Tag Archives: Organisasi

Pengertian Struktur Organisasi, Fungsi, Jenis dan Faktor Berpengaruh

Struktur Organisasi

Struktur organisasi jadi istilah yang sudah sering didengar. Meski begitu, tidak semua orang paham tentang pengertian dari istilah yang satu ini. Padahal, penerapan struktur secara tepat dalam sebuah organisasi berpengaruh secara positif pada performa anggota secara keseluruhan. Oleh karena itu, tidak heran kalau keberadaannya jadi salah satu kunci meraih kesuksesan. 

Mengingat manfaat besar yang bisa didapatkan, pengetahuan secara mendalam tentang struktur kelembagaan harus Anda miliki. Pemahaman yang cukup, bisa membantu Anda untuk menjalankan peran masing-masing dan meraih kesuksesan bersama. Apalagi, ada berbagai jenis struktur kelembagaan yang digunakan perusahaan. 

Pengertian Struktur Kelembagaan

Struktur kelembagaan tidak lain adalah sebuah sistem yang mendefinisikan hierarki dalam sebuah organisasi. Keberadaannya membantu anggota organisasi untuk mengetahui pekerjaan, fungsi, serta alur koordinasi yang perlu dijalankannya. Perusahaan pun biasanya menggunakan bagan organisasi sebagai sarana untuk mengilustrasikan struktur yang mereka gunakan. 

Fungsi Struktur Organisasi

Dalam sebuah organisasi, keberadaan struktur mempunyai fungsi yang sangat penting. Beberapa fungsi tersebut antara lain adalah: 

1. Mendorong Komunikasi yang Efisien

Struktur dalam sebuah perusahaan membentuk adanya hierarki yang membuat chain of command jadi lebih jelas. Karyawan dapat mengetahui kepada siapa mereka harus melakukan pelaporan. Di waktu yang sama, keberadaan hieararki membuat karyawan tahu skema koordinasi yang perlu mereka terapkan selama di tempat kerja. 

2. Sistem Pengambilan Keputusan yang Jelas

Fungsi struktur organisasi selanjutnya adalah adanya sistem pengambilan keputusan yang jelas. Karyawan jadi mengetahui siapa yang memiliki hak untuk melakukan pengambilan keputusan untuk setiap kondisi yang mereka hadapi. Hal ini dapat membantu agar proses pengambilan keputusan berjalan efektif dan tidak bertele-tele. 

3. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

Penyusunan hierarki dalam perusahaan akan memunculkan berbagai departemen dan tim kerja. Masing-masing departemen dan tim memiliki tugas dan tanggung jawab tersendiri. Para karyawan yang menjadi bagian dari anggotanya, jadi tahu secara jelas tugas serta tanggung jawab yang harus mereka selesaikan. 

4. Mendorong Pengembangan SDM

Fungsi yang terakhir adalah sebagai upaya mendorong perkembangan SDM. Karyawan bisa melihat peluang adanya kenaikan jabatan. Mereka jadi mengetahui kualifikasi yang diperlukan untuk menempati posisi tertentu dalam sebuah perusahaan. Hal ini berpotensi mampu mendorong motivasi para karyawan untuk terus berkembang dan menempati posisi lebih baik. 

Jenis Struktur Kelembagaan

Dalam penerapannya, Anda bisa menjumpai ada berbagai struktur yang digunakan oleh organisasi. Penggunaannya pun dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan serta kondisi yang dihadapi oleh perusahaan. Berikut ini adalah beberapa jenis struktur organisasi yang perlu Anda ketahui: 

1. Struktur Hierarkis

Struktur hierarkis merupakan jenis struktur yang paling sering digunakan. Bagan organisasi ini memiliki bentuk seperti piramida, dengan jabatan tertinggi adalah direktur utama atau chief executive officer (CEO). Di tingkat bawah, terdapat karyawan entry-level dan low-level yang dikepalai oleh supervisor. 

2. Struktur Fungsional

Bentuk struktur fungsional terlihat mirip dengan bagan pada struktur hierarkis. Hanya saja, penempatan karyawan dipertimbangkan pada kemampuan yang mereka miliki. Selain itu, setiap departemen dalam organisasi memiliki sistem kerja yang independen. 

Baca juga: Fungsi dan Pengertian Modal Kerja dalam Bisnis

3. Struktur Horizontal

Struktur horizontal kerap jadi pilihan perusahaan yang tengah berkembang. Struktur organisasi sederhana ini mendorong adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih terbuka antara masing-masing karyawan. Di samping itu, mereka juga mempunyai tanggung jawab yang cukup besar. 

4. Struktur Divisional

Ada pula jenis struktur divisional. Struktur ini memunculkan adanya divisi tertentu yang bekerja secara independen dan memiliki berbagai tim di dalamnya. Penggunaan struktur organisasi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan besar dengan tujuan untuk mempersingkat proses pengambilan keputusan. 

5. Struktur Matriks

Selanjutnya, ada struktur kelembagaan berbentuk matriks. Dalam sistem ini, seorang karyawan bisa mempunyai berbagai tanggung jawab. Pemanfaatannya memberikan peran dan tanggung jawab yang lebih dinamis bagi para karyawan. 

Faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

Dari berbagai opsi jenis struktur tersebut, mana yang bisa Anda pilih? Berkaitan dengan penggunaannya, ada 3 faktor berpengaruh yang perlu Anda perhatikan, yaitu: 

1. Ukuran Organisasi

Organisasi sederhana tidak memerlukan struktur yang rumit. Sementara itu, perusahaan besar memerlukan struktur dengan bentuk yang lebih kompleks. 

2. Tahap Pengembangan Bisnis

Pada awal-awal pengembangan bisnis, seseorang punya kecenderungan untuk memakai struktur sederhana. Struktur tersebut pun mengalami perubahan secara berkala seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan. 

3. Strategi Bisnis

Faktor terakhir adalah strategi bisnis. Kalau Anda mengutamakan inovasi produk, pastikan bahwa struktur organisasi yang dipakai memiliki chain of command jelas. Lain halnya dengan strategi yang mengedepankan diferensiasi. Struktur yang ramping harus menjadi pertimbangan utama. 

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai struktur kelembagaan yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Organisasi Nirlaba: Definisi, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Organisasi Nirlaba Adalah

Organisasi merupakan sekumpulan orang dengan berbagai kompetensi yang saling berhubungan untuk mencapai satu tujuan yang sama. Ada banyak sekali organisasi di Indonesia yang bisa membantu membantu membangun sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga layanan masyarakat. Salah satunya adalah organisasi nirlaba. Oleh karena tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, organisasi nirlaba memiliki sebutan lain organisasi non-profit atau NGO.

Definisi Organisasi Nirlaba

Lalu, apa itu organisasi nirlaba? Secara sederhana, organisasi nirlaba adalah bentuk organisasi yang didirikan dengan tujuan untuk mendukung kebijakan atau menjadi solusi dari permasalahan penting yang sedang dialami oleh suatu negara. Organisasi nirlaba atau NGO ini bisa dibentuk dari organisasi politik, sekolah, agama, rumah sakit, dan lainnya. Tujuannya tidak menarik keuntungan dari pihak tertentu atau tidak bersifat komersial.

Ciri-Ciri Organisasi Nirlaba

Beragamnya organisasi yang terbentuk di Indonesia tak pelak membuat masyarakat kebingungan untuk membedakan antara satu organisasi dengan lainnya. Guna memudahkan Anda mengenali suatu organisasi sebagai NGO, berikut beberapa ciri-cirinya berdasarkan PSAK No. 45:

  • Sumber dana utama berasal dari para donatur yang tidak mengharapkan keuntungan. 
  • Organisasi nirlaba adalah bentuk organisasi yang diharapkan mampu menghasilkan suatu barang atau jasa tanpa mengejar profit. Apabila mendapatkan laba, besarnya tidak pernah dibagi kepada donatur. 
  • Organisasi tidak memiliki kepemilikan yang jelas. Artinya, organisasi tidak bisa dijual, ditukar, atau dikembalikan donasinya. 
  • Sebenarnya, organisasi nirlaba tidak memiliki proporsi pembagian keuntungan ketika dilakukan pembubaran atau likuidasi. Jadi, organisasi bisa kembali dikembangkan ketika instansi dibubarkan. 

Sementara itu, Anthony dan Young dalam buku berjudul Management Control in Non-profit Organization menyatakan bahwa ciri-ciri organisasi nirlaba adalah:

  • Organisasi yang tidak mencari laba atau keuntungan.
  • Memiliki penilaian terhadap pembebanan pajak.
  • Hanya berfokus pada memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Tidak mengharapkan adanya profit dari para mitra yang berkaitan dengan bantuan keuangan.
  • Politik memiliki pengaruh yang kuat dalam peran organisasi.
  • Dikuasai oleh para profesional.

Contoh Organisasi Nirlaba di Indonesia

Agar bisa lebih mengerti tentang organisasi nirlaba, berikut beberapa contohnya yang ada di Indonesia:

Yayasan

Yayasan merupakan contoh NGO yang pastinya banyak Anda temui. Organisasi ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa yayasan adalah suatu organisasi yang dibentuk bersumber pada pembagian kekayaan. Mudahnya, organisasi ini memiliki fokus pada tujuan sosial, agama, atau aspek kemanusiaan lain yang bisa membantu masyarakat. 

Ciri khas dari yayasan sebagai salah satu organisasi nirlaba adalah kepemilikannya yang bersifat eksklusif.  Jadi, yayasan hanya mempunyai pendiri dan Warga Negara Asing bisa membentuk sebuah yayasan atau kepunyaan pribadi. Ini terlihat dari struktur organisasinya yang terdiri dari dewan pengawas, penasihat, dan pengurus. Dewan pengawas memiliki hak penuh untuk memberikan kebijakan terhadap para penasihat dan pengurus. 

Baca juga: Apa Itu Warisan, Pembagian hingga Simulasinya

Lembaga Gabungan (Asosiasi)

Selain yayasan, contoh lain dari organisasi nirlaba adalah lembaga gabungan atau disebut juga asosiasi. Organisasi ini dibentuk karena tujuan yang sama dari para anggotanya. Asosiasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu asosiasi biasa yang tidak memiliki payung hukum dan asosiasi gabungan yang memiliki hukum. Jadi, apabila suatu lembaga gabungan ingin memiliki jaminan hukum, maka lembaga tersebut harus menyiapkan registrasi. 

Nantinya, surat registrasi tadi akan diserahkan kepada ketua pengadilan negeri. Jika disetujui dan mendapatkan pengesahan, maka lembaga tersebut akan mendapatkan jaminan hukum dari Dephumkam. 

Institut

Lalu, ada pula institut, organisasi yang berfokus pada bidang sosial, humaniora, budaya, dan pendidikan. Contohnya busa berupa institusi adalah sekolah lembaga kursus belajar, lembaga pelatihan kerja dan lain sebagainya.

Melalui definisi, ciri, dan contohnya, bisa disimpulkan bahwa organisasi nirlaba adalah bentuk lembaga yang memiliki tujuan utama untuk membantu kesejahteraan masyarakat. Meski begitu, memang benar bahwa membentuk organisasi nirlaba membutuhkan waktu yang tidak sebentar, terlebih organisasi ini tidak berfokus untuk mendapatkan laba. Namun, tidak boleh terlupa, setiap bentuk organisasi harus bisa mengelola keuangan dengan baik. 

Bukan tanpa alasan, ini karena organisasi nirlaba harus bertanggung jawab atas pemakaian anggaran yang didapatkan. Baik pemasukan dari investor, donatur, maupun pemerintah, salah satunya terkait masalah pembiayaan pajak. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].