Tag Archives: Pengajuan

Alasan Mengapa Pengajuan Kreditmu Ditolak

Alasan Mengapa Pengajuan Kreditmu Ditolak

Mendapatkan kredit dari bank atau lembaga keuangan lainnya adalah salah satu cara yang paling umum untuk mendapatkan dana tunai yang dibutuhkan, baik untuk keperluan bisnis atau pribadi. Namun, seringkali pengajuan kredit yang diajukan oleh seseorang dapat ditolak oleh pihak bank atau lembaga keuangan lainnya. Alasan di balik penolakan ini dapat beragam, dan setiap orang perlu memahami alasan-alasan tersebut agar dapat menghindari penolakan pengajuan kredit di masa depan.

1. Skor Kredit Rendah

Salah satu alasan utama mengapa pengajuan kredit dapat ditolak adalah karena skor kredit yang rendah. Skor kredit digunakan untuk menentukan seberapa kredit yang layak dan bagaimana tingkat risiko peminjam dalam membayar kembali kredit yang telah diberikan. Semakin rendah skor kredit, semakin tinggi risiko bagi pihak bank atau lembaga keuangan, sehingga kemungkinan besar pengajuan kredit akan ditolak.

Penting untuk menjaga skor kredit tetap tinggi dengan cara membayar tagihan secara tepat waktu, mengurangi jumlah utang, dan memperbaiki catatan kredit jika perlu.

2. Penghasilan yang Tidak Stabil

Alasan kedua mengapa pengajuan kredit bisa ditolak adalah karena penghasilan yang tidak stabil. Saat pengajuan kredit, bank akan mempertimbangkan penghasilan nasabah. Penghasilan nasabah harus cukup untuk membayar cicilan kredit yang telah diambil. Jika nasabah memiliki penghasilan yang tidak stabil atau kurang dari batas minimum yang ditentukan oleh bank, maka bank akan menolak pengajuan kredit.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan kredit, pastikan bahwa penghasilanmu mencukupi untuk membayar kembali kredit yang akan diberikan. Jangan terlalu tergiur dengan kredit yang lebih besar dari kemampuan finansialmu.

3. Riwayat Pembayaran Tagihan yang Buruk

Pihak bank atau lembaga keuangan juga mempertimbangkan riwayat pembayaran tagihan seseorang sebelum memberikan kredit. Jika seseorang memiliki riwayat pembayaran tagihan yang buruk, maka kemungkinan besar pengajuan kredit akan ditolak.

Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu selalu membayar tagihan tepat waktu dan dalam jumlah yang tepat. Jangan sampai ada tunggakan tagihan yang belum diselesaikan.

4. Tidak Memenuhi Persyaratan yang Ditetapkan

Alasan keempat mengapa pengajuan kredit bisa ditolak adalah karena dokumen yang tidak lengkap. Saat mengajukan kredit, bank akan meminta dokumen-dokumen penting seperti KTP, NPWP, slip gaji, dan rekening koran. Jika nasabah tidak dapat menyediakan dokumen yang lengkap dan valid, maka bank akan menolak pengajuan kredit. Pastikan kamu memiliki semua dokumen yang dibutuhkan sebelum mengajukan kredit.

5. Credit Utilization Ratio yang Tinggi

Credit Utilization Ratio adalah rasio antara jumlah hutang yang ada pada kartu kredit dengan limit yang diberikan oleh bank. Semakin tinggi rasio ini, semakin sulit bagi seseorang untuk mendapatkan kredit baru. Idealnya, rasio ini tidak boleh melebihi 30%.

Sebagai contoh, jika limit kartu kredit adalah Rp 10 juta, maka utang yang dimiliki tidak boleh melebihi Rp 3 juta. Kreditur menganggap orang yang memiliki rasio yang tinggi sebagai calon nasabah yang berisiko tinggi. Sebelum mengajukan kredit, pastikan untuk mengurangi jumlah utang terlebih dahulu agar Credit Utilization Ratio menjadi rendah.

6. Tidak Memiliki Riwayat Kredit yang Baik

Bank akan mengecek riwayat kredit dari calon nasabah sebelum menyetujui pengajuan kredit. Jika tidak memiliki riwayat kredit atau memiliki riwayat kredit yang buruk, kemungkinan besar pengajuan kredit akan ditolak. Sebab, bank tidak dapat mengetahui kemampuan seseorang dalam membayar kreditnya dengan baik atau tidak.

Pastikan untuk membangun riwayat kredit yang baik dengan membayar tagihan secara tepat waktu dan tidak memiliki hutang yang berlebihan sebelum mengajukan kredit.
Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Permudah Pengajuan Pinjamanmu Dengan Inventory Financing!

Inventory Financing

Dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis tentu akan mengalami pasang surut dalam prosesnya, karena saat keadaan bisnis yang kamu miliki sedang surut tentu kamu harus memutar otak untuk dapat membuat bisnis kamu menjadi meningkat kembali. Banyak cara yang dapat membuat bisnis kamu meningkat kembali salah satunya yaitu memaksimalkan barang atau inventory yang kamu miliki. Lalu bagaimana cara memaksimalkannya? Inventory Financing jawabannya.

Mungkin sebagian dari kalian ada yang belum tahu mengenai apa itu inventory financing, karena itu kita akan jelaskan mengenai inventory financing ini.

Kemudahan Dengan Adanya Inventory Financing!

Inventory financing merupakan suatu jalur kredit yang didukung oleh sebuah aset dalam perusahaan atau mudahnya apabila kamu memiliki aset dalam perusahaan dan kamu membutuhkan pinjaman jangka pendek, maka kamu bisa menjaminkan aset atau inventory milikmu itu untuk pinjaman yang kamu ajukan. Lalu siapa sih yang harus menggunakan inventory financing ini?

Produk keuangan yang satu ini dapat digunakan berbagai jenis bisnis baik itu bisnis kecil maupun bisnis menengah, tetapi bukan berarti bisnis yang sudah besar tidak dapat menggunakan produk ini, bisnis besar juga bisa dengan mudah mengajukan pinjamannya menggunakan inventory financing ini.

Ketika banyak perbankan yang mengatakan tidak, inventory financing menjadi solusinya. Saat bank tidak mau menerima aset atau barang yang kamu miliki, perusahaan yang memiliki produk ini dapat dengan mudah meminjamkan dana dengan inventory tersebut yang dapat dijadikan asetnya. Saat-saat periode tertentu dimana cashflow usaha atau bisnis kamu sedang tidak terkendali, sementara kamu memerlukan dana untuk terus menjaga cashflow bisnis kamu.

Mudahnya Mengajukan Pinjaman di Akseleran Dengan Inventory Financing!

Bagaimana Akseleran dapat membantu kamu? Akseleran memiliki produk Inventory Financing untuk kamu yang ingin mengajukan pinjaman dengan menjaminkan inventory atau aset milikmu. Prosesnya pun sangat mudah, kamu bisa daftar langsung melalui website atau aplikasi Akseleran setelah itu kamu bisa ajukan pinjaman. Setelah Inventory atau Aset yang kamu miliki dicek dan dianalisa, lalu dinyatakan layak untuk diberikan pinjaman, maka pengajuan tersebut segera di proses. Untuk mereka yang memiliki Inventory untuk dijaminkan, Akseleran dapat memberikan calon peminjam akan dana pinjaman 50% dari nilai Inventory tersebut.  

Bunga pinjaman di Akseleran rata-rata di kisaran 18% – 21% per tahun. Tetapi perlu diperhatikan bahwa rata-rata UKM biasanya mengajukan pinjaman dengan tenor 3-6 bulan, maka peminjam hanya mengeluarkan biaya bunga sekitar 4.5% – 9% saja. Biaya lain yang perlu diperhatikan lagi ialah Origination Fee sebesar 0.25% per bulan. Apabila meminjam dengan tenor 3-6 bulan, maka biaya dari Origination Fee hanya berkisar 0.75% – 1.5%.

Baca Juga: 5 Syarat Mudah Dari Produk Online Merchant Financing!

Borrower seperti apa yang bisa mengajukan?

Borrower yang bisa mengajukan merupakan UKM atau Usaha yang sulit mendapatkan pinjaman dari bank dikarenakan biasanya perbankan tidak dapat menerima sebuah Inventory atau Aset sebagai agunannya, oleh karena itu Akseleran dapat mempermudah kamu untuk mendapatkan pinjamanmu dengan menggunakan Inventory atau Aset sebagai jaminannya.

Kriteria tambahan bagi calon peminjam yakni usaha harus sudah berjalan minimal satu tahun dan sudah memiliki laba. Lalu, ditambah dokumen-dokumen pendukung seperti laporan keuangan tahunan yang mencakup laporan laba dan rugi, rekening koran 3 bulan terakhir, dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Setelah selesai mengunggah dokumen tersebut, maka proses selanjutnya adalah analisis dan seleksi credit scoring.

Untuk Lenders

Akseleran menggunakan sistem crowdfunding atau menggalang dana, maka pinjaman yang kamu ajukan akan ditampilkan oleh masyarakat luas, sebagai pemberi dana. Dengan memberikan pinjaman melalui sistem crowdfunding, kamu secara langsung turut serta membantu berkembangnya usaha tersebut maupun usaha usaha lainnya yang bisa kamu bantu, selain dapat membantu tentunya kamu akan mendapatkan bunga hingga 21% per tahun.

Tidak perlu khawatir, karena Akseleran selalu memberikan keamanan dalam setiap proses transaksinya dan tentunya juga seleksi yang cukup ketat untuk borrower yang mengajukan pinjaman menggunakan Inventory atau Aset yang dimilikinya.

Daftar Sekarang dan Dapatkan Bunga Hingga 21% per tahun di Akseleran!

BLOG100

Akseleran Apps

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected].