Tag Archives: Pandemi

Terkena Dampak dari Pandemi? Tenang Ada Insentif Pajak!

Insentif Pajak

Insentif Pajak – Munculnya pandemi virus corona beberapa bulan belakangan memang terbukti memberikan banyak dampak terhadap berbagai bidang tidak terkecuali bidang bisnis dan finansial. Dampak yang dirasakan bidang bisnis finansial ini terasa hampir ke seluruh bidang usaha di Indonesia, terbukti dari hampir 60% perusahaan di Indonesia selama pandemi ini melakukan berbagai macam hal untuk mengoptimalisasi usahanya mulai dari melakukan pemotongan gaji, penyesuaian bonus, penundaan THR (tunjangan hari raya) hingga melakukan layoff kepada para karyawannya.

Karena itu akhirnya pemerintah melalui menteri keuangan mengeluarkan satu aturan terkait Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Covid-19. Pemberian insentif pajak ini sudah sempat beredar dikarenakan perekonomian yang terbilang tidak stabil dan cenderung menurun drastis akibat pandemi ini sehingga pemerintah memberikan insentif pajak ini.

Insentif Pajak yang diberikan Selama Masa Pandemi

Seperti yang diketahui bahwa pandemi ini memang tidak ada yang mengetahui kapan usainya. Namun, rencananya pemberian insentif pajak yang dilakukan oleh pemerintah akan berlangsung selama kurang lebih 6 bulan ke depan yang terhitung hingga September 2020. Pemberian insentif ini penerapannya tidak berlaku untuk seluruh jenis pajak yang akan disesuaikan dengan konsep penerapan masing-masing pajak.

Penting untuk dipahami bahwa Insentif pajak ini tidak akan diberikan ke seluruh jenis pajak penghasilan (PPh) artinya tidak semua dapat menikmati insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah. Itu juga berlaku pada Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan Pengusaha Kena Pajak (PKP) bisa mendapatkan insentif ini dengan mudah. 

Karena itu untuk di bawah jenis pajak yang diberikan insentif akibat pandemi ini:

Mereka yang menerima insentif ini adalah mereka yang memiliki status sebagai pegawai dari pemberi kerja. Pemberi kerja yang pegawainya menerima insentif ialah pemberi kerja yang memiliki kode Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) sebagaimana tercantum sesuai dari lampiran PMK 23 Tahun 2020, sedangkan pegawai yang dapat menerima insentif tersebut adalah pegawai yang memiliki penghasilan bruto dalam setahun di bawah atau tidak lebih dari 200 juta rupiah. 

Seorang wajib pajak yang yang berstatus sebagai pemberi kerja tetap akan menjalankan kewajibannya untuk melaporkan SPT PPh Pasal 21 secara tahunan dengan memberikan tambahan penghasilan kepada wajib pajak yang berstatus sebagai pegawai.

Baca juga: Fungsi dan Cara Menghitung PPh 21

Lainnya adalah PPh Pasal 22 Impor yang diberikan insentif berupa pembebasan pembayaran pajak. Pembebasan yang dimaksud adalah efek dari berkurangnya aktivitas pengiriman barang masuk Indonesia demi mencegah atau meningkatnya penyebaran virus corona di Indonesia. Adanya penurunan impor ini tentu sedikit banyak mempengaruhi neraca perdagangan di Indonesia sehingga butuh sebuah stimulan. Stimulan ini diberikan agar wajib pajak yang memiliki usaha kembali semangat saat menghadapi kondisi yang seperti ini.

Mereka yang melakukan aktivitas impor akan diberikan pembebasan PPh pasal 22 impor selama 6 bulan. Pemberian fasilitas ini diberikan melalui Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 Impor kepada wajib pajak.

Jenis pajak lainnya adalah PPh Pasal 25 yang menerima insentif ini dengan pengurangan sebesar 30% dari total angsuran yang seharusnya dibayar selama 6 bulan ke depan atau hingga September 2020. PPh Pasal 25 ini masuk ke dalam aturan ini karena banyaknya pelaku usaha yang mengurangi aktivitasnya selama masa pandemi ini. Ketika hal tersebut berlangsung lama tentu produktivitas wajib pajak menjadi turun sehingga tidak adil rasanya apabila jenis pajak ini tidak mendapatkan stimulasi. 

Yang terakhir yaitu PPN yang diberikan insentif selama pandemi ini. Pemberian insentif kepada PPN berbeda dengan ketiga jenis pajak lainnya dimana insentif ini diberikan dengan proses restitusi PKP yang telah ditentukan pada PMK 23 tahun 2020 selama 6 bulan ke depan dimulai sejak April lalu. Untuk perbedaan batasan nominal restitusi yang diberikan kepada PKP eksportir dan PKP Non Eksportir. Pada PKP sebagai eksportir tidak terdapat batasan nominal PPN yang akan dilakukan restitusi sedangkan untuk PKP Non Eksportir diberikan untuk percepatan restitusi dengan nilai hingga 5 Miliar. Kepada PKP Eksportir itu mendapatkan fasilitas yang tak terbatas dalam pengajuan restitusi kali ini.

Bagi PKP yang termasuk ke dalam klasifikasi yang mendapatkan insentif pajak tidak perlu mengajukan permohonan penetapan PKP risiko rendah ke KKP terdaftar.

Itulah informasi seputar insentif pajak yang dapat diterima ke beberapa wajib pajak selama masa pandemi ini. Harapannya dengan diberikannya insentif ini mereka yang terkena dampak dari pandemi ini dapat kembali memperbaiki segalanya ke bentuk semula agar roda perekonomian kembali ke jalan yang terbaik sehingga hasilnya juga dapat optimal.

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

pinjaman modal usaha

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected].

Tips Berburu Belanja Diskon di Tengah Pandemi Covid-19

Penerapan pembatasan sosial terus dilakukan pemerintah untuk memutus rantai pandemi Covid-19. Pembatasan sosial tak menghentikan aktivitas jual beli masyarakat baik secara offline maupun online. Terlebih kini banyaknya marketplace yang bermunculan dengan menawarkan diskon yang menggiurkan. Padahal, kemudahan berbelanja dan penawaran diskon akan memberikan efek kecanduan dan menjadi ancaman.

Meski banyak marketplace yang menawarkan diskon menarik dan “sayang” untuk dilewatkan, semestinya Sobat tetap bijak berburu belanja diskon di tengah pandemi Covid-19. Karena Sobat perlu menyadari kondisi keuangan, terlebih tanpa disadari pandemi Covid-19 sudah mewabah Indonesia sejak 6 (enam) bulan lalu. Tepatnya pertama kali kasus diumumkan pemerintah pada Maret 2020 lalu.

Merangkum beberapa pakar perencana keuangan, agar bijak berburu diskon di tengah pandemi Covid-19 Sobat perlu menerapkan 4 (empat) tips berikut:

1. Pertimbangkan, Keinginan atau Kebutuhan?
Sebelum berbelanja, pastikan Sobat sudah mengetahui barang yang akan dibeli apakah sebuah kebutuhan atau sekedar keinginan? Jika tidak, kondisi keuangan akan “ambyar”. Mengingat kondisi keuangan seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari yang secara otomatis mengalami peningkatan karena lebih banyak di rumah.

2. Kenali Kondisi Keuangan
Harus disadari bahwa mengenali kondisi keuangan dalam beberapa waktu ke depan sangat diperlukan. Apakah keuangan mendapatkan keuntungan dari adanya wabah atau justru sebaliknya seperti terkena dampak negatif seperti berupa dirumahkan, penghasilan usaha menurun atau bahkan ada yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)?

