkala. Tidak semua akan berjalan sesuai rencana sehingga perlu penyesuaian setiap saat.

Adakan pertemuan dengan jajaran manajemen untuk melaporkan perkembangan mulai dari mingguan, bulanan dan tahunan.Itulah panduan manajemen keuangan untuk pengusaha pemula agar bisnis berjalan secara efektif dan efisien. Pastikan untuk selalu memperbaharui ilmu manajemen keuangan dan merekrut orang terpercaya agar bisnis berjalan lancar. Dengan begitu, keuntungan perusahaan bisa semakin bertambah setiap tahunnya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Pengaruh Psikologi dalam Mengelola Uang

Pengaruh Psikologi dalam Mengelola Uang

Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki emosi, seringkali tidak dapat terlepas dari pengaruh emosinya dalam mengambil keputusan, termasuk dalam hal mengelola uang. Terlebih lagi, faktor emosi tersebut dapat berdampak pada kesalahan dalam pengambilan keputusan finansial, seperti membeli saham tanpa analisis yang matang atau berinvestasi tanpa memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Goleman (2000:46) melalui penelitiannya mengatakan bahwa kecerdasan emosi menyumbang 80% dari faktor penentu kesuksesan seseorang, sedangkan 20% yang lain ditentukan oleh IQ (Intelligence Quotient). Menurut Suharsono (2005:120) kecerdasan emosional tidak hanya berfungsi untuk mengendalikan diri, tetapi lebih dari itu juga mencerminkan kemampuan dalam mengelola ide, konsep, karya atau produk, sehingga hal itu menjadi minat bagi banyak orang.

Oleh karena itu, untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana faktor psikologi mempengaruhi keputusan finansial, diperlukan pemahaman mengenai behavioral finance.

Pengertian Behavioral Finance

Behavioral finance adalah bidang studi yang menggabungkan konsep psikologi dan ekonomi dalam rangka memahami perilaku manusia dalam pengambilan keputusan finansial. Menurut behavioral finance, manusia cenderung mengambil keputusan finansial yang tidak selalu rasional, namun dipengaruhi oleh emosi, keyakinan, dan bias kognitif.

Keputusan dalam hal Mengelola Uang dan Investasi juga Dipengaruhi Emosi

Dalam mengambil keputusan mengenai uang dan investasi, seringkali emosi manusia berperan penting. Contohnya, ketika seseorang mengalami kerugian dalam investasi, ia cenderung mengambil keputusan yang kurang rasional, seperti menjual saham dengan harga murah demi meminimalisir kerugian.

Selain itu, manusia juga memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan yang tidak seimbang dalam mengelola uangnya, seperti lebih cenderung menghindari risiko daripada mencari peluang keuntungan yang lebih besar. Hal ini disebut dengan aversion to loss, dimana manusia cenderung lebih takut kehilangan uang daripada berusaha mendapatkan keuntungan.

Tips agar Tidak Salah dalam Mengambil Keputusan dalam Mengelola Uang

Agar tidak salah dalam mengambil keputusan dalam mengelola uang, ada beberapa tips yang dapat diikuti:

  1. Hindari pengambilan keputusan berdasarkan emosi. Cobalah untuk mengambil keputusan secara rasional dan objektif.
  2. Buatlah perencanaan keuangan yang matang. Buatlah rencana keuangan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Hal ini akan membantu Anda menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan membantu Anda mencapai tujuan keuangan Anda.
  3. Lakukan riset sebelum berinvestasi. Sebelum membeli saham atau melakukan investasi, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu. Pelajari informasi yang tersedia tentang saham atau investasi yang ingin Anda lakukan.
  4. Diversifikasikan investasi Anda. Jangan hanya menginvestasikan uang Anda pada satu jenis investasi saja. Sebaiknya diversifikasikan portofolio investasi Anda agar risiko kerugian dapat diminimalisir.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].