Tag Archives: Variabel

Biaya Variabel: Pengertian, Fungsi dan Manfaat!

Biaya Variabel Adalah

Biaya merupakan elemen yang tak dapat dipisahkan dari komposisi finansial sebuah perusahaan. Adapun yang dimaksud dengan biaya adalah sumber daya yang dilepaskan untuk mencapai tujuan tertentu.

Akuntansi manajemen secara umum membagi biaya ke dalam dua golongan, yakni biaya tetap dan variabel Seperti namanya, biaya tetap adalah biaya yang nilainya tetap, sedangkan biaya variabel adalah biaya yang nilainya berubah-ubah.

Pengertian Biaya Variabel

Biaya variabel dapat didefinisikan sebagai pengeluaran yang berubah-ubah secara proporsional dengan jumlah barang yang diproduksi. Semakin tinggi jumlah barang yang diproduksi, maka biaya variabel juga akan turut meningkat. Dengan demikian, jika jumlah unit barang yang diproduksi mengalami peningkatan, biaya variabel turut meningkat sebesar perubahan jumlah unit barang dikalikan biaya variabel per satuannya.

Dalam bisnis khususnya, biaya variabel adalah komponen sangat penting dalam melakukan penghitungan total biaya serta mencari titik impas produksi (biasa disebut dengan istilah Break Even Point atau BEP). Biaya variabel dapat dihitung sebagai jumlah biaya marjinal dari seluruh unit yang diproduksi.

Adapun yang dimaksud dengan biaya marjinal adalah peningkatan biaya total yang berasal dari satu unit hasil produksi. Seperti contoh, jika sebuah perusahaan melakukan produksi barang sebanyak 100 unit, maka besarnya biaya tambahan yang digunakan untuk meningkatkan hasil produksi alias output menjadi 101 unit disebut biaya marjinal. Oleh karena biaya tetap tidak berubah saat ada biaya output, maka biaya marginal merupakan perubahan biaya variabel.

Seluruh biaya variabel adalah biaya langsung, yakni biaya yang dapat dikaitkan dengan objek biaya tertentu secara mudah. Pada beberapa kasus, biaya variabel terkadang juga disebut sebagai biaya unit level sebab besarnya bervariasi mengikuti jumlah unit yang diproduksi.

Fungsi Biaya Variabel

Seperti yang dibahas sebelumnya, biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding perubahan volume aktivitas yang dilakukan. Beberapa contoh umum dari penerapan biaya variabel dalam sebuah unit perusahaan adalah biaya untuk bahan baku, biaya untuk bahan pembungkus, biaya untuk label, upah lembur karyawan, bonus pencapaian target atau komisi karyawan, dan sebagainya.

Komposisi biaya ini pun memiliki fungsi yang cukup penting sebab adanya keterkaitan secara langsung terhadap akuntansi manajemen, proses produksi, dan tentu neraca lajur untuk laporan keuangan. Untuk lebih jelasnya, beberapa fungsi biaya variabel dapat dijabarkan sebagai berikut.

blog100

Membantu Mengendalikan Biaya Perusahaan

Fungsi pertama adanya biaya variabel adalah membantu dalam pengendalian biaya perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan dapat memisahkan secara jelas mana saja aktivitas usahanya yang berasal dari biaya tetap dan biaya variabel melalui laporan laba rugi maupun laporan keuangan lainnya. Perusahaan pun dapat lebih berfokus pada perilaku biaya tetap.

Membantu Merencanakan dan Menganalisis Keputusan Jangka Pendek

Dalam kondisi tertentu, seperti misal adanya pesanan khusus, perusahaan dapat menentukan lebih awal harga yang akan ditawarkan. Penentuan laba akan didasarkan pada perhitungan perubahan volume yang dilakukan.

  • Membantu Menetapkan Penilaian

Tim manajemen perusahaan dapat meninjau efektivitas produksi yang dihasilkan oleh perusahaan—termasuk kinerja SDM-nya. Keberadaan variabel juga akan lebih terbantu dalam memenuhi pertanggungjawaban terhadap berbagai departemen lain yang ada dalam tubuh perusahaan.

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat dilihat bahwa biaya variabel akan sangat bermanfaat bagi sebuah perusahaan dalam melakukan berbagai pengambilan keputusan. Biaya variabel dapat digunakan untuk melakukan analisis biaya  bisnis  secara komprehensif sehingga aktivitas usaha dapat tetap berjalan sesuai tujuan.

Baca juga: Inilah Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel yang Harus Anda Tahu

Adapun dalam melakukan analisis biaya, beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Membuat kerangka analisis.
  • Mengidentifikasi seluruh biaya dan manfaat dari setiap elemen biaya.
  • Menentukan nilai dari setiap biaya dan manfaat yang ada.
  • Menghitung total nilai biaya dan manfaat, lalu membandingkannya.

Biaya variabel adalah komponen finansial sebuah perusahaan yang merupakan biaya langsung. Jumlah elemen ini sangat dipengaruhi oleh perubahan volume aktivitas bisnis (produksi) yang dilakukan sehingga nilainya berubah-ubah. Adapun dalam implementasinya, biaya variabel sangat berguna bagi perusahaan dalam membantu mengendalikan biaya perusahaan, merencanakan dan menganalisis keputusan jangka pendek, dan menetapkan berbagai penilaian dalam operasional perusahaan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Akseleran memberikan kesempatan untuk kamu yang ingin membantu mengembangkan bisnis kecil dan menengah di Indonesia. Dapatkan keuntungan dari suku bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan serta perlindungan proteksi asuransi 99% terhadap pinjaman. Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar dan mulailah pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Selain itu, kamu juga bisa melihat info Akseleran sebagai grup usaha di halaman Grup Akseleran.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

Inilah Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel yang Harus Anda Tahu

Biaya Tetap Adalah

Biaya variabel dan biaya tetap adalah dua jenis biaya yang tidak dapat dilepaskan dari proses produksi barang dan jasa. Bagi pelaku usaha yang tengah mengembangkan bisnisnya, kedua jenis biaya ini perlu dipahami dengan baik agar anggaran biaya usaha dapat diatur secara lebih tepat dan efektif.

Namun, sudahkah Anda tahu pengertian biaya tetap dan variabel serta perbedaan di antara keduanya? Jika belum, ulasan berikut ini bisa membantu Anda memahami sekaligus membandingkan biaya tetap dan variabel beserta contohnya.

Apa Itu Biaya Tetap dan Biaya Variabel?

Seperti namanya, fixed cost atau biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan pelaku usaha dalam jumlah tetap dan tak berubah, terlepas dari output yang dihasilkan usaha tersebut. Dalam jangka waktu tertentu, biaya ini tidak akan mengalami perubahan dan tidak dipengaruhi aktivitas usaha yang meningkat maupun menurun seiring waktu.

Lain halnya dengan biaya variabel (variable cost). Jenis biaya ini dapat bervariasi jumlahnya karena bergantung pada jumlah output yang dihasilkan serta faktor-faktor lain. Biaya variabel akan ikut berubah ketika tingkat aktivitas usaha meningkat atau menurun. 

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Berikut adalah beberapa poin perbandingan yang bisa Anda jadikan acuan dalam membedakan biaya tetap dan biaya variabel:

Biaya tetap dinilai berdasarkan waktu, sedangkan biaya variabel ditentukan berdasarkan volume atau jumlah produksi. Penilaian tersebut akan menentukan nominal biaya yang harus dikeluarkan pelaku usaha saat melakukan produksi barang atau jasa. 

Biaya tetap adalah biaya yang pasti dikeluarkan oleh pemilik usaha, terlepas dari ada tidaknya produksi yang dilakukan. Biaya ini harus dibayarkan secara tetap selama periode tertentu atau ketika sudah jatuh tempo.

Sementara itu, biaya variabel hanya dikeluarkan ketika pelaku usaha memproduksi barang dan jasa. Saat produksi tidak berjalan, maka tidak ada biaya variabel yang perlu dikeluarkan.

  • Hubungan dengan Biaya Satuan

Biaya tetap akan mengubah biaya satuan atau biaya per unit. Jika produksi unit meningkat, maka biaya tetap yang harus dikeluarkan akan menurun. Sebaliknya, produksi yang menurun akan membuat biaya tetap satuan dirasa lebih tinggi. 

Kondisi ini akan berbeda dengan biaya variabel. Biaya tersebut berbanding lurus dengan biaya satuan. Semakin banyak unit yang diproduksi, maka biaya variabelnya pun akan semakin meningkat.

  • Hubungan dengan Kuantitas Unit yang Diproduksi

Biaya tetap tidak akan berubah jumlahnya ketika kuantitas unit yang diproduksi mengalami perubahan, sedangkan jumlah biaya variabel akan bervariasi dan menyesuaikan dengan jumlah produksi unit.

  • Komposisi Penentu Besaran Biaya

Biaya tetap adalah biaya inti yang merupakan kombinasi dari biaya overhead produksi, biaya administrasi, biaya penjualan, serta biaya distribusi. Sementara itu, biaya variabel merupakan gabungan dari biaya bahan produksi, tenaga kerja, beban produksi, material yang dikonsumsi, serta biaya penjualan dan distribusi yang tidak tetap.

Baca juga: Mengenal Akuntansi biaya dan Penerapannya

Contoh Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya tetap umumnya meliputi anggaran pembiayaan yang sudah jelas jumlahnya atau sudah dipastikan oleh pemilik usaha maupun pihak-pihak tertentu yang terkait dengan usaha tersebut. Beberapa contoh biaya tetap adalah biaya sewa bangunan, pajak, asuransi usaha, gaji pegawai, dan sebagainya.

Misalnya, sebuah home industry yang menghasilkan produk kerajinan menyewa sebuah gudang penyimpanan sebelum barang-barang produksinya didistribusikan. Pemilik usaha tersebut harus tetap membayar biaya sewa gudang, baik ketika produksinya meningkat maupun menurun.

Karena biaya variabel bergantung secara langsung terhadap aktivitas produksi suatu usaha, contohnya pun berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dalam aktivitas tersebut. Beberapa biaya yang dikategorikan sebagai biaya variabel adalah biaya bahan baku, komisi penjualan, biaya pengepakan, biaya distribusi, serta biaya tambahan lainnya yang diperlukan selama proses produksi. 

Kesimpulan

Dalam sebuah usaha, dapat disimpulkan jika biaya tetap adalah pengeluaran konstan yang harus terus dikeluarkan, meskipun tidak ada aktivitas produksi. Sebaliknya, biaya variabel hanya dikeluarkan pemilik usaha ketika menjalankan produksi barang atau jasa. 

Meskipun kedua jenis biaya tersebut berbeda dalam satu dan lain hal, keduanya tetap harus dipertimbangkan ketika Anda menjalankan sebuah usaha. Penghitungan biaya tetap dan biaya variabel akan membantu Anda menentukan biaya produksi yang harus dikeluarkan dalam pengembangan bisnis yang Anda jalankan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].