Baca Juga:
Bonus Tahunan Tiba, Bagaimana Mengelolanya?
Gajian di Akhir Pekan, Enaknya Lakukan ini
Perencanaan Keuangan untuk Mahasiswa

3. Waspada Jebakan Diskon
Penawaran diskon tidak serta merta barang yang didiskon pasti murah. Untuk memastikan itu, Sobat bisa lakukan pengecekan harga di tempat lain atau merchant online lainnya yang menawarkan produk sejenis agar bisa mengetahui apakah benar harga barang tersebut lebih murah saat didiskon atau harganya sama saja sebelum diskon? Karena bisa jadi diskon tersebut hanya iming-iming atau siasat penjualan.

Siasat penjualan lainnya adalah dengan menawarkan gratis ongkos kirim (free ongkir). Hal ini patut mendapatkan pertimbangan lebih, karena biasanya promo free ongkir ini bisa diberikan sebulan sekali atau bahkan 1-2 minggu sekali.

4. Penawaran Diskon Akan Selalu Ada
Sobat suka belanja? Pasti tidak asing dengan berbagai penawaran diskon yang diberikan penjual. Karena setiap momen atau bulan, biasanya penjual memberikan diskon untuk menarik pembeli. Maka tak perlu terburu-buru untuk membeli barang jika karena tawaran “diskon hanya berlaku hari ini”.

Sobat itulah beberapa hal yang bisa dilakukan agar bijak berburu belanja diskon di tengah pandemi Covid-19. Hal lain yang perlu dilakukan agar lebih bijak adalah mulai mengembangkan dana di Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Prospek Bisnis Online di Era Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 pertama kali dinyatakan mewabah di Indonesia pada Maret 2020, tak bisa dipungkiri Covid-19 telah mengubah kehidupan banyak orang dan menciptakan berbagai kebiasaan baru. Salah satu dampak yang sangat terasa adalah perubahan ekonomi di berbagai sektor. Dampak perubahan tersebut ada sebagian orang yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau kehilangan pendapatan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi yang pesat dan jaringan internet membawa berkah tersendiri karena di masa krisis seperti sekarang mampu memberikan dampak positif yakni bermunculan berbagai peluang usaha online yang bisa ditekuni.

Mengutip www.antaranews.com Prof. Gil H. Park, pengamat kebijakan dan komunikasi strategis dari Universitas Daegu, Korea Selatan, menilai aktivitas perekonomian berbasis teknologi informasi atau daring (online) akan memainkan peranan lebih penting dalam kondisi pandemi Covid-19.

Menurut dia pandemi ini bukan hanya sekedar ancaman namun peluang bagi sektor jasa agar lebih beradaptasi dan bertransformasi di sektor perekonomian, dan pemerintah perlu lebih banyak membantu aktivitas bisnis serta perekonomian berbasis teknologi informasi.

Hal tersebut perlu dilakukan mengingat aktivitas perekonomian berbasis teknologi informasi atau daring (online) akan memainkan peran lebih penting pada waktu mendatang.

Wiraswasta sekaligus pendiri platform startup Bahaso, Tyovan Ari Widagdo menilai terdapat beberapa sektor bisnis rintisan (startup) yang berpeluang populer dan menguntungkan di era pandemi saat ini, seperti e-commerce, edutech, dan kesehatan.

Bisnis e-commerce menjadi kebutuhan utama publik dalam bertransaksi di masa pandemi ini, mengingat masyarakat takut berbelanja secara langsung sehingga untuk pembelian beberapa kebutuhan dilakukan secara online melalui platform-platform e-commerce. Sementara edutech karena pemerintah masih menganjurkan belajar dari rumah dan kesehatan karena masyarakat masih khawatir penyebaran Covid-19 jika hanya sekedar berkonsultasi ke rumah sakit.

Baca Juga:
Kos-Kosan, Bisnis Menggiurkan dari Jenis Properti Lainnya
5 Resep Masakan dengan Harga di Bawah Rp50 ribu
Mengintip Strategi Akseleran di Semester II-2020

Sobat, prospek bisnis online di era pandemi Covid-19 yang dinilai terus memiliki peluang yang besar. Untuk dapat meraup peluang sehingga dapat bangkit di tengah kebiasaan baru, berikut beberapa referensi bisnis online rumahan yang bisa Sobat terapkan di era pandemi Covid-19 yang Akseleran rangkum.

1. Menjual Ramuan Herbal
Vaksin Covid-19 masih terus dikerjakan oleh tim ahli, terbaru pihak Universitas Airlangga telah melakukan uji klinis atas vaksin yang dibuatnya namun vaksin tersebut belum dinyatakan secara resmi mampu mengobati pasien Covid-19 oleh pemerintah. Mengingat hal tersebut, Sobat bisa menjual ramuan obat herbal yang mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh, seperti daun sereh, jahe, kencur, kunyit, dan temulawak. Tak heran, bahan utama ramuan herbal tersebut mengalami kenaikan harga yang signifikan saat pandemi Covid-19.

2. Bisnis Makanan Sehat dan Higienis
Menjual makanan sehat dan higienis bisa dikatakan menjadi prospek bisnis online di era pandemi Covid-19 yang menguntungkan. Mengingat saat ini masyarakat sudah semakin peduli dengan kesehatan dan higienis, terlebih dengan adanya protokol kesehatan yang disampaikan oleh para ahli. Sehingga tanpa disadari masyarakat semakin sadar dengan pola hidup sehat, salah satunya dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Untuk membuka usaha katering sehat, pastikan semua bahan makanan yang digunakan benar-benar segar, bersih, dan higienis. Buat juga berbagai pilihan menu yang bervariasi agar pembeli tidak mudah bosan dengan menu yang Sobat tawarkan.

3. Makanan Olahan
Meski masyarakat sudah mulai sadar dengan kesehatan, tetapi tak sedikit pula masyarakat yang menginginkan suatu hal yang instan. Salah satunya dengan makanan karena adanya batasan ruang gerak di luar rumah sehingga menyimpan makanan olahan atau frozen food. Makanan beku atau frozen food menjadi salah satu opsi karena selain bisa bertahan lama juga sangat mudah untuk mengolahnya. Prospek bisnis ini juga bisa menguntungkan karena biasanya modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Berbicara prospek bisnis online, jika Sobat tidak memiliki keahlian dana berbisnis tetapi ingin tetap meraup peluang dari pesatnya pertumbuhan teknologi. Sobat bisa mulai mengembangkan dana di Akseleran, karena di Akseleran imbal hasil bisa mencapai 21% per tahun selain itu membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia yang membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan begitu, Sobat sudah membantu perputaran roda ekonomi di Indonesia

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Pentingnya Kegiatan Ekonomi dalam Masa Pandemi

Kegiatan Ekonomi

Sejak Covid-19 masuk ke Indonesia dan memunculkan pandemi, berbagai sektor ekonomi mengalami kemunduran. Salah satu sektor yang terdampak dengan hadirnya Corona adalah jasa khususnya pariwisata. Hotel, tempat wisata, dan restoran sepi pengunjung akibat PSBB dan hilangnya turis dari dalam dan luar negeri.

Berlanjutnya pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya ini membuat beberapa kelompok masyarakat mencanangkan kenormalan baru atau new normal. Kegiatan ekonomi harus digenjot agar Indonesia tidak semakin ambruk, apalagi kasus lay off atau PHK terjadi di mana-mana.

Mengapa Kegiatan Ekonomi Penting Saat Pandemi?

Pandemi membuat banyak hal berantakan khusus kegiatan ekonomi. Meski masih tersendat dan tetap waspada dengan penularan, kegiatan ekonomi tetap harus berjalan. Mengapa?

  • Mengganti Pemasukan yang Hilang

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau dampak Corona besar dan membuat beberapa orang harus kena PHK. Hal ini semakin buruk karena kegiatan ekonomi tidak berjalan dengan baik, padahal kesempatan pekerjaan baru dibutuhkan.

Saat roda ekonomi berjalan, penghasilan bisa kembali—entah itu dari mendapatkan pekerjaan baru atau membuat usaha sendiri. Paling tidak masih bisa berusaha.

  • Menghindari Terus Berjalannya Pemecatan

Beberapa perusahaan berusaha untuk tidak melakukan PHK terlalu banyak. Jalan lain yang dilakukan adalah dengan memangkas gaji untuk sementara waktu. Kalau kegiatan ekonomi mulai berjalan, kemungkinan terjadi PHK kembali akan rendah. Itulah kenapa kenormalan baru diharapkan oleh pemilik usaha dan pekerjanya.

  • Membangkitkan Kembali Sektor yang Terpuruk

Sejak kenormalan baru muncul, sektor yang awalnya hancur akibat pandemi bisa dibangkitkan kembali. Sektor hotel dan pariwisata sudah mulai dibuka meski jumlah pengunjung sedikit dan dibatasi. Namun, kegiatan ini menjadi awal dari bangkitnya lagi sektor yang sudah terseok-seok sebelumnya.

Masyarakat juga sudah mulai terbiasa dengan protokol kesehatan. Jadi, usaha jasa bisa menjalankan kegiatannya tanpa was-was. Mereka bisa dapat untung dengan cepat dan pengguna juga tercukupi kebutuhannya.

  • Cepat Menormalkan Kondisi

Terus berkubang dengan keterpurukan akan membuat kondisi ekonomi kian sulit dikendalikan. Lebih baik menaikkan kondisi ekonomi perlahan-lahan. Meski terbatas dan tidak maksimal, kondisi akan kembali normal sejalan dengan selesainya pembuatan vaksin dan obat Corona.

Jenis Usaha atau Bisnis yang Moncer Saat Pandemi

Ibarat yin dan yang, Corona menyebabkan beberapa usaha hancur. Namun, ada juga sektor lain yang justru moncer. Nah, sektor apa saja yang masih bertahan sampai sekarang?

  • Usaha Berkaitan dengan Kesehatan

Usaha yang moncer saat pandemi berhubungan dengan kesehatan. Misal usaha pembuatan masker kain. Saat ini penjual masker kain ada banyak dan harganya terjangkau. Selain masker, obat herbal seperti jamu untuk meningkatkan daya tahan juga laku keras.

Bisnis alat pengaman diri dan juga gel pencuci tangan juga laku keras. Apa saja yang berhubungan dengan pencegahan virus bisa memberikan untung yang besar.

Sejak Corona menyebar dengan cepat, sebagian besar masyarakat enggan keluar rumah. Mereka takut berada di kerumunan sehingga memilih untuk beli apa pun melalui online shop atau marketplace saja.

Hanya dengan sentuhan tangan saja, semua barang bisa didapatkan dengan mudah. Anda tinggal membayar saja lalu barang diantar sampai ke rumah.

Baca juga: 5 Panduan Mudah Belajar Bisnis Online

Sebelum Corona muncul dan tersebar ke mana-mana, bisnis makanan memang sudah baik. Namun, sejak wabah ini muncul, semakin banyak orang yang ingin melakukan pembelian online. Apalagi makan di luar belum aman sepenuhnya. Jadi, daripada berisiko terkena virus, lebih baik pesan secara online saja.

Kegiatan ekonomi kerakyatan akan membantu Indonesia dalam bertahan sampai pandemi reda. Jika tidak, perekonomian secara keseluruhan akan hancur. Apalagi Indonesia juga dibayangi adanya resesi sebagai buntut macetnya kegiatan ekonomi. Untuk itu, masyarakat juga harus mau maju dan tidak pasrah.

Satu-satu cara untuk bisa bertahan adalah menjalankan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi tidak selalu berhubungan dengan usaha besar. Usaha kecil rumahan saja kalau bisa berjalan dengan baik mampu membantu. Yang paling penting adalah mencari kesempatan yang baik dan menjalankan bisnis dengan sungguh-sungguh.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Apa Itu Ekonomi Politik dan Bagaimana Hubungannya dengan Pandemi ini?

Ekonomi Politik

Seperti yang kita ketahui ekonomi dan politik memang tidak terpisahkan dan saling berkaitan satu sama lain. Namun, banyak orang yang tidak memahami pengertian dan arti dari ekonomi politik itu sendiri. Karena itu, di bawah ini kita akan membahas selengkapnya mengenai apa pengertian dari politik ekonomi itu sendiri serta fungsi lengkapnya.

Penjelasan Lengkap Mengenai Apa Itu Ilmu Ekonomi Politik

Ilmu ekonomi politik merupakan bagian dari ilmu sosial yang berbasis pada dua subdisiplin ilmu yaitu politik dan ekonomi. Ilmu ekonomi politik ini memang adalah pembelajaran ilmu yang memiliki sifat interdisiplin dimana ini terbagi menjadi dua disiplin ilmu dan digunakan untuk menganalisis ilmu sosial lainnya dengan isu-isu yang relevan dengan isu ekonomi politik. 

Ilmu ini mengkaji dua jenis ilmu yaitu ilmu politik dan ilmu ekonomi yang digabungkan menjadi satu kajian ilmu ekonomi politik. Fokus dari studi ekonomi politik ini adalah fenomena-fenomena ekonomi yang secara umum terus bergulir lalu dikaji kembali agar bisa lebih spesifik. Tetapi karena seiring perkembangan istilah ini selalu mengacu kepada adanya interaksi dari kedua aspek baik itu ekonomi maupun politik.

2 Jenis Pendekatan dalam Ekonomi Politik

  • Pendekatan Pilihan Publik

Pilihan publik merupakan suatu sikap individu dalam menentukan pilihan mereka secara rasional. Karenanya dalam ekonomi politik ini analisisnya tertuju pada aktor. Aktor yang dianggap sebagai pelaku dari kegiatan ekonomi dan politik dan berlandaskan pada asumsi dasar individualisme metodologis yang menempatkan sikap rasional individu dalam institusi non-pasar.

Tetapi, mengingat sifatnya yang longitudinal, maka hasil yang dimunculkan oleh model-model pilihan publik berbeda-beda pada satu negara ke negara lainnya. 

Baca juga: Jenis Sistem Ekonomi yang Ada di Dunia!

Pendekatan yang satu ini menekankan pada sifat holistik yaitu analisis secara menyeluruh terkait pentingnya aspek-aspek ekonomi makro dari sistem ekonomi dan sistem politik. Selain itu, pendekatan ini memiliki model yang memiliki aspek komparatif yaitu berusaha membandingkannya secara eksplisit. 

Pendekatan ini juga menyoroti dan memodelkan berbagai perbedaan di antara negara di bidang kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi serta ketergantungan kelas sosial di masyarakat.

Itulah sedikit banyak informasi terkait ekonomi politik. Nah, seperti yang kita ketahui bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang memakan banyak nyawa banyak dari kita yang mungkin tidak menyadari bahwa banyak negara yang terlihat mengabaikan beberapa rekomendasi ilmuwan dan lebih memprioritaskan stabilitas dan aktivitas ekonomi. Karenanya hal tersebut membuat hubungan ekonomi dan politik ini saling berkaitan satu sama lain dan tidak terpisahkan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Tips Mengelola Stres Selama Kerja dari Rumah Akibat Pandemi

Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) adalah salah satu cara untuk memutus rantai penularan virus covid-19. Namun, di sisi lain WFH yang sudah berjalan hampir satu tahun ini, justru memunculkan stres yang berbeda-beda pada setiap orang.

Psikolog Tiara Puspita N., M.PSI mengungkapkan reaksi stres ini muncul seiring dengan perubahan situasi/kebiasaan/aktivitas dibandingkan sebelum pandemi. 

Menurut Tiara, setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap stres. Mulai dari rasa takut dan gelisah mengenai kesehatan diri/orang-orang sekitar, perubahan pola tidur dan makan, hingga kesulitan tidur dan konsentrasi. 

“Kegelisahan adalah hal yang wajar mengingat saat ini situasi serba tak menentu dan tak dapat diprediksi,” ujar Tiara. 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk dapat mengelola stres karena WFH selama pandemi? Tiara memberikan sejumlah tips yang bisa Sobat Akseleran praktikkan selama di rumah. 

  • Pastikan selalu meluangkan waktu sekitar 15-30 menit setelah bekerja selama 2-3 jam. 
  • Melakukan latihan pernapasan untuk membuat tubuh lebih relaks dan tenang. 
  • Tentukan batasan. Saat kamu sedang mengerjakan tugas kantor, jangan kerjakan tugas  rumah, begitu pula sebaliknya. Alokasikan waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
  • Sempatkan berolahraga.
  • Perkecil distraksi saat kamu bekerja agar pekerjaan cepat selesai. Jangan kebablasan nonton atau belanja online, ya. 
  • Kalau kamu merindukan rutinitas seperti sebelum WFH, cobalah lakukan rutinitas itu di rumah. Misalnya, tetap memakai pakaian rapi, berdandan, sarapan, dsb. 
  • Buatlah to-do-list untuk aktivitas harianmu, tandai untuk setiap hal yang berhasil dilakukan. 
  • Ciptakan area khusus bekerja. Komunikasikan tentang area ini dengan keluarga, sehingga kamu tetap bisa menciptakan pembatasan fisik saat bekerja dari rumah. 
  • Komunikasikan kebutuhan dan ekspektasimu dengan pasangan maupun anggota keluarga di rumah, dan bisa menciptakan kompromi satu sama lain. 
  • Menulis pengalaman atau perasaanmu di jurnal juga bisa menjadi aktivitas terapeutik yang dapat membantumu berefleksi. 
  • Apabila kamu butuh untuk bercerita, kontaklah orang terdekatmu. Atau, jika kamu merasa stress tersebut berlarut-larut, kamu dapat berkonsultasi dengan yang profesional di bidangnya. 

Pendanaan kepada UMKM secara aman di Akseleran. Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected].

 

5 Ide Usaha yang Bisa Dicoba di Tengah Pandemi

Usaha di Tengah Pandemi

Ekonomi merupakan salah satu bidang yang cukup terdampak selama pandemi berlangsung. Hampir seluruh sektor mengalami penurunan omset yang berakibat pada banyaknya karyawan di-PHK agar perusahaan bisa tetap berdiri. Kondisi ini diakui atau tidak menjadi masalah bersama.

Tingginya angka PHK membuat kebutuhan lapangan pekerjaan meningkat. Padahal di masa pandemi, peluang mendapat pekerjaan semakin mengecil sebab banyak pemilik usaha yang lebih memilih mengencangkan ikat pinggang dari pada merekrut karyawan baru. Alhasil banyak yang banting setir menjadi pengusaha.

Tapi mendirikan usaha di zaman serba tidak menentu seperti saat ini pun cukup sulit. Dibutuhkan strategi solid dan ide inovatif agar bisa bertahan serta mendapatkan keuntungan. Sebagai rekomendasi, berikut beberapa ide usaha di tengah pandemi yang dapat kita coba.

Rekomendasi Usaha di Tengah Pandemi

Meskipun saat ini produk masker medis tidak selangka seperti masa-masa awal pandemi, tetapi minat orang terhadap masker kain masih cukup besar. Apalagi jika kita mampu membuat masker kain lapis tiga yang sesuai dengan anjuran pemerintah. Selain bahannya mudah didapatkan, membuat masker kain juga tidak butuh mesin khusus.

Berbekal mesin jahit biasa dan beberapa orang penjahit profesional, Anda bisa memulai bisnis ini dari rumah dan memasarkannya secara online. Agar lebih menarik, buatlah ragam masker kain yang unik dan kreatif. Misalnya, masker untuk pesta pernikahan atau masker fashion.

Adanya kebijakan sekolah online, WFH, PPKM, dan PSBB selama masa pandemi membuat banyak orang mengembangkan hobi baru agar tidak bosan selama di rumah, salah satunya adalah bertanam. Melihat peluang ini, membuka usaha jual tanaman online tentu saja merupakan ide cemerlang.

Untuk memasarkannya, manfaatkan platform media sosial dan marketplace. Agar lebih menarik, buatlah inovasi yang akan membuat orang lebih memilih membeli produk tanaman Anda. Misalnya, gunakan packaging unik saat pengiriman atau beri bonus berupa booklet tutorial menanam dan bibit bunga.

Selain masker, orang juga membutuhkan perlengkapan kesehatan dan kebersihan lainnya agar bisa tetap aman beraktivitas di luar rumah selama pandemi. Fenomena ini bisa menjadi peluang usaha di tengah pandemi dengan cara membuat New Normal Kit.

New Normal Kit bisa berupa satu set peralatan yang terdiri dari peralatan makan, hand sanitizer, face shield, dan botol minuman BPA free. Jika ingin lebih menarik, gunakan packaging unik dan bahan go green untuk membuat New Normal Kit ini. Agar menjangkau lebih banyak konsumen, kita juga bisa menjualnya secara terpisah.

Baik di masa pandemi atau normal, sepertinya bisnis kuliner merupakan pilihan paling tepat. Untuk memulai bisnis ini, Anda tidak perlu repot membuka warung atau restoran. Buatlah produk yang bisa diproduksi di rumah dengan mudah seperti keripik, pastry, cake, atau bahkan frozen food.

Untuk memasarkannya, manfaatkan media sosial dan jangan ragu bergabung dengan aplikasi makanan online. Agar lebih menarik, gunakan packaging unik seperti besek, toples akrilik, aluminium foil, atau box lucu. Sebagai langkah awal, buatlah produk dalam jumlah terbatas agar tidak terbuang sia-sia.

Sebelum pandemi usaha dropship merupakan pilihan brilian bagi yang ingin memulai bisnis tanpa modal. Tanpa harus memiliki toko, Anda bisa menjual produk-produk orang lain melalui media sosial dan marketplace dengan mudah. Sebagai langkah awal, coba lakukan riset produk yang ingin dijual, misalnya pakaian.

Saat melakukan riset, cobalah mencari produsen pakaian murah dan berkualitas melaui internet. Jika sudah ketemu, pastikan produsen tersebut melayani dropship agar kita bisa memulai bisnis. Selanjutnya, Anda hanya perlu mem-posting foto-foto produk yang dijual dengan selisih harga sebagai keuntungan.

Baca juga: Dropship dan Reseller, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Jika ada yang membeli, Anda hanya perlu menghubungi produsen pakaian untuk mengemas produk yang diinginkan dan mengirimkannya langsung ke alamat pembeli. Bisa dibilang bisnis ini hanya membutuhkan smartphone dan kemampuan riset untuk mencari harga terbaik agar mendapat keuntungan.

Kesimpulan

Menurut Fahmy Radhi, pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah mada, pandemi Covid 19 memang membuat seluruh bisnis mengalami penurunan. Tapi di sisi lain, bisnis consumer goods online justru sedang menjadi tren dan memiliki peluang sukses cukup tinggi. Jadi tunggu apalagi, segera mulai bisnis Anda sendiri.

Semoga informasi ide usaha di tengah pandemi di atas bermanfaat, selamat berbisnis.

Membangun Usaha di Tengah Pandemi Seperti Saat Ini Memang Susah-Susah Gampang, Untuk Mempermudahnya Kamu dapat Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Melalui Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

BLOG100

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected].