Tag Archives: Pekan

Rekomendasi Film Akhir Pekan Tentang Penipuan Uang

Rekomendasi Film Akhir Pekan Tentang Penipuan Uang

Kasus penipuan seringkali menjadi sorotan karena kerugian yang ditimbulkan dan motif yang beragam. Tak heran jika industri perfilman sering mengangkat kasus-kasus penipuan ini ke dalam film-film menarik. Jika kamu sedang mencari hiburan akhir pekan yang menghibur sekaligus mengajakmu berpikir, berikut ini adalah beberapa rekomendasi film tentang penipuan uang di dunia nyata:

1. Catch Me If You Can (2002)

Film ini dibintangi oleh Leonardo DiCaprio sebagai Frank Abagnale, seorang penipu ulung di usia muda. Frank, yang terinspirasi oleh masalah keuangan keluarganya, menjadi seorang perampok bank yang cerdik dan menjadi buronan FBI. Selama bertahun-tahun, ia menggunakan berbagai identitas palsu, termasuk pengacara, dokter, dan pilot.

2. The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley (2019)

Film ini mengisahkan kehidupan Elizabeth Holmes, seorang wanita muda yang sukses dan pernah masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30. Elizabeth menawarkan alat medis revolusioner yang bisa mendiagnosis penyakit hanya dengan satu tetes darah. Dalam upaya membangun perusahaannya, Theranos, ia berhasil memikat para investor. Namun, akhirnya dia harus menghadapi tuduhan penipuan.

3. FYRE: The Greatest Party That Never Happened (2019)

Film ini mengangkat kisah konser yang dijanjikan menjadi acara pesta terbesar dan terbaik yang pernah ada di sebuah pantai pribadi. Namun, semua fasilitas mewah yang dijanjikan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima oleh para penonton. Film ini memperlihatkan bagaimana penipuan dan kegagalan dalam menggelar acara yang memukau.

4. The Tinder Swindler (2022)

Film dokumenter ini menceritakan kisah seorang penipu bernama Simon Leviev, yang menjalankan aksinya melalui aplikasi kencan, Tinder. Simon mengaku sebagai pria kaya, anak pemilik perusahaan berlian, Leviev Diamonds. Dengan menggunakan jet pribadi dan liburan mewah, ia berhasil menipu banyak wanita dengan membuat mereka percaya bahwa dia adalah seorang anak konglomerat.

5. Trust No One: The Hunt for the Crypto King (2022)

Film ini mengisahkan Gerry Cotten, pendiri QuadrigaCX, platform jual beli bitcoin dan mata uang kripto. Gerry memanfaatkan tren investasi kripto untuk melakukan penipuan. Namun, kehebohan terjadi ketika Gerry menghilang dan dinyatakan meninggal. Hal ini menyebabkan banyak investor kehilangan uang karena sejumlah besar bitcoin senilai $250 juta terkunci di QuadrigaCX dan hanya dapat diakses oleh Gerry.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut

Rupiah Pekan Depan Dipengaruhi Pemilu AS

Ilustrasi Rupiah – Sumber beritasatu

Mengacu Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis 6 poin setara 0,04% menjadi Rp14.766 per dolar AS dibandingkan pada perdagangan Kamis (16/10) di harga Rp14.760 per dolar AS.

Menurut David Sumual selaku Ekonom Bank Central Asia (BCA) mengatakan, jika dibandingkan 2 pekan lalu sebenarnya rupiah masih bergerak menguat, yang mana rupiah sempat bergerak di harga Rp14.920 per dolar AS.

“Penguatan rupiah karena didorong oleh data neraca perdagangan yang menunjukkan angka positif yang dirilis oleh pemerintah kemarin,” ujar David kepada Akseleran, Jumat (16/10).

David menjelaskan, neraca perdagangan yang dirilis pemerintah mengalami surplus US$2,4 miliar pada bulan September 2020, karena adanya peningkatan dari harga komoditas terutama mineral.

Menurut David, peningkatan komoditas ini akan terus berlanjut hingga Oktober sehingga bisa menopang inflow yang lebih besar dari sektor perdagangan. Sementara untuk portofolio seperti saham dan obligasi masih bergerak stagnan.

Baca Juga:
Respons Rupiah Terhadap UU Cipta Kerja?
3 Tahun Akselerasi Bersama Akseleran
Sorot Kinerja SDM di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk pekan depan, David memproyeksikan rupiah akan sedikit melemah karena dikhawatirkan adanya kejutan-kejutan dari pemilihan umum Amerika Serikat. “Sehingga kita harus perhatikan kondisi eksternal,” proyeksinya.

Sementara untuk sentimen dalam negeri, menurut David tidak terlalu besar hanya saja menunggu data cadangan devisa dan politik keamanan dalam negeri seperti adanya demo UU Ciptaker.

Untuk perdagangan rupiah terhadap dolar AS pada pekan depan, David memprediksi rupiah akan bergerak di harga Rp14.600 – Rp14.800 per dolar AS.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan

Ilustrasi Harga Emas Logam Mulia – Sumber www.logammulia.com

Mengutip situs www.logammulia.com, perdagangan emas logam mulia sepanjang pekan ini berada di kisaran harga Rp1.000.000 per gram. Di Butik Emas Logam Mulia Aneka Tambang Tbk (ANTM) harga emas logam mulia naik Rp2.000 per gram menjadi Rp1.011.000 per gram pada perdagangan hari ini Jumat, (16/10). Sementara perdagangan emas logam mulia terlemah di pekan ini berada di harga Rp1.007.000 per gram yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Berikut tabel harga emas Jumat (16/10), dalam pecahan lainnya, belum termasuk pajak.

Tabel Harga Emas Logam Mulia – Sumber www.logammulia.com

Ariston Tjendra selaku Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures mengatakan, soal negosiasi paket stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) antara Partai Republik dan Partai Demokrat menjadi market mover harga emas pekan ini.

“Sinyal persetujuan dan penolakan proposal mendorong kenaikan dan penurunan harga emas,” ujar Ariston kepada Akseleran, Jumat (16/10).

Menurut Ariston, bila stimulus disetujui, dollar AS akan bergerak melemah dan mendorong penguatan harga emas. Pasar keluar dari aset aman dolar AS dan masuk ke aset yang lebih berisiko di emas. Trump yang sebelumnya menawarkan nilai proposal stimulus yang lebih rendah di US$1,5 miliar, menaikan penawarannya menjadi US$1,8 miliar mendekati penawaran partai demokrat US$2,2 miliar.

“Trump saat ini lebih membuka diri untuk dapat mencapai kesepakatan tapi sayangnya Partai Demokrat masih bertahan dengan penawarannya,” tuturnya.

Terakhir, masih belum jelas apakah stimulus akan disetujui sebelum pemilu atau tidak. Ini yang membuat kenaikan harga emas tertahan.

Untuk depan, Ariston memprediksi, isu ini masih akan membayangi pergerakan harga emas dan juga polling pemilihan umum presiden AS. Bila ada tanda-tanda kesepakatan sebelum pemilu, harga emas bisa menguat lagi. Selain itu, polling yang memenangkan Biden juga mendukung penguatan harga emas karena Biden lebih disukai pasar saat ini.

Sehingga potensi pergerakan emas spot pekan depan berkisar US$1850 – US$1950 per troy ons. Sementara untuk potensi emas logam mulia berada di kisaran Rp1.000.000 – Rp1.020.000 per gram.

Baca Juga:
Harga Emas di Bawah Rp1 Juta, Pekan Depan?
Cara Mudah Membedakan Emas Asli atau Palsu
3 Tahun Akselerasi Bersama Akseleran

Sementara Ricky Ferlianto selaku Managing Partner Vibiz Consulting mengatakan, harga emas selama minggu ini (12-16 Oktober) mengalami volatilitas dengan pergerakan harga terbatas dalam rentang antara sekitar US$1,890 per troy ons hingga US$1,924 per troy ons yang penggerak utamanya adalah naik turunnya dolar AS.

Ricky menjelaskan, penurunan harga emas yang tajam sebesar US$34 terjadi pada hari Selasa 13 Oktober ke US$1,890 per troy ons dari harga sebelumnya di US$1,924 per troy ons. Penyebabnya adalah karena menguatnya dolar AS di tengah ketidakpastian politik di Amerika Serikat dan meredupnya harapan akan dicapainya stimulus fiskal Amerika Serikat sebelum pemilihan presiden AS berlangsung.

“Namun harga emas kembali naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Rabu, dengan para trader yang penganut “bullish” emas melangkah masuk untuk membeli pada saat harga turun tajam pada hari Selasa,’ ujar Ricky Kepada Akseleran, Jumat malam (16/10).

Ricky menambahkan, pelemahan tipis indeks dolar AS pada pertengahan minggu juga menambah kenaikan dari metal berharga ini. Emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan naik US$14 per ons ke US$1,904 pada hari Rabu 14 Oktober. Pada hari Kamis 15 Oktober, harga emas kembali melemah pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat disebabkan naiknya indeks dolar AS. Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $7 pada $1,897.00. Dan pada hari Jumat 16 Oktober kembali naik $8 ke $1,905 karena melemahnya dolar AS.

Untuk minggu depan, proyeksi Ricky, kemungkinan sentimen pasar masih tetap dikuasai oleh keengganan terhadap risiko sehubungan dengan ketidakpastian politik di AS menjelang pemilihan presiden ditambah dengan meningkatnya kasus Covid-19 secara eksponensial di Eropa yang mengakibatkan banyak dilakukan restriksi terhadap kegiatan bisnis yang akan berdampak negatif terhadap pemulihan ekonomi global. Lalu ditundanya uji coba fase ke-3 dalam pembuatan vaksin oleh perusahaan farmasi Johnson & Johnson menambah potensi naik harga emas.

Sementara dolar AS kemungkinan bisa berbalik melemah apabila ada harapan kembali dilanjutkannya perundingan stimulus fiskal AS yang juga mendukung naik harga emas.
“Kenaikan harga emas akan bisa mencapai ketinggian US$1.939 sementara apabila berbalik turun, penurunannya akan berhadapan dengan “support” yang kuat di US$1.885,” proyeksi Ricky.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Rekomendasi Tujuh Saham Pekan Depan

Ilustrasi Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sumber – Tempo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 15.82 poin atau setara dengan 0,31% ke level 5.128 pada Jumat (30/10), dibandingkan pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (27/10) di level 5.118.

Muhammad Nafan Aji Gusta Utama selaku Analis Binaartha Sekuritas mengatakan, sepanjang pekan ini, support maupun resistance IHSG berada di level 5.063 hingga 5.182. Secara teknikal, berdasarkan indikator Moving Average Convergence / Divergence (MACD), Stochastic maupun Indeks Kekuatan Relatif (Relative Strength Index/RSI) masih menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, pergerakan IHSG telah menguji beberapa garis Moving Average (MA) 10 maupun MA 60.

“Sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” ujar Nafan kepada Akseleran, Jumat sore (30/10).

Nafan menambahkan, IHSG menuju level resistance karena market mengapresiasi pengesahan Omnibus Law. Market mengapresiasi komitmen pemerintah dalam rangka memberikan stimulus fiskal, moneter maupun keuangan. Selain itu, market juga mengapresiasi statement dari pemerintah terkait adanya recovery perekonomian Indonesia.

“Selain kedua hal itu, market juga mengapresiasi kinerja laporan keuangan Q3 emiten-emiten yang rata-rata menunjukkan sustainability di tengah terjadinya global uncertainty,” tambahnya.

Adapun untuk pekan depan, Nafan merekomendasikan untuk koleksi saham-saham berikut:

ERAA dengan proyeksi transaksi harian 1.745
Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area 1.740 – 1.780, dengan target harga di level 1.650. Resistance: 1.805.

GGRM dengan proyeksi transaksi harian 40.975
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 40.000 – 41.000, dengan target harga secara bertahap di level 41.600, 44.600, 48.700 dan 66.125. Support: 38.725.

HMSP dengan proyeksi transaksi harian 1.415
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 1.400 – 1.415, dengan target harga secara bertahap di level 1.455, 1.820, 2.190 dan 2.550. Support: 1.375.

ICBP dengan proyeksi transaksi harian 9.650
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 9.500 – 9.700, dengan target harga secara bertahap di level 9.975, 11.075 dan 12.200. Support: 9.500 & 9.125.

PSAB dengan proyeksi transaksi harian 210
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 204 – 210, dengan target harga secara bertahap di level 226, 236, 262 dan 290. Support: 204 & 196.

TKIM dengan proyeksi transaksi harian 6.100
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat beberapa pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 6.025 – 6.125, dengan target harga secara bertahap di level 6.300, 6.525 and 7.425. Support: 6.025 & 5.600.

WSBP dengan proyeksi transaksi harian 155
Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 153 – 156, dengan target harga secara bertahap di level 163, 216, 270 dan 324. Support: 150 & 134.

Baca Juga:
Cermati Lima Rekomendasi Saham Pekan Depan
Cermati Rekomendasi Saham Pekan Depan

Sementara, Siswa Rizali selaku Pengamat Pasar Modal mengatakan, IHSG kembali tidak berhasil tembus level resisten 5.200 karena adanya sentimen global yang semakin negatif yakni gelombang kedua Covid-19 di negara-negara Eropa dan Amerika.

“Kemungkinan IHSG akan kembali koreksi mencoba support di 5.000 pada pekan depan,” proyeksi Rizali kepada Akseleran, Jumat sore (30/10).

Untuk segmen tertentu, lanjut Rizali, mungkin hasil kuartal ke-3 sudah ada yang membaik, sehingga menjadi sentimen positif. Tetapi untuk sektor finansial, sepertinya kredit bermasalah atau kredit macet masih menjadi sentimen negatif. Maka secara umum, emiten-emiten masih dalam posisi defensif mempertahankan diri menghadapi berbagai sentimen negatif akibat beberapa kasus tuntutan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Menurutnya, dalam kondisi ekonomi lesu seperti ini, rekomendasi tetap pada saham-saham yang fundamentalnya kuat, termasuk utang rendah dan memiliki potensi bisa segera pulih bila ekonomi mulai bergerak normal.

Untuk pekan depan, Rizali memproyeksikan IHSG akan bergerak di level 5.000-5.100. Lalu Rizali merekomendasikan beli saham ASII, UNVR, PTBA, dan SMGR. Sementara untuk saham-saham small cap yang menarik di antaranya: LSIP.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Pekan Depan, Harga Emas Ditaksir Rp900 Ribuan

Ilustrasi Emas Batangan – Sumber Foto www.theweek.com

Mengacu situs www.logammulia.com, perdagangan emas logam Di Butik Emas Logam Mulia Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah Rp2.000 per gram menjadi Rp968.000 per gram pada Kamis (12/11), dibandingkan perdagangan Rabu (11/11) sebesar Rp970.000. Namun pada Senin (9/11) emas logam mulia dibanderol Rp1.006.000 per gram, artinya sepanjang pekan ini harga emas logam mulia sudah anjlok sebesar Rp38.000 per gram.

Ibrahim Assuaibi selaku Direktur TRFX Garuda Berjangka mengatakan, sepanjang pekan ini emas mengalami level terendahnya terutama pada 2 (dua) hari lalu. Penyebabnya adalah Joe Biden selaku Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih sementara menurut electoral votes, mengonfirmasi bahwa vaksin Covid-19 akan mulai didistribusikan secara massal di awal tahun 2021.

“Pernyataan Biden bahwa penelitian vaksin Covid-19 sudah mencapai 90% mengakibatkan harga emas terjun bebas ke level US$1.885 per troy ons,” ujar Ibrahim kepada Akseleran, Kamis (12/11).

Penyebab kedua, lanjut Ibrahim, setelah ada informasi tersebut negara-negara Uni Eropa bergegas melakukan pemesanan secara besar-besaran, artinya jika sudah didistribusikan atau dijual ke seluruh dunia maka dunia akan aman. Dengan membaiknya kesehatan masyarakat dunia, maka investor yang tadinya investasi di safe haven akan melakukan profit taking lalu beralih ke obligasi dan saham.

Tak hanya itu, dalam menangani kasus Covid-19, diprediksi Joe Biden akan bekerjasama dengan Cina terutama Wuhan, artinya kasus Covid-19 di AS akan mengalami penurunan. Jika jadi dilantik pada Januari 2021 nanti, maka kemungkinan Biden akan lakukan lockdown pada negara-negara bagian AS yang kasus Covid-19 nya tinggi.

Baca Juga:
Donald Trump vs Joe Biden, Harga Emas?
Harga Emas Menanti Kepastian Stimulus AS

Ketiga, hingga saat in Trump belum mengakui kemenangan rivalnya. Sehingga tim pemerintahan masa transisi yang dibentuk oleh Joe Biden belum berjalan karena belum ditandatangani oleh tim pemerintahan Trump,

“Sehingga ini membuat masyarakat resah, dan bisa saja Trump tidak akan menyetujuinya,” tambah Ibrahim.

Selain itu, stimulus AS semestinya sudah diumumkan pasca pemilihan presisden, tetapi hingga kini belum juga diumumkan sehingga pelaku pasar apatis. Apakah pemerintah Trump akan menggelontorkan stimulus yang berdampak pada harga emas yang terus mengalami pelemahan?

Prediksi Ibrahim, jika kemungkinan-kemungkinan tersebut di atas terjadi maka ada kemungkinan emas akan menyentuh level terendahnya yakni di harga US$1.830 per troy ons dan emas logam mulia Antam berada di kisaran Rp935.000 per gram (asumsi rupiah Rp14.200 per dolar AS)

“Emas logam mulia Antam akan mengalami pelemahan tapi tidak terlalu dalam sepanjang pekan depan, jikalau menguat palingan hanya berkisar Rp5.000 per gram – Rp10.000 per gram,” prediksi Ibrahim.

Harga emas spot diprediksi Ibrahim akan berada di kisaran harga US$1.870 per troy ons, maka emas logam mulia Antam berkisar Rp953.826 per gram (asumsi Rp14.200 per dolar AS).

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Rupiah Sekuat Apa Pekan Depan?

Ilustrasi Rupiah – Sumber beritasatu

Mengacu Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah berada di harga Rp14.228 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (20/11). Dengan demikian, di akhir pekan ini, rupiah melemah 61 poin dibandingkan penutupan perdagangan pada Kamis (19/11) yang berada di harga Rp14.167 per dolar AS.

Sumber Bank Indonesia

Muhammad Doddy selaku Pengamat Pasar Uang menilai, pergerakan rupiah yang sempat mengalami penguatan selama 2 – 3 pekan terakhir karena adanya “Biden effect”, artinya penguatan sementara.

“Hal ini dirasakan banyak negara terutama negara-negara emerging market,” ujar Doddy kepada Akseleran, Jumat sore (20/11).

Menurut Doddy, setelah isu tersebut berakhir pergerakan nilai tukar mata uang akan bergerak berdasarkan fundamental masing-masing negara. Indonesia sendiri, masih terkait isu resesi dan kasus Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.

“Tetapi saya yakin akan segera pulih,” tuturnya.

Doddy menambahkan, isu telah ditemukannya vaksin Covid-19 menjadi sentimen positif bagi perekonomian dunia termasuk Indonesia. Diharapkan vaksin sudah bisa roll out pada awal tahun 2021. “Sehingga kita harapkan persiapannya semakin matang,” harapnya.

Selain itu, lanjut Doddy, isu Omnibus Law masih menanti hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Apapun keputusannya, asal tidak membuat kegaduhan karena investor tidak suka hal tersebut,” tuturnya.

Untuk pekan depan, Doddy memprediksi nilai tukar mata uang garuda terhadap nilai mata uang negeri Paman Sama akan berada di kisaran Rp14.100 – Rp14.200 per dolar AS.

Baca Juga:
Pendanaan Anak Muda ini Miliaran Rupiah, Ungkap Rahasianya Yuk!
Rupiah Diprediksi di Kisaran Rp14.500 Apa Pemicunya?

Sementara David Sumual selaku Ekonom Bank Central Asia (BCA) mengatakan, sebenarnya rupiah bisa saja bergerak menguat pada pekan ini 16/11 – 20/11. Mengingat kabar Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan kemarin di luar dugaan, karena para analis memprediksi BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan.

“Tetapi sayangnya direspon negatif oleh investor,” ujar David kepada Akseleran, Jumat sore (20/11).

Ditambah lagi, rilis neraca perdagangan kuartal III yang menunjukkan hasil positif yakni surplus sebesar US$2,1 miliar. Tetapi hal ini masih dibayangi kasus Covid-19 yang terus meningkat.

David memprediksi, rupiah akan bergerak di level Rp14.140 – Rp14.200 sepanjang pekan depan.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]