Tag Archives: Peran

Peran P2P Lending di Era Digital, Solusi Investasi yang Aman

peran P2P lending di era digital

Peran P2P lending di era digital sangat vital. Melalui P2P lending, kini Anda bisa mengirim hingga meminjam uang tanpa perlu pergi ke bank. Saat ini, pertumbuhan P2P lending di Indonesia sangat pesat.

Bahkan, masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah. Lalu, P2P lending sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan modal. Berdasarkan Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016, P2P lending merupakan layanan pinjam uang antara kreditur dan debitur dengan teknologi informasi.

Bagi Anda yang belum mengetahui peran P2P lending di era digital, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Apa Peran P2P Lending di Era Digital?

Layanan P2P lending atau fintech memudahkan Anda untuk pengajuan pinjaman. Jadi, Anda bisa memanfaatkannya untuk membangun bisnis atau usaha. Berikut adalah peran P2P lending di Indonesia:

1. Pendanaan Usaha

Pertama, peran P2P lending di era digital adalah memberikan pendanaan usaha. Jadi, para pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman dengan mudah.

Sebenarnya, P2P lending tidak berbeda jauh dengan marketplace. Di mana, layanan tersebut mempertemukan Anda dengan penjual. Dalam P2P lending, Anda akan berkomunikasi dengan pihak peminjam uang. 

2. Alternatif Investasi

Saat ini, Anda bisa berinvestasi melalui P2P lending dengan modal kecil. Di sini, P2P lending memiliki peran untuk memudahkan Anda saat berinvestasi. Anda bisa memulai investasi dengan modal mulai dari Rp10.000 saja.

P2P lending adalah salah satu jenis investasi jangka pendek. Dengan begitu, Anda tidak membutuhkan modal besar untuk meraih keuntungan dalam waktu cepat.

3. Mempermudah Proses Peminjaman

Selanjutnya, peran P2P lending adalah memudahkan sistem peminjaman dana. P2P lending berbeda dengan bank, karena tidak membutuhkan waktu yang lama dan tanda tangan. 

Nantinya, Anda hanya perlu memenuhi persyaratan dan mengikuti instruksi. Jadi, siapa pun bisa meminjam dana melalui P2P lending dan tidak perlu menunggu lama.

Bagaimana P2P Lending Membantu Pertumbuhan Bisnis di Era Digital?

P2P lending sebenarnya sudah hadir sejak 2016 lalu. Melihat hal tersebut, peran P2P lending di era digital sangat vital.

Bahkan, layanan tersebut juga mempengaruhi perkembangan UMKM di Indonesia. Salah satu peran yang paling vital adalah membuat perekonomian di Indonesia makin bertumbuh.

P2P lending menawarkan Anda kemudahan dalam membangun bisnis. Apalagi, P2P lending mampu menjangkau berbagai UMKM. Artinya, peran fintech bagi UMKM memberikan dampak yang positif.

Melihat peluang tersebut, pemerintah pun menetapkan aturan mengenai hak dan kewajiban para pelaku P2P lending. Selain itu, P2P lending juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan koneksi yang menguntungkan.

Ada beberapa alasan mengapa peran P2P lending di era digital membantu pertumbuhan bisnis, yaitu:

1. Meningkatkan Pemasukan dan Pengeluaran

Pemasukan dan pengeluaran berkaitan dengan cash flow pada periode tertentu. Jika pendapatan Anda lebih besar, maka cash flow dinilai positif. Selain meningkatkan penjualan, Anda juga bisa menambah cash flow dengan pinjaman dana.

Jadi, modal usaha yang Anda dapatkan akan bertambah. Kemudian, hal tersebut dapat membantu bisnis Anda untuk bertahan. Lalu, jumlah produksinya ikut bertambah.

2. Menambah Aset

Peningkatan aset juga berpengaruh terhadap jumlah produksi. Jika Anda membutuhkan peralatan canggih, maka akan menambah jumlah barang yang diproduksi. Dengan melakukan pinjaman dana, bisnis Anda akan meraih keuntungan.

3. Memperluas Bisnis

Jika Anda membutuhkan modal untuk membuka cabang bisnis, maka bisa mencari suntikan dana. Caranya, Anda dapat menggunakan layanan P2P lending. Apabila bisnis Anda makin besar, maka keuntungan yang didapatkan jadi lebih banyak.

4. Dana Cadangan

Kemungkinan bisnis Anda tidak berjalan sesuai rencana. Jika Anda mengalami hal ini, maka perlu menggunakan dana darurat untuk kebutuhan operasional. Jadi, Anda bisa menggunakan P2P lending sebagai solusinya.

Keuntungan dan Risiko Menggunakan Layanan P2P Lending di Era Digital

Setiap investasi tentunya memiliki keuntungan dan risiko. Berikut ini adalah keuntungan dan risikonya:

1. Tawarkan Imbal Hasil Tinggi

P2P lending menawarkan imbal hasil yang tinggi dibanding bank. Jika Anda berinvestasi di P2P lending, kemungkinan mendapatkan imbal hasil sekitar 15-25% per tahunnya.

2. Memiliki Tenor yang Singkat

Tenor merupakan jangka waktu kredit. Anda bisa mengajukan pinjaman dengan tenor mulai dari dua minggu hingga satu tahun. P2P lending termasuk ke dalam investasi jangka pendek, karena Anda dapat menikmati keuntungannya dalam satu tahun.

3. Investasi yang Cepat dan Mudah

Lalu, P2P lending merupakan investasi berbasis teknologi. Jadi, Anda bisa melakukannya secara online. Selain itu, Anda hanya perlu menyiapkan smartphone dan internet saja. Kemudian, prosesnya juga sangat cepat dan mudah.

Baca juga: Mengenal P2P Fintech Lending sebagai Alternatif Investasi

4. Tidak Bisa Dicairkan Kapan Saja

Selain itu, P2P lending menjadi salah satu investasi yang tidak likuid. Artinya, Anda tidak bisa mencairkan dananya kapan saja. Sebab, Anda harus mencairkan dana sesuai jangka waktu yang ditetapkan. 

5. Peminjam Telat Bayar

Risiko lainnya adalah peminjam telat membayar dananya. Kondisi ini bisa disebut dengan kredit tidak lancar. Jika hal tersebut terjadi, maka Anda akan tidak bisa mendapatkan dana dan dikenakan bunga.

6. Peminjam Tidak Bisa Membayar

Selain telat, peminjam juga berisiko tidak bisa membayar dana yang dipinjam. Hal itu disebut sebagai gagal bayar. Nantinya, Anda tidak akan mendapatkan dana pokok dan bunganya. Sebaiknya, Anda memilih pendanaan dengan asuransi.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Pinjaman

Seluruh proses pinjaman melalui P2P lending dilakukan secara online. Maka dari itu, Anda harus memperhatikan hal ini sebelum mengajukan pinjaman:

1. Punya Laporan Keuangan yang Baik

Jika bisnis Anda memiliki laporan keuangan yang positif, maka pengajuan akan diterima. Untuk membuat laporan keuangan, Anda bisa menggunakan beberapa software yang sudah ada.

2. Platform Sudah Terdaftar di OJK

Saat mengajukan pinjaman, Anda harus mengetahui risikonya. Misalnya, penipuan. Jadi, Anda bisa mengajukan pinjaman melalui platform yang sudah terdaftar di OJK. Kemudian, pastikan platform tersebut aman untuk pengajuan pinjaman.

3. Pinjam Dana Sesuai Kebutuhan

Sebagian orang meminjam dana dengan jumlah yang besar. Padahal, hal tersebut cukup berbahaya. Sebab, Anda akan dikenakan bunga yang terus berjalan. Untuk menghindarinya, Anda bisa mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan. 

4. Lunasi Pinjaman dengan Tepat Waktu

Anda harus membayar cicilan pinjaman dengan tepat waktu. Jika Anda telat membayar pinjaman, maka akan dikenakan denda atau bunga. Supaya lebih mudah, Anda bisa membuat catatan atau reminder mengenai tanggal pembayaran cicilan.

Peran P2P lending di era digital memang sangat dibutuhkan. Dengan adanya P2P lending, maka bisnis Anda akan lebih terjamin. Namun, Anda harus tetap memperhatikan legalitas dari platform tersebut. Bagi Anda yang sedang mencari P2P lending legal dan terpercaya, maka Akseleran adalah jawabannya! Sebab, Akseleran sudah terdaftar dan diawasi langsung oleh OJK. Bahkan, Akseleran juga sudah menyalurkan dana ke ratusan UMKM di Indonesia.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Siapa Saja Pelaku Ekonomi? Dan Apa Peran Penting Mereka?

Pelaku Ekonomi

Kegiatan ekonomi menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Maka dalam penjabarannya, pelaku ekonomi bisa diartikan sebagai individu atau kelompok yang melakukan kegiatan bertukar barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk itu, yuk cari tahu siapa saja yang termasuk pelaku ekonomi dan apa peran penting mereka!

Sebagai pelaku ekonomi, rumah tangga memiliki dua peran penting, yakni sebagai produsen dan konsumen.

Untuk jenis rumah tangga konsumen, ini dapat dijabarkan sebagai sekelompok orang yang memanfaatkan jasa atau barang yang dihasilkan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan kata lain, keberlangsungan hidup rumah tangga produksi sangat bergantung pada daya beli rumah tangga konsumsen. 

Sementara untuk rumah tangga produsen, usaha ini dikembangkan oleh individu atau sekelompok orang untuk menghasilkan produk barang atau jasa yang menjadi kebutuhan hidup masyarakat. Nah, untuk memastikan proses produksi berjalan lancar, ada beberapa faktor yang bakal berpengaruh, yaitu sumber daya alam, modal, SDM, dan entrepreneurship. Adapun peran lain dari rumah tangga produksi, antara lain:

  • berperan sebagai agen pembangunan.
  • memberi sumbangsih terhadap pemasukan negara dengan membayar pajak.
  • mengolah bahan produksi dari rumah tangga konsumen untuk menghasilkan produk jasa atau barang kebutuhan sehari-hari.
  • bertugas memberikan kompensasi atau balas jasa, seperti misalnya membayar upah karyawan atau membagi keuntungan.

Pelaku ekonomi berikutnya adalah perusahaan, yang terbagi atas golongan swasta dan milik pemerintah. Karena dalam praktiknya, perusahaan merupakan sebuah organisasi ekonomi yang berbadan hukum, maka bisnis yang mereka jalankan sifatnya tetap dan berkelanjutan. Untuk itu, berikut adalah beberapa peran perusahaan dalam kegiatan perekonomian:

  • perusahaan memproduksi barang atau jasa yang menjadi kebutuhan hidup masyarakat. Hasil produksi ini tentunya tidak cuma ditujukan untuk rumah tangga, tetapi juga pemerintah.
  • memanfaatkan faktor sumber daya alam dan manusia untuk menghasilkan produk barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
  • berkontribusi terhadap pemasukan negara dengan membayar pajak.

Bicara soal pelaku ekonomi, lembaga keuangan tentunya memiliki andil besar dalam perekonomian masyarakat dan negara. Lembaga keuangan di sini tidak hanya terbatas pada bank saja, tetapi juga lembaga keuangan swasta seperti bank perkreditan rakyat dan bentuk lainnya. Nah, sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam masyarakat, berikut adalah beberapa peran penting lembaga keuangan:

  • menyediakan alat transaksi berupa uang giral untuk masyarakat dan pemerintah
  • menjadi tempat mengumpulkan dana yang diperoleh dari perusahaan ataupun rumah tangga.
  • sebagai penyedia modal atau bantuan kredit kepada masyarakat, baik itu untuk tujuan pribadi maupun kepentingan usaha.

Pemerintah memiliki tiga peran penting dalam kegiatan ekonomi, yakni sebagai konsumen, produsen, dan juga pengatur kebijakan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Pemerintah sebagai konsumen

Dalam menjalankan fungsinya, pemerintah tentunya membutuhkan pasokan barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen. Sebagai contoh, ketika pemerintah ingin meningkatkan pertahanan negara, mereka akan membeli senjata atau alat perang yang diproduksi oleh para produsen peralatan tempur. Dengan kata lain, pemerintah juga berperan sebagai konsumen dalam kegiatan ekonomi.  

  • Pemerintah sebagai produsen

Sebagai pemangku kekuasaan negara, pemerintah juga memberikan layanan jasa atau memproduksi barang yang nantinya dipakai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya saja, BUMN mengolah minyak bumi untuk menyediakan pasokan bahan bakar kendaraan bagi masyarakat. Ada juga layanan jasa pemerintah seperti BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang ketenagakerjaan dan kesehatan.

Baca juga: Unsur Serta Jenis Laba yang Perlu Kamu Ketahui!

  • Pemerintah sebagai pengatur kebijakan ekonomi

Dalam upaya menciptakan perekonomian masyarakat yang sejahtera, pemerintah pun memiliki tugas sebagai pengatur kebijakan. Sebagai contoh, salah satu upaya pemerintah dalam mengatur kegiatan ekonomi masyarakat adalah dengan mengeluarkan beberapa peraturan seperti misalnya UU No 24 Tahun 2019 yang membahas tentang pembentukan ekonomi kreatif.

Setiap negara memiliki kondisi geografis dan iklim masyarakat yang berbeda. Di satu sisi, ada negara yang memiliki SDA berlimpah, tetapi SDM yang bertugas mengelolanya belum mumpuni. Sementara di sisi lain, ada negara yang SDM-nya begitu unggul, tetapi kekurangan SDA atau bahan-bahan produksi. 

Kondisi itulah yang kemudian menciptakan interaksi ekonomi antar negara. Peran dari masyarakat luar negeri pun cukup beragam. Mereka bisa berperan sebagai produsen, konsumen, ahli, atau bahkan investor untuk sebuah negara.

Sekian ulasannya tentang pelaku ekonomi, semoga bisa menambah wawasan Anda!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Inilah Alasan Mengapa Suatu Nilai Memiliki Peran Penting dalam Kepemimpinan!

Dari semua kualitas yang mendukung seberapa efektifnya suatu kepemimpinan, barangkali tidak ada yang lebih penting dari berpegang teguh pada landasan nilai yang membawa kita kepada kesuksesan.

Sependapat dengan hal ini, Harry M. Jansen Kraemer Jr berpendapat bahwa value based leadership adalah satu-satunya gaya kepemimpinan yang paling efektif.

Kraemer Jr–seorang profesor manajemen dan penulis buku From Values to Action: The Four Principles of Values-Based Leadership percaya bahwa orang-orang akan menjadi pemimpin yang efektif bila mereka menerapkan mindsetsiapa mereka dan apa yang paling penting” pada dirinya sendiri. Menurutnya, hal ini membantu para pemimpin dalam menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi.

Kebanyakan dari kita tertarik dengan pemimpin yang berbasis nilai (values-based leader). Mereka adalah orang-orang yang memiliki prinsip, jujur, selaras dalam perbuatan dan ucapannya, yang menginspirasi orang-orang terdekatnya, dan mereka merasa lebih bersyukur terhadap apa yang orang lain lakukan padanya daripada cenderung untuk mengharapkan sesuatu sebagai balasan.

Pemimpin yang berbasis nilai menjadi inspirasi bagi para pengikutnya untuk tetap loyal dan berkomitmen dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

Namun terkadang, value-based leadership dapat tidak berjalan sesuai ekspektasi, baik itu akibat persepsi negatif atau kekurangan dari penerapan gaya kepemimpinan tersebut.

Buku When Values Backfire: Leadership, Attribution, and Disenchantment in a Values-Driven Organization karya Sandra E. Cha dan Amy C. Edmondson menjelaskan bagaimana pemimpin berbasis nilai tetap dapat menerima penilaian negatif karena gagal dalam melaksanakan peran mereka dalam menjalankan suatu organisasi.

Pemimpin yang karismatik seringkali menghasilkan ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan mereka karena bagaimana cara mereka menginspirasi, memotivasi, dan mendorong pengikutnya untuk menyebarkan nilai-nilai dan visi yang pemimpin tersebut miliki.

Pemimpin seperti itu dijunjung tinggi karena pengikutnya memperoleh dukungan dan kesadaran akan potensi yang dimilikinya ketika menerapkan nilai-nilai yang dianut pemimpin mereka.

Namun, jika timbul perasaan bahwa pemimpin tersebut munafik dalam perbuatannya, hal ini dapat menyebabkan kekecewaan sebagaimana didefinisikan oleh Cha dan Edmondson sebagai “sebuah transisi di mana timbul campuran emosi dari kekecewaan serta hilangnya kepercayaan pada pemimpin yang telah meninggikan ekspektasi pengikutnya karena nilai-nilai yang telah diterapkannya.”

Ada salah satu insight menarik dari artikel yang menyoroti sebuah fenomena bernama “hyprocrisy attribution”, di mana karyawan akan menganggap seorang pemimpin munafik tanpa mempertimbangkan bahwa dia mungkin “memiliki legitimasi yang sah atas tindakannya tersebut”.

Dalam kesimpulannya, Cha dan Edmondson berpendapat bahwa tantangan yang dihadapi para pemimpin terletak pada bagaimana cara mereka menuai manfaat dari menerapkan nilai-nilai organisasi yang dianutnya secara tegas sambil menghindari kemungkinan dianggap sebagai munafik.

Satu-satunya kualitas terpenting dalam menghadapi tantangan ini adalah transparansi melalui komunikasi terbuka.

Memang benar bahwa karyawan dapat secara cepat membuat penilaian subjektif tanpa mempertimbangkan pemimpinnya (misalnya, “Mengapa saya diberikan tugas ini? Apakah mereka tidak tahu berapa banyak hal yang harus saya lakukan?”). Di sisi lain, pemimpin juga gagal dalam mengatasi permasalahan tersebut yang akan sangat nyata terbenak dalam pikiran karyawannya.

Baca juga: 5 Wanita Bisnis yang Sangat Sukses dalam Karirnya

Sebagaimana diimplikasikan oleh Cha dan Edmondson, karyawan ahli dalam membuat penilaian cepat; namun, penilaian ini pasti dapat semakin memburuk selama komunikasi seorang pemimpin yang kurang efektif tersebut terus berkelanjutan.

Kraemer Jr berpendapat bahwa adanya “ketidakpercayaan yang meluas akan kepemimpinan” dan itu merupakan tugas dari seorang pemimpin untuk memperoleh dan mempertahankan kepercayaan para pengikutnya.

Tentunya, beberapa pemimpin merasa bersalah karena kekurangannya yang bisa jadi mengarah pada “hypocrisy attribution”. Tetapi ada kemungkinan bahwa banyak dari mereka yang sesederhana itu mengabaikan kewajibannya untuk memberikan penjelasan dan arahan komprehensif pada para karyawannya.

Dari sisi karyawan pun akan lebih bijak bila mereka juga mempertimbangkan kepemimpinan sebagai persoalan yang kompleks dan layaknya manusia pada umumnya, seorang pemimpin tidak akan selalu benar dan terkadang memerlukan waktu untuk menentukan tindakan mana yang paling tepat dilakukan dalam suatu permasalahan.

Hanya melalui komunikasi terbuka kemudian kedua pihak dapat saling memahami satu sama lain, yang mana pada awalnya mungkin menjadi sebuah tantangan tersendiri. Namun, pasti hal tersebut akan terbuktikan dengan terwujudnya kinerja yang lebih baik dari semua elemen yang terlibat pada organisasi tersebut.

Mengenal Marketing Serta Peran dan Tugasnya dalam Suatu Perusahaan

marketing adalah

Kalau bisnis diibaratkan sebagai sebuah peperangan, maka marketing adalah divisi yang memiliki posisi paling depan. Kalau garda terdepan mengalami kemunduran, keseluruhan pasukan akan mengalami gangguan. Performa marketing yang buruk berpengaruh pada kinerja perusahaan secara menyeluruh. 

Mengingat perannya yang sangat penting tersebut, Anda perlu memahami tugas dan peran marketing secara mendalam. Dengan adanya pemahaman yang tepat, Anda bisa menyusun strategi pemasaran yang tepat dan selanjutnya meraih kesuksesan bisnis. 

Pengertian Apa Itu Marketing

Tidak semua orang mengerti apa yang dimaksud dengan marketing atau pemasaran. Banyak masyarakat awam yang beranggapan kalau marketing tidak jauh berbeda dengan penjualan atau periklanan. Padahal, keduanya merupakan bagian kecil dari sebuah strategi pemasaran. 

Lalu, apa yang dimaksud dengan marketing? Ada banyak versi yang bisa Anda ketahui. Caroline Forsey dari Hubspot menyebut kalau strategi marketing adalah proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk membuat masyarakat tertarik pada produk barang atau jasa yang mereka tawarkan. 

Proses yang terjadi pada aktivitas marketing mencakup banyak aspek. Beberapa aspek tersebut meliputi riset pasar, analisis, pemasangan iklan, ataupun pencarian konsumen ideal. Selanjutnya, tiap perusahaan akan menerapkan strategi marketing yang berbeda disesuaikan filosofi atau konsep masing-masing. 

Terdapat 5 konsep marketing yang kerap dijalankan oleh perusahaan, yaitu: 

1. Konsep Produksi

Perusahaan yang menggunakan strategi marketing dengan konsep produksi, akan mengedepankan efisiensi produksi dan distribusi produk. Tujuannya, agar barang bisa dipasarkan pada segmen yang luas. 

2. Konsep Produk

Ada pula strategi marketing berkonsep produk. Di sini, perusahaan akan berusaha untuk menghadirkan produk yang benar-benar disukai oleh konsumen. Caranya, dapat dilakukan dengan menonjolkan keunggulan produk. 

3. Konsep Penjualan

Selanjutnya, terdapat konsep penjualan. Dalam konsep ini, pebisnis memiliki kecenderungan untuk memperoleh angka penjualan berskala besar. Perusahaan akan mengedepankan hubungan kesepakatan dagang daripada harus mempertahankan relasi jangka panjang dengan konsumen. 

4. Konsep Pemasaran

Dalam strategi marketing dengan konsep pemasaran, perusahaan mengutamakan kepuasan pelanggan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, perusahaan melakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan konsumen yang menjadi target pemasaran. 

5. Konsep Sosial

Terakhir, Anda perlu mengetahui strategi pemasaran yang berbasis pada aspek sosial. Konsep ini mendorong pebisnis tidak hanya memperhatikan tingkat kepuasan konsumen, tetapi juga manfaat produk bagi mereka. 

Peran dan Tugas Tenaga Marketing dalam Perusahaan

Dalam sebuah perusahaan, tugas marketing adalah sangat krusial dan tak boleh dilewatkan. Terdapat 5 tugas yang secara khusus harus menjadi perhatian oleh karyawan di bagian marketing, yaitu: 

1. Promosi Produk

Hal pertama yang menjadi tanggung jawab seorang tenaga marketing adalah melakukan promosi produk. Anda perlu memastikan bahwa masyarakat dapat mengenali produk yang dimiliki oleh perusahaan. Upaya promosi bisa dilakukan untuk berbagai jenis produk, terutama adalah produk yang baru diluncurkan ke pasaran. 

Baca juga: 10 Strategi Pemasaran yang Tepat untuk Usahamu!

2. Mendorong Penjualan Produk

Marketing adalah upaya perusahaan dalam meningkatkan angka penjualan produk. Oleh karena itu, seorang tenaga marketing memiliki tugas untuk mewujudkannya. Peningkatan angka penjualan memberikan profit yang lebih besar bagi perusahaan. 

3. Mengedukasi Konsumen

Promosi produk saja masih belum cukup. Anda perlu memastikan bahwa masyarakat yang menjadi target pemasaran mengetahui informasi produk secara tepat. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kelebihan produk perusahaan dibandingkan dengan kompetitor. 

4. Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan

Selanjutnya, tugas marketing adalah mempertahankan relasi yang baik dengan pelanggan. Tindakan ini sangat penting, agar perusahaan memiliki jaringan konsumen setia. Hal yang perlu Anda ketahui, biaya untuk mempertahankan pelanggan relatif lebih murah dibandingkan mencari konsumen baru.

5. Menjadi Jembatan Penghubung antara Perusahaan dengan Lingkungan Sekitar

Terakhir, tenaga marketing perlu menempatkan diri sebagai penghubung antara perusahaan dengan lingkungan sekitar. Tugas ini sangat penting, karena sebagai bagian dari upaya menjaga citra perusahaan. Dengan citra yang baik di mata pelanggan, aktivitas pemasaran produk bisa berjalan lebih lancar.

Sampai di sini, Anda jadi tahu kalau penerapan strategi marketing adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap perusahaan. Pelaksanaan strategi yang jitu, tidak hanya membuat perusahaan memperoleh angka penjualan produk yang tinggi. Namun, produk yang dimiliki akan mempunyai daya saing lebih tinggi dibanding kompetitor. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Sejarah Barcode dan Peran Pentingnya Bagi Ekonomi Global

Sejarah Barcode dan Peran Pentingnya Bagi Ekonomi Global

Ketika hendak berbelanja ke supermarket, kita akan melihat kasir menscan garis-garis di barang belanjaan. Dari situ muncul informasi barang yang kita beli beserta harganya. Garis- garis itu kita kenal sebagai barcode. Sebelum barcode ditemukan, proses pelayanan terbilang lambat karena kasir perlu memasukkan harga dengan teliti satu per satu. Apalagi toko pun harus menghitung arus barang secara manual. Hal ini tentunya menghambat proses penjualan dan industri retail secara garis besar.

Sebelum barcode ditemukan pada tahun 1949, harga barang masih ditempel dengan stiker sehingga kasir perlu mengetik harga barang satu per satu. Selain itu, toko harus menghitung supply barang masuk dan terjual secara manual.

Ialah Joseph Woodland seorang pengajar di Drexler Institute yang kemudian menerima permintaan pengusaha supermarket untuk menciptakan solusi dari proses check-out manual yang lambat. Woodland kemudian mengusulkan ide untuk memberikan sebuah label pada barang yang dapat dibaca dengan cepat oleh komputer. Hal ini adalah sandi morse. Sandi morse ini kemudian diubah menjadi bentuk bulat yang mampu menyimpan 9 digit informasi. Pada tahun 1972, supermarket Kroger jadi supermarket pertama di dunia yang menggunakan sistem check-out elektronik. Beberapa supermarket AS kemudian menggunakan kode bulat ini untuk mempercepat proses supply chain mulai dari barang masuk ke toko sampai barang dijual ke pelanggan. Memasuki tahun 1970 an, ditemukan 2 teknologi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kode bulat, yaitu penemuan chip komputer.

Pada tahun 1983, barcode garis pertama kali digunakan di perusahaan retail Walmart. Perubahan yang dibawa barcode ke industri retail adalah lebih cepat terbaca di mesin, menghemat biaya daripada mempekerjakan lebih banyak pegawai, terhindar dari human error, dan juga pencatatan otomatis barang masuk dan keluar. Dari penerapan barcode inilah perusahaan retail grosir Walmart memiliki pertumbuhan besar. Walmart menjadi perusahan retail grosir terbesar di dunia dengan nilai kapitalisasi perusahaan mencapai Rp6.185 triliun. Sedangkan Kroger, perusahaan retail yang pertama kali mengadopsi sistem check-out elektronik punya nilai kapitalisasi perusahaan sebesar Rp636 triliun. Semua dapat tercapai karena mereka adalah perusahaan awal yang mengadopsi sistem barcode. Penggunaan barcode yang awalnya hanya ditujukan untuk mempercepat proses check-out di supermarket, sekarang semakin luas penggunaannya seperti penggunaan untuk kegiatan ekspor-impor dimana barcode menyimpan informasi barang. Pada bidang kesehatan, barcode menyimpan informasi tiap obat. Pada bidang logistik, barcode juga digunakan sebagai tracking asal dan tujuan barang dan sebagainya.

Dengan fungsi yang sangat esensial di industri perdagangan, barcode sampai saat ini memberi sumbangsih besar untuk kemajuan ekonomi modern secara global. Tidak hanya mempercepat proses berbelanja, barcode secara makro juga mempercepat proses perdagangan secara internasional, yang berarti ikut berperan dalam percepatan ekonomi global.

Seiring berkembangnya waktu, barcode juga mengalami peningkatan dan menjadi QR code di tahun 1994. Sekitar tahun 2011, penggunaan QR code berhasil masuk ke industri yang lebih besar dimana sebuah QR code dapat memuat lebih banyak informasi ketimbang barcode. Walaupun begitu, barcode sampai saat ini masih digunakan di sektor retail.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut